
Mendengar suara deru mobil keluar dari area kantor, Leo segera beranjak dari tempat duduknya lalu menuju ke luar.
“Yah, detektif Carl sudah pergi dan dia meninggalkan di kantor lagi kali ini.” gumam Leo terlihat kecewa karena mobil itu sudah hilang dari pandangan terpaksa ia pun masuk kembali ke ruangannya.
“Mungkin saja nanti akan ada klien baru yang datang ke sini menyerahkan sebuah kasus.” gumamnya menghibur dirinya sendiri karena harus berjaga di kantor seorang diri.
Di Garment Ferotech terlihat 10 orang wanita pekerja Nyonya Carmen sudah datang.
“Apa ya kita kerjakan dengan kondisi seperti ini ?” keluh seorang wanita setengah masuk ke ruang khusus.
Nyonya Carmen mengumpulkan 10 wanita itu di ruangan khusus yang biasanya di pakai saat ada briefing singkat dan tentunya kondisi dinding ruang itu juga sedikit terbakar.
“Aku sengaja mengumpulkan kalian semua kemari. Ingat bekerjalah sama kalian dengan tuan Carl agar semuanya cepat selesai.” jelas nyonya Carmen memperingatkan mereka semua.
“Baik, nyonya.” jawab mereka semua.
“Sebenarnya siapa tuan Carl itu ?” ucap seorang wanita berbisik pada temannya.
“Kau sungguh tidak tahu siapa dia ?” balas seorang wanita tak percaya ada orang yang tidak mengenal sosok tersebut.
Julia menggelengkan kepalanya.
“Dia itu detektif, detektif Carl.” jawab Luna.
“Astaga, dia detektif ?” bukan Julia yang terkejut mendengarnya tapi Deby.
Dari arah lain Sarah Seraphine yang menyendiri ikut mendengarkan pembicaraan mereka dan raut mukanya seketika berubah pucat.
__ADS_1
Tak lama kemudian detektif Carl tiba.
“Oh, detektif aku sudah menunggumu lama.” ucap Nyonya Carmen menyambut kedatangan pria itu. “Ayo-ayo kita mulai investigasinya sekarang.”
Wanita itu terlihat tak sabar dan segera mengajak masuk detektif Carl. Ia memanggil semua pekerjanya menuju ke lantai satu.
“Baiklah, aku ingin memulai interview dengan karyawan yang merokok di sini. Bagi kalian yang merokok silakan maju kemari.” ucap detektif Carl setelah duduk di sebuah kursi di sudut ruangan.
Tiga orang wanita maju dan duduk di kursi yang ada di depan meja detektif Carl yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh Nyonya Carmen.
Luna, Violet dan Deby duduk dengan wajah pucat.
“Apakah peristiwa kebakaran Ini ada hubungannya dengan rokok ?” batin mereka bertiga ketakutan.
“Nona aku ingin melihat jenis rokok kalian. Tolong tunjukkan
Segera saja tiga wanita itu mengeluarkan rokoknya masing-masing.
Luna dan Deby mengeluarkan rokok sigaret. “Ini detektif.”
Mereka menaruhnya ke meja.
Sedangkan Violet mengeluarkan rokok elektrik dan menaruhnya ke meja.
“Nona Violet, sebelumnya kau merokok jenis sigaret seperti mereka berdua tapi kenapa kau menunjukkan rokok elektrik ini padaku ?” tanya detektif Carl penasaran. Apa wanita itu mencoba menyembunyikan sesuatu darinya.
“Aku memang merokok jenis keriting seperti mereka berdua. Tapi Sebenarnya aku ada keinginan untuk berhenti merokok jadi terkadang aku memakai rokok elektrik. Dan kebetulan rokok sigaret ku habis jadi aku gunakan rokok electrik ku, tuan.” jelas Violet wanita berusia 35 tahun berambut keriting.
__ADS_1
Detektif Carl mengambil rokok elektrik tersebut. Di sana ada motif mawar kecil, sama persis dengan motif mawar yang ada pada pemantik tapi yang dia temukan ditumpukan abu kain.
“Nona bisa jelaskan apa kau penggemar motif bunga mawar seperti ini ?” tanya detektif Carl tak langsung mengerahkan ke barang bukti yang serupa.
“Ya, aku suka motif itu dan aku mempunyai beberapa item bermotif bunga mawar kecil seperti ini.” jelas Violet dengan tenang karena ia merasa benar-benar tak melakukan apapun di sana.
Sedangkan Luna dan Debby masih terlihat pucat menunggu giliran mereka untuk di minta keterangan.
Tujuh wanita lain yang masih ada di ruangan itu dan duduk di kursi chrome ikut menunggu giliran mereka dengan cemas.
Dugaan pun mengarah pada Violet karena wanita itu bilang sendiri jika dia mempunyai item bermotif seperti itu.
“Ini.” detektif mengeluarkan pemantik api kecil dari saku bajunya lalu menaruhnya ke meja.
“Itu ?!” Langsung saja Violet terkejut melihat item tersebut.
“Apakah kalian bertiga mengenal benda ini ?” detektif Carl menunjukkan pemantik api tersebut pada 3 orang wanita di depannya.
“Aku sama sekali tak mempunyai pemantik tapi seperti itu tuan.” jawab Luna menyangkal.
Bahkan ia pun segera mengeluarkan pemantik apinya yang polos berwarna silver pada detektif.
“Aku juga tak mempunyai pemantik api seperti itu detektif.” sangkal Deby lalu menunjukkan pemantik apinya yang bermotif motor race, karena memang dia penggemar motor sport.
“Nona Violet ?” pria itu beralih menatap wanita yang terlihat pucat sekali dan mulai berkeringat dingin.
“Ya, aku punya pemantik api jenis itu. Ada lima pemantik api ku yang bermotif bunga mawar kecil seperti itu. Tapi bukan aku yang membakar tempat ini, tuan. Sungguh.” jawabnya dengan gemetar.
__ADS_1
Violet melihat pemantik api tersebut dan pemantik api itu memang miliknya.