
Ya, agen polisi itu memang Briptu Scarlet. Dia keluar sebentar untuk membeli sesuatu dari minimarket.
“Bisa kau beritahu padaku seperti apa ciri gadis yang kau cari?” tanya Briptu Scarlet.
“Ini.” Nenek itu menyerahkan foto Choco yang sedari tadi dia bawa dan diperlihatkan pada siapapun yang ditemuinya.
Briptu Scarlet melihat foto gadis kecil itu dan mengingatnya.
“Aku akan membantu Nenek menemukannya. Tapi aku tidak bisa memastikan kapan aku bisa membawanya kembali.”
“Terima kasih, Nona. Aku berharap sekali padamu.”
Briptu Scarlet kemudian menanyakan kronologis kejadian detailnya semalam sebelum gadis kecil itu hilang.
“Baiklah, aku akan segera mengurusnya. Anda bisa cek rutin perkembangan kasusnya di kantor polisi dan cari saja aku.” Briptu Scarlet menyerahkan kartu namanya.
Setelahnya ia kembali ke mobil dan meninggalkan nenek tadi. Di tengah jalan dia menyapukan pandangan ke sekitar jalan.
Ada banyak pejalan kaki yang berseliweran di jalan. Terlebih di saat lampu merah begini. Di depan sana ada beberapa ibu yang melewati zebra cross dengan beberapa anak kecilnya.
“Gadis hilang dalam foto tadi seumuran dengan gadis itu,” tutur Briptu Scarlet mengamati.
__ADS_1
Di saat lampu hijau menyala kembali, mobil yang Briptu Scarlet kendarai, melaju kembali. Entah kenapa jalanan hari ini sepertinya banyak dipenuhi oleh anak kecil.
Terdengar telat dan tawa beberapa anak kecil di jalanan.
Apa hari ini hari anak? pikir Briptu Scarlet.
Ia memutar bola matanya untuk menatap layar ponselnya yang ada di atas dasbor untuk melihat tanggal hari ini, namun pandangannya terkunci pada sesuatu yang barusan dilihatnya.
“Gadis kecil itu, gadis itu mirip dengan gadis yang ada di foto Nenek tadi.” Briptu Scarlet menghentikan mobilnya segera, di tempatnya ia melihat gadis itu, di depan sebuah toko mainan anak.
Gadis itu terlihat menoleh ke belakang dengan seutas senyum lebar menunggu seseorang. Di tangannya membawa dua tas besar berisikan mainan dan mungkin pakaian, tidak terlalu jelas, apa isi pastinya.
“Apa kau Choco?” tanya Briptu Scarlet segera. Dan gadis kecil itu mengangguk.
“Dengan siapa kau kemari?” Choco diam tak menjawabnya.
“Nenekmu bingung mencarimu, ayo pulang. Aku akan mengantarmu.”
“Tidak, aku akan pulang nanti dengan kakak itu.” Choco menunjuk seorang ke dalam toko mainan.
Briptu Scarlet mengikuti jari tangan Choco menunjuk. Sungguh suatu hal yang mengejutkan yang dia lihat.
__ADS_1
Seorang pria yang mengenakan setelan baju berwarna orange terang, sedang mengantri di kasir untuk membayar.
“Oh, pria itu. Pria yang kemarin sore hampir kutabrak? Siapa dia sebenarnya?”
Di antara rasa terkejut dan rasa khawatirnya, Briptu Scarlet langsung memegang erat tangan Chocho. Dengan sedikit menarik dia memaksanya pergi dari sana.
“Tidak, tolong lepaskan aku. Aku mau menunggu kakak itu kembali dulu,” ujar Chocho.
“Tapi, Nenekmu sudah menunggumu sejak kemarin dia bingung mencarimu kemana-mana.”
Tepat di saat Briptu Scarlet berhasil menyeret Choco, pria bersetelan baju orange terang tadi keluar dari toko mainan.
Pria itu kemudian langsung mengejar Chocho. Dia ikut menarik sebelah tangannya. Terjadi perebutan di antara pria tadi dengan Briptu Scarlet.
“Lepaskan dia, kau membuatnya tidak nyaman!” ucap pria berbaju orange terang.
“Tidak akan! Kau penculik anak lepaskan dia! Aku juga akan menangkapmu karena ini.”
Pria berbaju orange tadi berhasil merebut Choco dan membawanya pergi.
“Tunggu! Awas kau! Aku tak akan melepaskanmu!” Briptu Scarlet mengejar pria tadi.
__ADS_1