
Leo kembali ke kantor detektif Carl. Terdengar suara mobil berhenti di depan kantor yang membuat Nyonya Peach yang masih duduk menunggu dalam kantor menoleh keluar pintu.
Ia pun bertambah antusias saat melihat asisten detektif masuk ke kantor.
“Tuan, bagaimana dengan lipstik tadi ? Apakah Hillary mengakui itu miliknya ?” ucapnya sampai berdiri.
“Ya nyonya barang sudah sampai ke penerima. Selain itu petugas polisi sudah membawanya.” jelas Leo tegas.
“Oh, kerja bagus. Luar biasa.” Nyonya Peach tersenyum puas mendengar pelaku yang berniat mencelakai dirinya sudah tertangkap.
Leo kemudian lanjut berjalan dan masuk ke ruangannya.
Sedangkan Nyonya Peach yang puas mendatangi detektif Carl yang duduk di kursi coklat gelap.
“Detektif, ini ada sedikit tips untuk anda.”
Nyonya Peach mengeluarkan ampuh putih lalu menyerahkannya pada detektif Carl.
Baru kali ini ia dibantu oleh seorang detektif dalam sebuah kasus dan baru kali ini pula ia melihat kinerja seorang detektif yang begitu cepat.
“Terimakasih, nyonya Peach, senang bekerja sama dengan anda.” ia pun menerima angka putih tersebut sembari tersenyum kecil.
“Permisi, detektif Carl.”
Nyonya Peach kemudian berpamitan. Ia menelepon seseorang untuk menjemputnya pulang.
Beberapa menit setelahnya Leo keluar dari ruangan dan menghampiri detektif Carl. Sejak tadi sebenarnya ia ingin bicara dengan pria itu namun masih ada klien jadi dia urungkan.
“Detektif tadi tuan Laurent menitipkan ini padaku.”
Leo menyerahkan amplop putih yang di bawanya lalu menyerahkan pada detektif.
__ADS_1
“Ini...” detektif membuka amplop dan ternyata isinya tips seperti yang ia dekat.
“Bagus, Leo. Kau memang bisa diandalkan.” ia menyimpan amplop tersebut setelah Leo kembali ke ruangannya.
*ding
Mission complete ! Poin sebesar 25 000 poin sudah ditambahkan. Pakai poin sekarang untuk belanja atau di tukar*.
Detektif Carl kembali tersenyum semua mendengar notifikasi sistem yang masuk untuknya.
“Belum, aku masih ingin me-redeem poin ku sistem.” ucap detektif dan sistem segera meresponnya dengan cepat.
Hingga sore hari ini tak ada main lagi yang datang ke kantor ataupun misi dari sistem hingga detektif Carl bisa bersantai sejenak.
Detektif Carl kemudian keluar dari kantor bersama Leo.
“Detektif, aku pulang dulu.” Leo berpamitan lalu masuk ke mobil.
Detektif Carl menatap mobil asistennya itu yang sudah berlalu dari kantor.
Ia lalu beralih menatap mobil biru bututnya.
“Mobilnya Leo lebih bagus dari mobil ku. Ck. Apa iya aku harus ganti mobil baru ? Setidaknya sama dengan yang dulu.” gumamnya lirih.
Mobil detektif Carl sebelumnya yang di jual adalah jenis Bugatti. Karena untuk menutup semua biaya kebutuhan waktu itu dia menjual dan menukarnya dengan mobil biru bututnya saat ini yang berharga murah sekali.
“Mungkin tak ada salahnya jika aku melihat-lihat saja. Dan jika ada mobil yang cocok aku akan membelinya.” ujarnya setelah mengingat jumlah saldonya saat ini.
Detektif Carl lalu segera masuk ke mobil biru bututnya. Ia melajukan mobilnya menuju ke dealer mobil langganannya dulu.
Tak lama kemudian pria itu tiba di sebuah dealer. Banyak pilihan mobil tersedia di sana.
__ADS_1
“Semuanya bagus-bagus.” pria itu langsung saja melihat satu per satu mobil yang ada disana.
Dari kejauhan ia melihat sosok Tak asing dan juga merupakan sosok yang paling menyebalkan bagi dirinya.
“Halo Carl. Sedang apa kau disini ?” ucap seorang pria yang tak lain tak bukan adalah detektif Darcy.
“Ck. Kenapa pria ini ada di sini ? Dunia memang begitu sempit.” umpat nya dalam hati, malas sekali bertemu dengan pria itu.
“Kau sendiri, Darcy ?” balasnya asal dengan malas lagi.
“Kau tahu sendiri kemanapun aku pergi selalu membawa kasus. Dan tentu saja kali ini aku sedang menangani kasus klien ku.” jelasnya dengan sok sekali, bahkan sampai menunjukkan kliennya segala pada detektif Carl.
“Jadi, kau kemari pasti untuk beli mobil baru bukan ? Tapi kantormu saja hampir roboh, apa kau punya banyak uang untuk membeli mobil mewah di sini ?” sindirnya langsung dan tepat menusuk hati dengan tersenyum merendahkan.
“Ya, bicaralah semau mu saja. Uang ku tak ada habisnya. Membeli tiga mobil sekaligus di sini aku bisa.” jawabnya tak mau kalah.
“Omong kosong !”
Detektif Darcy pun tak ingin berlama-lama meladeni bualan detektif Carl karena saat ini dia sedang mengerjakan sebuah kasus dan pergi dari sana secepatnya.
Detektif Carl kembali melihat-lihat kemudian berhenti pada sebuah mobil putih, Roll-Roys.
Ia tertarik pada mobil itu dan dari harga, uangnya cukup untuk membelinya.
Tepat di saat dia akan membayar mobil tersebut ia bertemu dengan pemilik dealer.
“Kau detektif Carl, bukan ?Lama sekali kau tak kemari detektif.” sapa pria berambut panjang sebahu yang dikuncir bagian atasnya dengan kumis tipisnya.
“Ya, tuan Marcel. Aku ingin membeli mobil ini.”
“Tunggu, detektif. Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Aku butuh bantuan mu. Aku ada masalah, jika kau bersedia membantu menyelesaikan masalahku maka kau boleh membawa mobil ini dan membayarnya dengan harga 30% saja. Bagaimana ?”
__ADS_1