
Detektif Carl seketika menjadi bersemangat setelah mendapatkan informasi dari sistem.
Ia merasa beruntung kasus datang sendiri padanya dan dihitung sebagai misi oleh sistem.
“Baiklah Tuan Marcel, aku ingin minta keterangan darimu apa saja yang dilakukan putrimu saat kejadian itu terjadi.” ucapnya mulai segera investigasinya.
Tentu saja agar masalah ini cepat selesai. Maka ia tak perlu menunda waktu lagi.
Tuan Marcel kembali duduk bersama detektif Carl di kursi lain di luar ruangan tempat Amy, putrinya terbaring. Agar tidak mengganggu putrinya itu tentunya.
“Malam itu pukul 21.00 Amy keluar rumah seorang diri. Dia berpamitan padaku pergi ke Pub Red Stone yang ada di dekat sini. Tapi di luar rumah ada seseorang yang menjemputnya. Karena aku mendengar suara mobil berhenti di luar. Hanya saja aku tidak tahu siapa yang menjemputnya. Saat aku keluar mobil itu sudah pergi.”
Detektif Carl mengeluarkan catatan kuning dari tasnya dan mencatat apa yang diucapkan oleh Tuan Marcel.
“Lalu kapan dia kembali?”
“Amy pulang pukul 02.00 dini hari. Dia biasa saja tak ada yang aneh. Hanya saja dia terlihat mabuk berat. Padahal dia juga tak punya masalah apapun. Lalu dia sempat mengeluh perutnya sakit, tapi 5 menit setelahnya dia tertidur pulas.”
“Apakah tak ada kejanggalan?” tanya detektif Carl yang sedari tadi mendengarkan dengan seksama.
Tuan Marcel hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
“keesokan paginya, Amy tidak bangun juga sampai siang hari. Karena wajahnya pucat sekali lalu aku membawanya ke rumah sakit.”
“Jadi begitu.” Detektif Carl mulai mencoba mengurai masalah.
Ia perlu mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan Amy selama di Red Stone. Juga dengan siapa tadi wanita itu keluar. Dan sayangnya Tuan Marcel tidak mengetahui itu karena dia berada di dealer sampai sore.
“Tuan, aku perlu mengetahui siapa saja saat itu yang bersama putrimu. Maukah kau memberitahuku di mana letak Red Stone?”
“Aku akan mengantarmu dan menemanimu ke sana.”
Tuan Marcel segera berdiri dari tempat duduknya. Ia menyahut kunci mobil di atas meja dengan cepat.
Detektif Carl lalu mengikuti pria itu berjalan keluar lalu masuk ke mobil yang segera meluncur ke Red Stone.
Tuan Marcel halus segera turun dari mobil.
Detektif Carl sempat berhenti sebentar menatap pub dengan lampu temaram di seluruh bagian baru masuk.
“Malam, Tuan Marcel. Apakah anda kemari ingin minum? Mau pesan apa? Maka aku akan mengambilkannya.” sapa bartender di sana saat melihatnya masuk.
“Jangan salah, aku kemari bukan untuk minum tapi ada sedikit urusan.”
__ADS_1
Bartender tadi mengurutkan keningnya tak mengerti karena merasa tak punya urusan dengan Tuan Marcel.
“Aku membawa detektif kemari. Karena semuanya tampak mencurigakan bagiku. Aku perlu kerjasama untuk membantuku.” bisik Tuan Marcel.
Meskipun Lucas, si bartender langsung berubah ekspresi menjadi takut namun ia mengangguk.
“Detektif, apa saja yang kau perlukan? Pria ini akan membantumu.” Tuan Marcel kembali ke posisinya semula, di samping Detektif Carl.
Detektif Carl pun tak segan lagi karena pria itu sudah membukakan jalan untuknya.
“Tuan sebelum Aku bertanya padamu aku ingin melihat kamera CCTV di sini.”
“Baik, detektif.”
Lucas kemudian mengajak dua orang itu pergi ke sebuah ruangan di mana di ruangan itu merupakan ruangan server terhubung.
Di sana ada security yang menunggu ruangan itu. Ia pun segera menunjukkan rekaman CCTV pada hari yang diminta atas petunjuk Lucas.
Tuan Marcel dan detektif melihat dengan serius tayangan tersebut.
Dari tayangan ditampilkan jika saat itu Amy masuk ke pub bersama seorang lelaki.
__ADS_1
Setelah mereka berdua masuk, Amy duduk menunggu sementara pria yang bersamanya memesankan minuman untuk mereka.
“Tunggu! Siapa pria ini yang masuk bersama Amy ini?” ucapnya selain menuju rekaman video yang menampilkan pria tersebut.