
Dalam waktu singkat saja pria jangkung tadi berhasil memindahkan isi brankas dalam tas besar yang dibawanya.
“Kemananan disini payah.”gerutunya, tersenyum lebar menuju ke pintu keluar dengan tas besar yang dipikulnya.
Ia lewat pintu belakang, bukan pintu depan tempat ia masuk tadi. Sengaja, agar lebih cepat juga menyamarkan perhatian publik padanya.
“Bye.” Pria tadi segera masuk ke mobil, melewati para petugas security lainnya yang juga tergeletak di lantai.
Mobil meluncur dengan kecepatan super menuju ke sebuah tempat. Dimana di sana banyak berkumpul pria seperti dirinya. Pria dengan tato ular di lengan kanan dan juga gelang bersimbolkan ikan menelan bom.
“Hei, kau datang. Bagaimana buruanmu hari ini?” tanya pria kekar dengan tindikan di salah satu alis menatap pria jangkung tadi.
“Ini.” Pria tadi duduk sembari menaruh tas besarnya di meja.
Ia membuka resleting tas lalu menunjukkan isinya pada mereka semua. Tumpukan uang baru dengan aroma khasnya yang di cari setiap orang meski tak suka dengan baunya.
Datang lagi dua pria lain yang ikut duduk dan bergabung dengan mereka dengan membawa dua botol besar wine dan bau alkohol yang menguar dari mulut mereka.
“Kau mau ikut tidak nanti untuk sesi penukaran organ?” tanya salah satu pria sembari menenggak gelas wine.
“Aku tidak tahu. Jika berminat nanti aku akan menyusul.” jawab pria jangkung tadi sembari menutup kembali tas berisi uang.
Musik menghentak keras di tempat itu. Mereka semua tampak menikmati suasana ramai malam itu.
Sementara itu di rumah sakit, Briptu Scarlet sudah menjalani perawatan. Lengannya yang terluka karena tikaman pisau lipat pria tadi, sudah diperban dan kini ia duduk di tempat tidur.
“Untunglah kau datang tepat waktu tadi. Jika saja tak ada dirimu, mungkin saja aku sudah--” Detektif Carl langsung memotong kalimatnya. “Tak akan kubiarkan siapapun menyentuhmu terlebih melukaimu.” potong pria tersebut.
__ADS_1
Mereka berdua duduk dekat sekali. Di ruangan itu juga hanya ada mereka berdua saja. Suasana sepi membuat suasana berbeda malam itu.
“Carl....” Briptu Scarlet menatap pria yang duduk di sampingnya itu dengan tetapan intens yang hangat.
Bahkan kali ini wanita itu mengusap lembut pipi Detektif Carl.
“Scarlet, kau--” Briptu Scarlet membungkam bibir Detektif Carl dengan ciumannya.
Baru kali ini wanita itu bisa bebas mengekspresikan isi hatinya. Memeluk dan mencium lelakinya.
Kring! Ponsel berdering dengan berisik, membuyarkan ciuman panas mereka.
Sial! Di momen yang kutunggu seperti ini harus berakhir dalam waktu singkat. batin Detektif Carl, menyayangkan sekali momen romantis mereka harus berakhir secepat itu.
Ponsel Briptu Scarlet yang berdering, maka ia pun segera mengeluarkan benda pipih tersebut lalu mengangkatnya.
“Ada laporan masuk dari tim jika satu jam dari sekarang akan ada transaksi jual beli organ.” jawab suara di seberang telepon.
Baik Detektif Carl maupun Briptu Scarlet terkejut mendengar laporan tersebut.
“Dimana lokasinya?”
Briptu Dawson lalu menjelaskan di mana lokasi tepatnya transaksi itu akan terjadi.
Sesaat setelah panggilan berakhir, Briptu Scarlet turun dari tempat tidur.
“Hei, kau mau ke mana?” Detektif Carl pun sampai ikut turun dan menyusul wanita itu berlari ke pintu.
__ADS_1
“Tentu saja menuju ke sana, kemana lagi?!”
“Tapi, lenganmu baru saja dirawat dan belum kering. Jangan ke sana.” larang Detektif Carl, sembari menarik tangan Briptu Scarlet.
“Aku baik-baik saja sekarang dan ini adalah tugasku.” balasnya, bersikeras.
“Baiklah kau boleh ke sana tapi denganku. Selain itu kau lepas seragammu dan ganti dengan baju sipil.” Sungguh ia khawatir bertemu dengan sindikat lagi maka mungkin saja wanitanya itu akan kembali terluka.
Kali ini Briptu Scarlet menuruti permintaan Detektif Carl setelah memikirkannya. Karena memang lebih aman melepas seragam dinasnya.
Dua orang itu kemudian masuk ke mobil putih Roll Royce, dan di tengah jalan mereka berhenti di sebuah butik.
“Tunggu sebentar di sini.” Briptu Scarlet turun sendiri dari mobil lalu masuk ke butik tersebut. beberapa saat selanjutnya kembali masuk ke mobil dia sudah berganti dengan pakaian sipil.
“Dimana alamat mereka bertransaksi?” tanya Detektif Carl.
“Di Apple Fort nomor 4.”
Detektif Carl pun sekarang memang cuma banyak Menuju ke alamat tersebut. Sepuluh menit kemudian mereka tiba di lokasi yang dekat dari mereka itu.
Pria itu tak menghentikan mobilnya tepat di depan alamat tersebut, tapi agak jauh dari sana.
Ssts! Detektif Carl segera menaruh jari telunjuknya ke bibir Briptu Scarlet saat wanita itu akan bersuara. Ada seseorang melintasi mobil mereka.
***
Bantu penulis dengan berikan jempol di setiap episode kak ya. Terimakasih 😊🙏
__ADS_1