Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 178 Mengunjungi Teman Ketiga


__ADS_3

Leo merasa aneh jika Hugo menyatakan teman Isabelle bernama Octo, bukan Richard. berbeda dengan apa yang diceritakan oleh Charles sebelumya.


“Pria itu bernama Octo bukan Richard?” tegas Leo, untuk mencari kebenaran.


“Ya, Tuan. Aku ingat dengan jelas Isabelle menyebut nama pria itu berulang kali dengan sebutan Octo,” timpal Hugo.


Leo menautkan kedua alisnya. Kenapa bisa ada perbedaan nama dengan orang yang sama seperti itu? Apakah itu benar orang yang sama atau berbeda?


“Apakah Nona Isabelle menyebutkan dimana Octo tinggal?” tanya Leo untuk memperjelas.


“Jenewa. Ya, Isabelle bilang pria itu tinggal di Jenewa.”


“Berarti dua nama untuk satu orang yang sama? Lantas kenapa berbeda?”


Hugo menggelengkan kepala sambil mengangkat kedua bahunya. Dia memang tidak mengetahui hal itu sampai sedetail mungkin. Terlebih sampai berbeda nama seperti itu.


Banyak spekulasi yang muncul setelahnya. Leo menduga bisa saja itu nama lengkap satu orang, atau memang nama dua orang yang berbeda.


Sudahlah, aku akan menyelidikinya sendiri nanti.


“Tuan Hugo apakah mengetahui Di mana alamat lengkap Octo?”

__ADS_1


“Aku tidak tahu pasti di mana alamatnya. Tapi Isabelle pernah menyebut jika pria itu merupakan putra dari pengusaha batu bara.”


“Pengusaha batubara di Jenewa? Aku akan mencari informasi lanjutan nanti,” timpal Leo.


Ia melanjutkan investigasinya dengan melempar banyak pertanyaan pada Hugo untuk melengkapi puzzle yang ada.


“Apakah Nona Isabelle pernah bertemu dengan Octo?”


“Ya, mereka sudah sering bertemu.”


Jawaban dari Hugo benar-benar cukup membuatnya pusing. Bagaimana tidak pusing jika lagi-lagi terjadi perbedaan argumen.


Mana yang benar jika begitu? Bahkan Tuan Tom dan Nyonya Kate pun nampak ikut bingung juga dengan perbedaan kesaksian.


Hah! Beberapa kali Leo sempat membuang napas panjang, menghadapi kasus yang cukup rumit ini.


Leo pun mencoba membahas lainnya daripada berada di titik yang sama tetap diam menunggu kepastian yang belum ada kejelasannya. Yang justru akan memperlambat kinerjanya.


“Apakah kau tahu Tuan Hugo atau mungkin masih mengingatnya kejadian semalam sebelumnya?” tanya Leo untuk meyakinkan kebenaran.


Hugo diam sejenak untuk berpikir dan mengingat kembali kejadian dua hari yang lalu. Ia kemudian menceritakan pada Leo jika Isabelle saat itu terlihat sedang sedikit terganggu pikirannya, entah ada masalah apa.

__ADS_1


Tapi dia tak berani memberitahukan keadaan yang sebenarnya pada Detektif Carl, mengingat bukti belum lengkap dan itu hanyalah dugaan yang belum tentu kuat di mata hukum.


“Apakah ada yang lainnya?” tandas Leo.


“Ya, Isabelle nampak cemas sekali siang itu. Dia mampir ke sini sebentar. Tapi dia bilang tak punya masalah sama sekali dengan siapapun. Jadi, kurasa dia memang benar-benar bohong. Lagi, dia beberapa kali menyebut nama Natcracker kemudian nampak gemetar setelahnya,” papar Hugo panjang lebar.


Leo beralih ke pertanyaan berikutnya setelah kondisi yang diceritakan oleh Hugo sama dengan kondisi yang diceritakan oleh Charles.


Investigasi berakhir 20 menit berikutnya.


“Permisi, aku akan pamit mendahului dikarenakan besok harus apel pagi di kantor.” pamit Leo.


Tuan Tom dan Nyonya Kate kemudian berjalan mengikuti Leo sampai ke depan rumah.


“Apakah kita akan mengunjungi teman Isabella ketiga?”


“Tentu saja Nyonya Kate. Mumpung aku ada di sini, jadi tidak bolak-balik.” Leo mengulas senyum tipis di ujung bibirnya.


“Kita akan pergi segera ke rumah David.”


Tuan Tom dan Nyonya Kate sudah ada di mobil. Selang beberapa saat setelahnya mobil meluncur ke rumah David.

__ADS_1


__ADS_2