Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 230 Menyelidiki Tersangka


__ADS_3

“Baiklah, aku akan lihat dulu tayangannya. Nanti aku akan mengabarimu,” tukas Sherif Tasman sebelum panggilan berakhir.


Pria itu kemudian segera melihat tayangan yang dikirim oleh Detektif Carl.


Sherif Tasman melihat dengan seksama tayangan tersebut. Seperti yang Detektif Carl bilang, mudah saja baginya untuk mengetahui identitas dua pria itu, karena mereka warga Perancis.


“Mereka Louis,” ungkap Sherif Tasman melihat pria berbaju serba hitam, “Dan Darwin.” Untuk pria berbaju hijau lemon.


“Bagaimana bisa mereka berdua menjadi tersangka? Sulit dipercaya,” imbuh Sherif Tasman.


Louis adalah wajah baru dalam dunia hiburan. Dia seorang aktor figuran, tapi cukup dikenal dengan perannya di debut film terbaru.


Sedangkan Darwin adalah dosen magang di Universitas Sorbonne, kelas matematika. Dia menemukan formula baru dalam rumus persamaan linier, sehingga membuatnya cukup dikenal.


***


“Tak ada yang tahu ada apa sebenarnya dengan misteri meledaknya pesawat Canary Ailaines. Aku bisa lega sekarang, mungkin aku bisa liburan panjang.” Seorang pria mengulas senyum lebar di sebuah apartemen, setelah melihat kembali tayangan berita korban pesawat Canary Airlines.


Dia lalu mengambil remot dan mematikan tayangan berita saat ini.

__ADS_1


“Mungkin aku bisa pergi ke negara terdekat saja dari sini, Swiss. Aku bisa ke Gunung Matterhorn, Danau Jenewa dan yang lainnya,” tutur pria itu kembali merebahkan diri ke tempat tidur dengan menggunakan tangannya sebagai alas kepala.


***


Di waktu yang sama, Sherif Tasman segera bergerak cepat setelah melihat tayang dari Detektif Carl tadi. Ia kembali membentuk tim penangkapan kali ini, sebuah tim yang beranggotakan sepuluh orang.


Bukan tanpa alasan pria itu membentuk tim yang beranggotakan sepuluh orang, tapi semua itu dilakukannya agar kasus ini cepat diselesaikan, mengingat kasus di sana banyak sekali. Belakangan ini Perancis menduduki urutan kelima, negara dengan jumlah kasus kriminal, naik tiga urutan setelah sebelumnya berada di posisi urutan kedelapan.


“Lakukan penyelidikan pada dua orang ini, Louis Sanderman dan Darwin Hemington,” tukas Sherif Tasman pada para aku tanya yang berkumpul di sebuah ruangan khusus.


“Siap, Sherif.”


“Bubar, sekarang dan cari informasi mengenai mereka berdua,” titah Sherif Tasman.


“Siap!” usai briefing, agen polisi yang ditugaskan segera bergerak.


Mereka membagi kelompok menjadi dua bagian. Lima orang untuk menyelidiki Darwin Hemington dan lima anggota untuk menyelidiki Louis Sanderman.


Lima anggota sudah berada di sekiitar penthouse milik Louis Sanderman. Mudah saja bagi artis pendatang baru seperti Louis untuk membeli penthouse mewah seeperti ini.

__ADS_1


“Baik, dua semut hitam bergerak sekarang.” Seorang agen polisi yang berada di mobil memberikan kode pada rekannya.


Mereka tidak mengenakan seragam dinas polisi, tapi mengenakan baju preman menyamarkan identitas mereka.


“Dua semut hitam masuk, ganti.” Setelah membalas kode, dua agen polisi berdiri di depan penthouse milik Louis Sanderman.


“Mobilnya, ada di rumah. Berarti dia ada di dalam.” Terlihat satu mobil Lamborghini terparkir di depan penthouse.


Satu agen yang berada di luar penthouse, penjaga sembari mengamati keadaan sekitar. Sedangkan satu agen polisi lainnya masuk ke penthouse dengan melompati pagar.


“Aku mendengar suara di luar!” pekik Louis. Dengan cepat, ia saat itu berada di kamar menuju ke sisi jendela dan membuka tirai gorden.


“Tak ada siapapun di luar.” Louis kembali menutup tirai gorden.


Agen polisi yang ada di luar, dan aku sembunyi di balik mobil mewah, menampakkan diri. Dia lalu menuju ke kamar Louis dan memasang chip di sana, tanpa sepengetahuan Louis.


***


Halo akak semua... Hari ini up eps ya... Jgn lupa like dan comment biar semangat. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2