Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 244 Membaca Gerakan Bibir


__ADS_3

Detektif Carl masih merenung dengan pernyataan yang barusan dilontarkan oleh Sherif Tasman tentang alibi Louis Sanderman.


Kejadiannya kemarin, jika benar pelakunya adalah Louis Sanderman, maka harusnya kemarin pria itu tidak ada di Perancis, batin Detektif Carl.


“Bagaimana, Detektif Carl? Apa ada kabar dari kantor polisi sektor Perancis?” tanya agen polisi dari tadi duduk di sebelah Detektif Carl, dan sedikit banyak menyimak pembicaraan pria itu di telepon.


Detektif Carl menaruh ponselnya ke meja. Ia kemudian menjelaskan pada semua agen polisi yang ada di sana jika pria berbaju orange terang itu adalah orang Perancis. Dan dari coretannya tadi, dinyatakan benar jika dia adalah seorang artis pendatang baru yang bernama Louis Sanderman.


“Louis Sanderman?” Para agen polisi yang ada di sana mengerutkan keningnya.


Bukan saja mereka heran bagaimama bisa ada seorang artis yang berkebangsaan Perancis datang kemari lalu menculik agen polisi, yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan artis itu sama sekali. Bahkan mungkin Briptu Scarlet pun mengenalnya saja tidak.


“Dia artis pendatang baru yang sedang naik daun,” tutur Detektif Carl.


Agen polisi yang lain langsung bergerak tanpa diminta sekalipun oleh Detektif Carl.


“Baik, kami akan mencari informasi mengenai pria itu.” Seorang agen polisi meresponnya dengan cepat, dan ketika itu juga langsung mencari informasi.

__ADS_1


“Aku juga akan mencarinya,” tutur dua agen polisi lainnya. mengingat masalah ini adalah masalah yang serius, karena korbannya adalah agen polisi.


Sembari menunggu data dari agen polisi terkumpul, Detektif Carl tak tinggal diam. Ia berniat menuju ke lokasi tempat terjadinya aksi penculikan itu.


“Detektif Carl, kau mau kemana?” tanya Agen polisi, melihat pria itu beranjak dari duduk dan berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke pintu.


“Aku mau ke TKP hilangnya mereka berdua. mungkin saja aku bisa menemukan petunjuk meskipun itu kecil sekali.”


Detektif Carl sempat menghentikan langkahnya, namun ia kembali berjalan, malahan mempercepat langkahnya.


“Dia tidak sabaran sekali,” lirih agen polisi yang menatap pintu kantor kembali tertutup.


***


Dia nampak cemas sekali memikirkan apa yang terjadi pada wanitanya itu. Karena ia tak bisa memastikan bagaimana kondisinya Briptu Scarlet sekarang, apakah baik-baik saja? Atau tidak? Karena segala sesuatu bisa saja terjadi.


“Permisi, ada dua orang hilang di sini. Aku ingin memeriksa CCTV di toko ini.” Detektif Carl menunjukkan kartu identitasnya sebagai seorang detektif pada pelayan toko.

__ADS_1


“Baik, Tuan Anda bisa menemui petugas sekuriti di sana,” ujar pelayan toko menunjuk ke sebuah ruangan.


Detektif Carl kemudian menuju ke ruangan yang ditunjuk oleh pelayan toko tadi. Di ruangan itu ada beberapa panel komputer yang di jaga oleh petugas sekuriti.


Petugas yang ada di sana kemudian menunjukkan rekaman CCTV tanggal kemarin, setelah Detektif Carl menjelaskan keperluannya.


Nampak rekaman CCTV itu sama dengan tayangan yang Detektif Carl lihat, yang ditunjukkan oleh agen polisi di kantor tadi.


“Tolong ulang lagi.” Bukan sekali ini Detektif Carl meminta untuk memutar kembali rekaman CCTV, namun ini sudah kelima kalinya ia meminta.


Detektif Carl mencoba membaca gerakan mulut Briptu Scarlet dan Chocho lalu menulisnya pada catatannya.


Ia pernah belajar cara membaca gerakan bibir saat dulu pernah menjadi relawan pengajar tuna wicara.


“Aku tidak mau, aku mau menunggu kakak itu. Dia berniat menculikmu.” Detektif Carl membaca tulisan yang berhasil ia baca dari gerakan bibir dua orang itu.


***

__ADS_1


DEAR akak semua. Nanti setelah kisah ini end. Akan ada crita baru. Kk semua lbh suka dg kisah yang akan menceritakan anak Detektif Carl yang di culik Detektif Darcy atau cerita Detektif lain tentang pengungkapan kasus pembunuhan?


Tag jawaban nya di kolom komentar. Terima kasih


__ADS_2