
“Aku curiga memang orang ini pelaku pengeboman pesawat,” tukas Leo.
Dia bahkan kembali memutar ulang rekaman tersebut dari awal untuk memeriksa lagi barangkali ada sesuatu yang ia lewatkan.
Dari dia menemukan seorang lelaki yang aneh, selain pria berbaju sembah hitam tadi.
“Siapa pria ini?” Terlihat pria berpakaian hijau lemon, warna yang sangat mencolok mata, menyapukan pandangan ke sekitar dengan tatapan mencurigakan.
Setelah lima menit kemudian pria itu mengeluarkan ponselnya. Tapi dia tidak menelepon, hanya mengecek sesuatu, entah apa itu. Setelahnya dia bangkit dari kursi dan berjalan ke belakang, hilang di tengah keramaian para penumpang yang berlalu lalang. Lima menit berikutnya barulah pria itu muncul dan duduk kembali ke tempatnya semula dengan menatap jam yang melingkar di tangan.
Leo kembali memutar ulang dari awal tayangan untuk yang ketiga kalinya, barangkali dia mendapatkan sebuah petunjuk.
Terdengar suara pintu terbuka dan dia mah mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
“Detektif Carl?” Pria itu menyembul dari balik pintu, lalu masuk.
“Bagaimana, apa kau menemukan sesuatu, Leo?” tanya Detektif Carl, menghampiri Leo.
“Ini, Detektif Carl. ada dua orang penumpang pesawat yang nampak mencurigakan. Mungkin salah satu dari mereka adalah pelakunya,” papar Leo. Ia lalu menunjukkan rekaman tayangan dari awal sampai akhir, plus menunjukkan siapa saja yang ia curigai.
Detektif Carl memperhatikan dengan seksama. Dia melihat seorang pria berbaju hitam yang di curigai oleh Leo.
__ADS_1
“Tunggu! Pria ini, aku ingat, dia adalah pria yang menabrakku dan minta maaf padaku,” ujar Detektif Carl.
Dia awalnya memang sedikit curiga pada pria misterius itu, namun tak ada bukti dan saat itu belum ada yang terjadi.
“Lalu pria berbaju hijau lemon ini, aku tidak melihatnya. Tapi dia memang terlihat mencurigakan sekali dari gerak-geriknya. Mungkinkah dua pria ini bekerja sama?” tebak Detektif Carl.
“Mungkin saja, karena segala kemungkinan itu ada dan bisa saja terjadi.” Leo menimpali.
“Leo, kirimkan salinan rekaman itu padaku ke alamat surelku sekarang.”
“Baik, Detektif Carl.” Leo kemudian mengirim data tersebut ke alamat surel Detektif Carl.
Pria itu kemudian masuk ke ruangannya. Ia langsung menghadap monitor yang ada di meja.
“Mungkin pesan dari Leo sudah masuk.” Ia pun langsung mengecek inbox surelnya. Dan pesan itu memang sudah masuk.
Bukannya dia tak percaya pada Leo, tapi dia hanya ingin mengeceknya sendiri dan mengirimkan informasi itu pada rekannya di Perancis sana.
“Mungkin aku bisa menemukan sesuatu dengan melihat ulang tayangan videonya.”
Kali ini Detektif Carl melihat tayangan untuk yang kedua kalinya. Dari keseluruhan tayangan yang dia lihat memang dua pria yang disebutkan oleh Leo tadi tampak mencurigakan.
__ADS_1
“Sayangnnya, aktivitas mereka di belakang sana tidak terdeteksi.”
Kamera pengawas hanya merekam pada bagian luar area toilet, tidak pada bagian dalam area toilet, untuk menjaga privasi setiap penumpang yang ada.
Dalam tayangan juga diperlihatkan jika pria berbaju hijau lemon tadi juga menggunakan parasut biasa yang diberikan oleh kru kapal.
“Apa ini yang dipegang pria itu?” Nampak pria berbaju hijau Lemon itu memegang sesuatu seperti remote.
Detektif Carl memperbesar hingga lima kali untuk melihat remot apa yang dipegang pria berpakaian hijau lumut tersebut, namun sayangnya itu bukan terlihat seperti remote bom.
“Mungkin sebaiknya aku segera kirimkan file ini padahal Sherif Tasman. Mungkin dia akan lebih tahu atau menemukan sesuatu yang tidak kuketahui. Bukankah dua kepala lebih baik dari satu kepala?”
Detektif Carl lalu mengirimkan file tersebut pada surel Sherif Tasman. Setelahnya, ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomor pria tersebut.
“Halo, Sherif Tasman. Apa kau sudah periksa emailmu? terus aja aku mengirimkan file dari black box yang kubawa,” ujar Detektif Carl setelah panggilan tersambung.
“Halo, Detektif Carl. Aku akan periksa surelku sekarang.”
Kebetulan saat itu Sherif Tasman duduk di depan laptop. Jadi mudah baginya untuk memeriksanya dengan cepat. File kiriman dari Detektif Carl sudah masuk.
“Aku tidak mengetahui identitas dua pria misterius yang ada di pesawat itu, pria berbaju serba hitam dan pria berbaju hijau lemon. Mungkin kamu tahu identitasnya dan jika mau, bisa serahkan datanya padaku mungkin aku bisa membantu,” tutur Detektif Carl panjang lebar.
__ADS_1