Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 42 Kebakaran


__ADS_3

Hari hampir malam barulah mereka berdua selesai merenovasi kantor.


“Kurasa pekerjaan kita hari ini sudah cukup sampai di sini.” ucap detektif Carl setelah cuckoo di kantor nya berdentang lima kali dan itu artinya menandakan sudah pukul 05.00 sore.


“Ya, detektif Carl dan tanganku rasanya nyeri setelah memegang palu berat ini.” Leo masukkan palu yang dipegangnya ke kotak peralatan dan menyerahkannya kembali pada detektif Carl.


Sedangkan detektif Carl hanya tersenyum kecil saja sambil mengusap peluhnya.


“Leo ambillah ini.” pria itu mengeluarkan $ 30 lalu memberikannya pada asistennya itu.


“Detektif, ini...” Leo termasuk mengembalikan uang yang ada di tangannya.


“Sudah bawa saja. Itu uang lelahmu.” menurutnya Leo pantas mendapatkan sejumlah nominal yang tidak besar itu.


Leo pun tersenyum karena keringatnya dihargai lalu cara menyimpan uang tersebut.


“Aku pulang dulu, detektif.”


“Ya, besok kau boleh datang terlambat maksimal 1 jam.” ucap detektif Carl kembali memberikan keringanan untuk satu-satunya asisten yang bekerja untuknya karena ia tahu Leo pasti lelah setelah membantunya merenovasi kantor.


Sepuluh menit kemudian Detektif Carl yang sudah merasa sedikit Hilang Rasa lelahnya segera keluar dari kantor dan mengunci rapat-rapat lalu masukkan mobil biru bututnya.


whoosh


Angin menerobos masuk ke mobil detektif Carl dan pria itu sengaja membuka sedikit kaca mobilnya di tengah jalan.


“Udara alami memang jauh lebih baik daripada udara buatan.” gumamnya lalu mematikan AC mobil.


Tak hanya membuka sedikit kaca jendelanya, pria itu pun mengendarai dengan kecepatan sedang untuk menikmati jalan yang tidak macet waktu hampir malam ini.

__ADS_1


ding


Tiba-tiba terdengar kembali notifikasi masuk.


“Semoga saja di malam seperti ini aku tidak akan mendapatkan misi lagi.” celetuknya berharap di Tengah rasa lelahnya dan ingin segera beristirahat di kasurnya yang empuk.


Misi ke tiga


Jika malam ini bisa mendapatkan satu klien maka akan mendapatkan poin sebesar 7 000 poin.


“Apa ?! Gila apa !” gerutu detektif Carl mengumpat keras karena tak sesuai dengan harapannya.


Mana mungkin ada klien di malam hari seperti ini. Terlebih lagi dia sedang berada di ujung lelahnya.


“Bagaimana jika tidak mendapatkan klien malam ini ?”


Tak akan mendapatkan 7 000 poin dan hanya akan mendapatkan 3 000 poin jika menemukan klien baru esok harinya.


Di tengah jalanan yang lengang, detektif Carl berhenti sebentar dan menampilkan mobilnya.


Ia berniat untuk membeli secangkir moccacino untuk mengatasi matanya yang berat.


“Jangan sampai aku tertidur saat mengemudi.” gumamnya kemudian menatap ke jalanan mencari toko atau minimarket yang menjual minuman yang dicarinya.


Ia pun menemukan minimarket tak jauh dari mobilnya terparkir dan segera membeli dua kaleng moccacino.


“Mataku terasa sedikit lebih ringan daripada sebelumnya.” gumam pria itu setelah keluar dari minimarket dan segera meminum moccacino yang dibelinya.


klontang

__ADS_1


Detektif Carl kemudian membuang dua kaleng yang sudah kosong itu ke tempat sampah.


Baru saja ia sampai depan mobilnya dan akan masuk tiba-tiba terjadi sesuatu yang menggemparkan.


Boom


Terdengar ledakan dahsyat berasal dari sebuah bangunan yang berada di seberang jalan tepat di depan mobil pria itu terparkir.


Api tiba-tiba saja melahap sebuah garment.


“Astaga, kebakaran !” pekiknya terkejut.


Segera saja pria itu menyeberang jalan dan menuju ke lokasi terjadinya kebakaran setelah mendengar suara teriakan yang dipastikan adalah korban kebakaran.


“Tolong !!!” teriak nyaring dari para korban kebakaran yang masih ada di dalam garmen.


Langsung saja detektif Carl menghubungi nomor darurat 112 untuk memanggil mobil pemadam kebakaran.


“Tolong !!” teriak seorang gadis kecil dari sebuah jendela garmen.


“Jika menunggu kedatangan mobil damkar, mungkin saja gadis itu akan terbakar.”


“Tolong !!!” teriak seorang wanita dari dalam garmen yang terlihat kebingungan menatapnya.


“Tunggu di sana aku akan membantu kalian !” teriak detektif Carl dari bawah melihat ke lantai dua.


Akhirnya pria itu pun turun tangan juga karena tak bisa melihat orang yang kesusahan di depan matanya tanpa berbuat apapun.


Zrash

__ADS_1


Detektif Carl melihat ada kran air di luar dan dia pun segera membuka kran itu kemudian membasahi seluruh tubuhnya.


“Dengan begini semuanya akan baik-baik saja.” dengan tubuhnya yang basah, ia pun segera berlari masuk ke kobaran api di garment tersebut.


__ADS_2