
“Tenangakan dirimu, Detektif Carl pasti baik-baik saja.” Briptu Venus yang menemani mencoba menenangkan.
Briptu Scarlet hanya memejamkan mata beberapa kali sembari menggangguk pelan.
Jujur hatinya serasa seperti diremat keras tatkala melihat kondisi itu dan membayangkan hal itu juga terjadi pada Detektif Carl.
Tim evakuasi kemudian setelah mengevakuasi mayat tersebut.
“Lapor, Sherif Tasman. Kami menemukan korban lagi yang diperkirakan adalah korban dari pesawat Canary Airlines.” Seorang petugas menghubungi nomor atasan mereka untuk menyampaikan informasi terkini melalui ponsel.
“Baik, aku akan kirimkan tim tambahan ke sana sekarang juga. Pastikan kalian bisa menemukan banyak penumpang. Kuharap kalian tak akan mengecewakan diriku.” Percakapan di telepon berakhir setelahnya.
Tak sampai 30 menit kemudian datanglah tiga tim tambahan yang terdiri dari 50 orang untuk membantu pencarian korban di Hutan Montego.
Tak hanya mendatangkan tim pelacakan saja tapi kita kan juga tim penebang, yang mungkin saja diperlukan selama proses evakuasi untuk mempermudah proses pencarian.
“Scarlet, di sini saja bersamaku. Tim pencarian sudah bergerak kita tinggal menunggu hasilnya dengan sabar saja,” ujar Briptu Venus menarik saudarinya itu ke sisinya, saat akan masuk ke hutan mengikuti tim pencarian.
“Tapi Venus, aku tak sabar ingin bertemu dengan Carl. Mungkin saja dia terluka dan butuh bantuan dariku.”
“Di dalam sana lebih berbahaya. Percayalah padaku. Percayalah pada tim pencarian kali ini.”
Dengan kalimat meyakinkan dari Briptu Venus, membuat Briptu Scarlet terpaksa mengurungkan niatnya dan menunggu bersama saudaranya dengan hati tak menentu.
__ADS_1
Bagaimana hatinya tidak berdesir jika baru saja tim pelacakan menemukan lima orang korban, namun kondisinya menyedihkan. Mereka meninggal tersangkut di sebuah pohon dengan luka lebar di punggung, ada korban yang meninggal karena terbentur bebatuan di sana cukup keras dan sisanya meninggal karena kedinginan.
“Cari lagi ke dalam. Mungkin kita akan menemukan banyak korban lagi di sana,” ujar seorang anggita tim pelacakan.
Ia merasa usahanya tak sia-sia karena menemukan banyak korban di sana. Ada 15 orang yang baru saja mereka temukan dalam hutan.
“Lihat! Ada korban di sana!” Seorang anggota tim prlacakan menunjuk ke sebuah pohon yang menjulang tinggi. Korban ada di pucuk pohon.
“Tolong! Tolong aku!” Pria yang di duga sebagai korban dari pesawat Canary Airlines itu berteriak dengan suara lemah setelah mendengar suara keramaian di sekitar.
“Kita menemukan penumpang yang hidup. Kita selamatkan dia.”
“Tim penebang, kemari dan bantu kami. Kami kesulitan mengambil seseorang di atas sana.” Seorang anggota tim pencarian segera menghubungi tim penebang.
Tim penebang segera beraksi dan mulai menebang pohon itu dengan ekstra hati-hati. Bahkan saat pohon akan tumbang pun, dua tim itu bekerjasama dengan ekstra hati-hati.
“Tuan, tenang lah, sebentar lagi Anda akan selamat,” ujar tim pencarian.
Mereka melihat pria itu gemetar. Bahkan untuk menoleh saja dia takut. Mungkin takut jika bergerak sedikit saja atau salah bergerak akan langsung jatuh dan nyawanya dipertaruhkan di sana.
“Akhirnya kita bisa menyelamatkan Tuan ini,” ungkap seorang petugas penyelamat yang merupakan perwakilan.
“Terima kasih sudah menyelamatkan ku,” ucap tutur pria itu pada semua tim yang ada di sana.
__ADS_1
Pria itu benar-benar merasa lega sekali bisa selamat dari maut. Hal yang patut disyukurinya, dia bisa melanjutkan hidupnya tanpa luka berarti. Hanya gambar di sekujur tubuhnya yang dia rasakan saat ini. Juga rasa lemas dan lapar yang tak terkira.
“Bawa korban selamat ke rumah sakit segera!” ujar salah satu anggota tim pada rekannya.
Namun semua anggota tim terlihat sangat sibuk saat ini.
“Biar aku saja yang memanggil ambulans kemari.” Briptu Venus menawarkan diri.
Sungguh ia tak bisa hanya berpangku tangan melihat yang lainnya sibuk. Ia pun setelah mengeluarkan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari rekannya tadi, setuju atau tidak.
Beberapa menit kemudian di luar hutan terdengar suara sirine ambulans yang berdengung.
“Apakah ambulans sudah datang?” tanya salah satu anggota tim pencarian begitu mendengar suara sirine dari kejauhan.
“Aku akan memeriksanya keluar dan membawa mereka kemari.”
Seorang anggota tim kemudian segera berlari keluar untuk menjemput petugas medis, dikarenakan kondisi korban yang membutuhkan pertolongan segera.
“Di sana korban yang kami temukan. Tolong periksa mereka dan segera tangani.” Anggota tim kembali bersama petugas medis ke dalam hutan sembari juga suatu titik.
Lima belas korban kemudian dibawa oleh petugas medis kembali ke mobil ambulans dan segera dilahirkan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Syukurlah ada penumpang yang selamat di sini, itu menandakan Carl juga selamat,” lirih Briptu Scarlet ikut sedikit merasa lega.
__ADS_1
Pencarian terus dilakukan hingga siang hari. Namun sampai detik ini juga tim belum menemukan keberadaan Detektif Carl.