
Di kantor detektif Carl, pria itu sedang tidur pulas. Meskipun dia tidur, kantor dalam keadaan terbuka karena kantor masih beroperasi tidak tutup.
Tac-tac
Terdengar hentakan heels teratur dari luar kantor dan berhenti di depan pintu.
Cuckoo
“Kantor ini terlihat sepi.” ucap seorang wanita setelah menarik cuckoo di pintu juga tak melihat keberadaan manusia di kantor yang terbuka itu.
Cuckoo
Wanita itu menarik sekali lagi cuckoo di pintu karena tak ada yang keluar.
“Oh... siapa yang datang.” detektif Carl pun sampai bangun dari tidurnya karena suara berisik cuckoo. “ Lumayan sudah bisa tidur dua jam.” gumamnya sembari menatap jam yang tergantung di dinding.
Ia berjalan keluar dari ruangan setelah mengusap wajahnya menuju ke ruang depan.
“Detektif Carl.” panggil seorang wanita begitu melihat pria itu muncul.
“Nyonya Carmen ?” pria itu langsung mengenali tamu yang datang kali ini meskipun terlihat berbeda karena memakai pakaian yang rapi dan harum memenuhi ruangan khas bussines woman. “Silahkan duduk.”
Dengan mata yang masih sedikit merah setelah bangun tidur, detektif Carl kemudian ikut duduk di kursi lain, di depan wanita tadi.
“Ada apa nyonya ?”
“Maafkan aku detektif saat itu aku masih mengurusi masalahku sampai aku lupa memberikan tips padamu.”
Nyonya Carmen mengeluarkan amplop coklat lalu menyerahkannya pada detektif.
__ADS_1
“Bagaimana masalahnya setelah itu nyonya ?” tanya detektif Carl setelah melihat amplop coklat di meja tanpa menyentuhnya.
Wanita itu kemudian menceritakan jika dia memecat Sarah, Violet dan Rilly karena jika membiarkan mereka masih berada di sana maka akan menjadi ulat dan menggerogoti petugas lainnya juga untuk mengantisipasi hal yang sama akan terulang kembali.
“Jadi, begitu.” detektif Carl hanya menganggukkan kepalanya saja selama mendengarkan penuturan Nyonya Carmen.
Setelah bercakap-cakap lagi wanita itu pun pamit dari sana.
“Terimakasih detektif Carl sudah membantuku menganggap siapa pelaku pembakaran garment.” ucap Nyonya Carmen di luar kantor di depan mobilnya.
Detektif Carl hanya tersenyum kecil sembari mengangguk kembali.
Setelah kepergian Nyonya Carmen, detektif Carl tak langsung masuk. Ia berjalan lurus ke depan menyaksikan jalanan bahnhofstrasse yang sepi di siang hari, tak seperti biasanya.
“Suasana tenang hari ini.” celetuknya berdiri di ujung jalan menatap kawasan Skypea yang hijau dan damai.
Brak
Aaargh
Detektif Carl langsung berbalik begitu mendengar suara dentuman keras sekaligus jeritan melengking di depan sana.
“Astaga.” pekiknya terkejut melihat sebuah mobil yang menabrak pohon besar di tepi jalan.
Terlihat mobil bagian depan ringsek parah dan pohon yang di tabrak hampir tumbang.
“Tolong... tolooooong...!” teriak seorang wanita dari dalam mobil.
Detektif Carl melihat tak ada seorangpun di sana selain dirinya. Maka ia pun segera berlari menyeberang jalan menghampiri mobil itu.
__ADS_1
Klak
Detektif Carl membuka paksa pintu dengan alat pembuka kunci karena pintu terkunci dari dalam sedangkan wanita yang ada di dalam tak bisa membukanya.
“Nyonya, anda tak apa ?” tanya detektif Carl.
Kondisi wanita itu dalam keadaan terjepit kursi karena bagian pintu samping juga ringsek.
“Tolong aku.” ucap wanita itu mengulurkan tangannya.
“Tenang nyonya, aku akan membantumu keluar dari sini.”
Detektif Carl terpaksa menarik satu kursi yang menjepit wanita itu dan merusaknya untuk mengeluarkannya.
Zzztt
Terlihat percikan api dari salah satu kabel di mobil srtelah dia berhasil menarik kursi yang dirusaknya lalu membuangnya keluar.
“Sial, aku harus cepat.” gumamnya saat melihat percikan dari kabel putus tadi semakin besar.
“Cepat nyonya.” detektif Carl lalu menarik wanita yang tubuhnya gemetar itu keluar dari mobil kemudian berguling dengan cepat menjauhi mobil tersebut.
duar
Benar saja mobil seketika meledak. Untung saja mereka berdua selamat dan tak terkenal ledakan mobil.
“Oh, maaf.” detektif Carl segera menarik tubuhnya dan duduk sambil membantu wanita yang masih berbaring di aspal, duduk.
“haah.” pria itu sampai menarik nafas dalam berulang kali setelah berdiri dan menatap ke arah mobil yang terbakar.
__ADS_1