Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 154 Dua Saksi


__ADS_3

Kebetulan sekali saat itu Tuan Dawn dan Tuan Picasso sedang duduk di ruang bagian tengah. Sedangkan Tuan Smith, tak nampak di sana. Entah ke mana pria itu pergi.


“Tuan Dawn dan Tuan Picasso, aku ingin bicara sebentar dengan kalian berdua,” seloroh Detektif Darcy.


Dua pria itu mengerutkan keningnya seketika. 30 menit yang lalu mereka baru saja break. Tapi sekarang Detektif Darcy kembali mendatangi mereka.


“Ya, ada apa Detektif?” Tuan Dawn menjawab. Padahal sebenarnya pria itu bermkasud pergi dari ruangan.


“Ini terkait masalah Tuan Curtis dan Tuan Fredy,” jelas Detektif Darcy langsung tanpa basa-basi.


Jika para tamu undangan sudah beristirahat meskipun baru 30 menit, tidak dengan dirinya yang belum beristirahat sama sekali. Jujur, dia juga lelah melakukan ini tanpa henti.


“Aku minta waktu pada kalian sebentar karena dari rekaman CCTV, kalian berdua sebelumnya bicara dengan Tuan Curtis. Ini bukan Anda berdua tapi hanya sebuah kesaksian saja,” papar Detektif Darcy, terus terang saja dalam menyampaikan maksudnya.


Baik Tuan Dawn dan Tuan Picasso keduanya saling tatap dan kemudian mimik keduanya juga berubah menjadi tegang. Mungkin mereka takut dicurigai oleh Detektif Darcy sebagai pembunuh.

__ADS_1


“Silahkan, Detektif Darcy.” Kali ini Tuan Picasso yang menimpali nya.


Mereka bertiga kemudian duduk di kursi di tempat tak jauh dari mereka berada saat ini. Di sana juga sudah ada Stuart yang siap membantu Detektif Darcy kapan pun pria itu membutuhkan dirinya. Ia juga sudah menyiapkan peralatan atau lainnya nanti dibutuhkan selama proses investigasi.


“Baiklah. Aku mau bicara dengan Tuan Dawn dulu,” seloroh Detektif Darcy.


Ia kemudian menatap pria yang duduk di hadapannya tersebut. Nampak tegang dan berkeringat dingin, meskipun ia belum menanyakan satu pertanyaan pun padanya.


“Tuan Dawn, semalam sebelum kejadian Anda terlihat bicara dengan Tuan Curtis. Bisa jelaskan apa saja yang Anda lakukan di sana bersama Tuan Curtis?” Detektif Darcy segera memulai investigasinya. Baginya semakin cepat maka akan semakin baik.


“Lalu selama hampir 60 menit kalian bicara apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak lazim pada Tuan Curtis?”


“Menurutku dia tetap seperti biasanya. Dia bersemangat sekali membahas hal itu denganku hanya saja dari raut mukanya terlihat pucat. Sepertinya dia sedang tak enak badan atau kenapa. Tapi dia tidak mengeluh sama sekali,” papar Tuan Dawn panjang lebar.


“Lalu Anda, Tuan Picasso.” Detektif Darcy beralih menatap pria yang ada di samping Tuan Dawn.

__ADS_1


“Apa yang Anda lakukan di sana bersama Tuan Curtis? Kenapa tidak mengobrol di luar kamar saja?” imbuh, Detektif Darcy.


Nampak Tuan Picasso pucat pasi seketika. Bahkan pria itu beberapa kali terlihat menelan salivanya dengan susah payah.


“Itu... aku hanya mengikuti dua tamu lainnya sejak saat itu mengobrol jadi tak mungkin aku menariknya keluar untuk melanjutkan obrolan,” tuturnya dengan gemetar.


Melihat sikap Tuan Picasso yang nampak ketakutan seperti itu, membuat Detektif Darcy curiga padanya. karena selama ini pelaku memang selalu terlihat gugup, juga takut saat terbukti bersalah. Tapi tak menutup kemungkinan juga ada pelaku yang tidak menunjukkan ketakutan seperti itu.


“Apakah saat itu Anda tahu jika Tuan Curtis sedang sakit atau tak enak badan?” tanya Detektif Carl lagi.


“Aku sama sekali tidak mengetahui jika Tuan Curtis sakit. Tapi mengetahuinya setelah pria itu membuka nakas. Dan... mencari obat.”


“Tapi... dari rekaman CCTV terlihat jika Anda bermaksud mengambilkan obat tersebut, tapi ditolak oleh Tuan Curtis. Dari rekaman juga terlihat jelas jika posisi Anda saat itu membelakangi serta menutupi nakas tersebut. Sedangkan terekam juga saat itu Anda memasukkan tangan ke saku baju seperti mengambil sesuatu lalu menaruh tangan itu di belakang.”


Bisa saja Tuan Picasso mengambil satu obat lalu memasukkan ke nakas tersebut, sehingga ada dua obat. Jadi besar kemungkinan pria itu menaruh obat tersebut di sana.

__ADS_1


“D-Detektif, aku benar-benar tidak membuka nakasnya sama sekali. Ya, saat itu aku memang memasukkan tanganku pada saku baju. Tapi saku bajuku pun kosong. Aku tidak mengeluarkan apapun atau memasukkan sesuatu ke nakas tersebut,” sangkal Tuan Picasso.


__ADS_2