
“Pengeboman Pesawat Canary Airlines?!” Manajer Neil terkejut mendengar tuduhan yang di alamatkan oleh agen polisi pada artisnya.
Manajer Neil masih diam tak percaya mengetahui semua itu. Louis Sanderman yang menurutnya masih childish dan orang bertanggung jawab dalam berbagai kisah melukai banyak orang.
Apa dia benar Louis Sanderman yang kukenal? Bagaimana dia bisa merakit bom? Bukankah dia hanya orang biasa?
“Manajer Neil, bawakan aku pengacara untuk membebaskan aku.” Louis Sanderman menoleh ke belakang sembari berteriak.
Manajer Neil masih diam terpaku menatap punggung Louis sampai akhirnya hilang dari pandangannya. Dia benar-benar tidak tahu, tindakan apa yang harus diambilnya?
“Louis Sanderman...” Manajer Neil kembali ke ruangannya dengan limbung.
***
Di kantor polisi, Brigadier Darell dan Detektif Carl tiba membawa Louis Sanderman.
“Masuk saja kau ke sel!” sentak Brigadier Darell.
Dia membawa target ke sel tahanan sementara. Detektif Carl mendorong Louis Sanderman dengan kasar saat pintu sel terbuka.
__ADS_1
Klik! Brigadier Darell kemudian mengunci sel tahanan tersebut.
Sedangkan Detektif Carl masih berada di sana, setelah rekannya itu pergi. Dia tak melepaskan sedikitpun kuncian pandangannya pada Louis Sanderman. Pria yang sudah membuat wanitanya terluka.
“Kalian tunggu saja para agen polisi, aku tak akan lama berada di sini dan dalam hitungan jam aku akan segera bebas. Manajer ku akan datang dan membawakan pengacara untukku,” cetus Louis Sanderman masih bisa mengulas senyum di depan Detektif Carl.
“Tersenyumlah selagi kau masih bisa tersenyum sebelum dakwaan dan hukuman dijatuhkan padamu. Dua puluh tahun kurungan penjara atau bisa saja penjara seumur hidup mengingat banyaknya korban yang meninggal di pesawat,” ejek Detektif Carl.
Louis Sanderman yang marah kemudian maju ke depan, ke tempat Detektif Carl berada. Dia melempar tatapan tajam khas seorang pembunuh.
Detektif Carl mundur dua langkah. Ia tak ingin berdekatan dengan seorang pembunuh. Sampai sekarang Iya masih berada pada batas kesabarannya menghadapi Louis Sanderman.
“Agen polisi itu duduk dan tak ada apa-apanya!” hina Louis Sanderman.
“Kau yang bodoh dan cari mati psikopat gila! Kau tak pantas menjadi seorang artis! Sekarang aku ingin tahu alasanmu kenapa kau menculik dua orang ini?”
Detektif Carl menunjukkan foto Choco dan Briptu Scarlet.
Louis Sanderman membulatkan sepasang bola matanya lebar-lebar, tatkala melihat foto tersebut.
__ADS_1
“Kau tidak bisa bicara? Kemana lidahmu yang pedas seperti cabai tadi?” hardik Detektif Carl.
Louis menatap Detektif Carl dengan diam.
Bagaimana bisa dia menemukan mereka berdua? Jadi dipastikan mereka sekarang sudah bebas dari rumah tua itu, batin Louis Sanderman.
“Aku pastikan sekali lagi, kau tak akan pernah bisa keluar dari sini. Ingat itu!” Setelah mengancam, Detektif Carl pergi dari sana.
Dia akan menunggu waktu yang tepat untuk menghukum Louis Sanderman.
***
Di depan studio film kini sudah banyak reporter dan wartawan yang datang untuk meliput berita.
Tak bisa dihitung berapa jumlah mereka. Mereka terlihat seperti semut yang sedang mengerubungi sepotong kue.
“Apakah benar artis Louis Sanderman merupakan tersangka dalam peristiwa meledaknya pesawat Canary Airlines?” ungkap seorang jurnalis pers artis.
“Semua itu masih belum pasti selama belum ada bukti otentik dan kuat yang menjerat Louis Sanderman.” Pihak manajemen artis mengungkapkan dan membela pekerjanya.
__ADS_1
“Tapi pihak kepolisian sudah membawa Louis Sanderman. Apakah itu mungkin anggota kepolisian melakukan kesalahan?” ungkap reporter dari media lain.
Berita tentang ditangkapnya Louis Sanderman yang menyebar dengan cepat membuat seluruh warga Perancis gempar.