
Leo sampai di luar mall. Ia menyisip di antara pengunjung mall yang ada untuk mengikuti Ricky Moldov.
Terdengar suara pintu mobil berwarna hitam tertutup di depan Mall setelah Ricky Moldov masuk.
“Sekarang sudah aman tak akan ada yang melihat wajahku.” gumam pria itu.
Ia pun kemudian melepas masker putih dan juga kacamata hitam yang dikenakannya saat itu.
Selang beberapa detik setelahnya Leo terlihat sudah masuk ke mobil dan mengikuti mobil hitam Ricky Moldov.
Ia mengikuti di belakang mobil lainnya untuk menyamarkan dirinya.
“Kemana dia sebenarnya ?” gumam Leo terus mengikuti.
Ricky Moldov tak pulang ke rumah sesuai dengan alamat yang di tempati pria itu.
Tak lama kemudian Ricky Moldov berhenti 20 menit kemudian di sebuah rumah.
“Rumah siapa itu ?” gumam Leo ikut berhenti tujuh meter di seberang jalan.
Ricky kemudian turun dari mobil hitam menuju ke sebuah rumah.
“Ternyata kau. Ayo masuk.” seorang pria keluar dari rumah tersebut dan segera mengajak masuk Ricky.
“Wajah itu sepertinya tidak asing.” gumam Leo mengamati dari kejauhan.
__ADS_1
Ia pun mengeluarkan data yang didapatnya dari Magic Icy karena mengira sosok pria tersebut adalah salah satu pekerja di sana.
“Astaga pria tadi benar pekerja Magic Icy dan masih aktif pula, Ryan Oxx.” pekik Leo menemukan wajah pria tadi pada data yang di bawahnya.
Setelah dua pria tadi masuk ke rumah bercat kuning pucat di seberang jalan, maka Leo pun ikut menyeberang jalan menuju ke rumah tersebut.
“Semoga saja item ku kali ini berguna tidak seperti sebelumnya.”
Langsung saja Leo mengeluarkan headset dan memasang ke telinganya dan menempelkan bagian lainnya ke dinding.
Terdengar percakapan di sana, “Untung tidak kedap suara di sini.”
Leo mendengarkan semua percakapan mereka.
“Ricky, bagaimana apa kau mendapatkan bayaran dari Scorny Icy dan Cool Icy ?”
“Jangan lupa bagian ku. kesepakatan kita 50:50 sebelumnya.”
“Tapi kau sudah dapat gaji pula dari Magic Icy dan sekarang dapat tambahan. Rekening mu pasti gendut.”
“Apa ?!” Leo yang mendengar itu terkejut bukan kepalang pada apa yang dua pria itu ucapkan. “Aku harus merekamnya.”
Para detektif jika bekerja selalu ditemani oleh beberapa item yang menunjang pekerjaan mereka.
Leo kemudian mengeluarkan alat perekam dan segera merekamnya untuk bukti sembari terus mendengarkan percakapan mereka.
__ADS_1
Tac-tac
Terdengar suara langkah kaki berjalan menuju keluar.
“Sial ! Aku harus segera pergi dari sini.”
Leo bergerak cepat. Ia segera mematikan rekamannya dan pergi dari sana secepat mungkin kembali ke mobilnya.
“Ternyata mereka masih berada di sana dan tak keluar.” gumamnya dengan nafas sedikit terengah karena berlari menyeberang jalan dengan cepat.
Mumpung Ricky dan Ryan masih di sana maka Leo pun bermaksud memberitahukan itu pada tuan Laurent.
“Tuan, aku berada di sekitar rumah salah satu pekerja mu Ryan Oxx. Aku menemukan sesuatu yang menarik.” ucap Leo setelah menghubungi kliennya dan tersambung beberapa detik setelahnya.
Leo kemudian menjelaskan secara garis besar saja jika Ryan Oxx ternyata cukup dekat dengan Ricky Moldov.
“Tuan, anda bisa dengarkan sendiri bukti rekaman yang ku kirim pada anda.” tambah Leo lagi dan segera mengirimkan rekaman tadi pada tuan Laurent.
“Tetaplah di sana, tuan Leo. Aku akan menyusul mu.” jawab tuan Laurent kemudian segera mematikan sambungan telepon.
Bip
Setelah telepon mati, tuan Laurent segera mendengarkan rekaman yang dikirim oleh Leo.
Pria itu kebetulan ada di outlet Center. Ia berdiri di ruangan ini sambil mendengarkan rekaman itu sampai selesai.
__ADS_1
“Brengsek kalian berdua !” umpatnya keras dengan rahang tulang pipi yang menonjol dan tangan yang terkepal erat.
Tuan Laurent kemudian berjalan keluar dari outletnya dengan cepat lalu masuk ke mobilnya dan meluncur menuju ke rumah Ryan, sebelum pekerjanya itu pergi dari sana.