Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 236 Bertemu Orang Yang Tepat


__ADS_3

Nenek tadi kemudian berjongkok memungut keranjang bunga di tanah. Dia perhatikan keranjang bunga tersebut dengan melihatnya seksama.


“Ini benar keranjang milik Chocho. Ada helaian mahkota bunga krokus di sini.” Nenek itu yakin dengan keranjang milik cucunya yang ia kenali.


“Choco! Kau kemana? Choco!” Nenek itu terus berjalan dan mencari cucunya di sekitar rumah.


Ia resah setelah beberapa saat mencari dan belum menemukan cucunya juga. Hanya keranjang kecil itu saja yang ditemukannya.


“Uhuk! Apa aku perlu bertanya pada tetangga sekitar. Mungkin mereka tahu.”


Nenek tadi kemudian menuju ke rumah tetangga, untuk menanyakan keberadaan cucunya. Apakah mereka melihatnya atau tidak?


“Maaf, semalam aku tidak melihat Chocho. Aku pulang ke rumah pukul 19.00,” ujar tetangganya seorang pria yang bekerja di sebuah rumah makan.


“Baiklah, terima kasih.”

__ADS_1


Nenek tadi berjalan sedikit terhuyung karena salah satu kakinya di seret saat berjalan, entah karena sakit atau karena sudah usia. Ia kemudian berhenti di rumah tetangga lagi dan menanyakan kembali tentang keberadaan cucunya.


“Aku tak melihat Chocho, sungguh. Aku baru pulang dari tempat kerjaku pukul 18.00.” Seorang wanita menjelaskan.


Nenek tadi kemudian kembali berjalan ke rumah tetangga lainnya, jika dihitung sudah ada tujuh rumah yang dia datangi.


“Kemarin aku melihat Chocho keluar bersama seorang pria yang tampak bersinar. Entah kemana mereka, aku hanya mendengar suara tawa cucumu itu.” Seorang wanita Rusia sama dengan nenek menjelaskan.


“Apa? Katakan seperti apa pria yang membawa Chocho?”


“Aku kurang begitu jelas, karena gelap. Tapi dari posturnya dia terlihat masih muda. Aku kira dia pembeli bunga Chocho, karena dia membawa banyak bunga krokus.”


Apakah Chocho di culik oleh seorang pelanggannya?


Wanita tua itu nampak panik setelah mendapatkan penjelasan dari tetangganya tadi. Dia jadi semakin bertambah bingung mau kemana lagi mencarinya.

__ADS_1


Seingatnya Chocho tidak punya teman dekat yang merupakan seorang dari pelanggannya. Karena dia sudah sering memberitahu cucunya itu untuk tidak pernah percaya dengan orang asing, ataupun menerima pemberian dari orang asing.


“Chocho kemana kamu pergi?” Meskipun berjalan dengan tertatih, Nenek tadi kembali berjalan. Kali ini dia berjalan keluar dari kawasan tempat tinggalnya. Dia berjalan jauh sebisa mungkin dengan satu kaki yang diseret.


“Aku lelah sekali, aku beristirahat sejenak baru akan melanjutkan pencarian lagi, Chocho.”


Setelah dua jam berjalan tanpa henti dan itu pun duduk di sebuah kursi panjang yang ada di taman.


“Kemana lagi aku harus mencarimu, Choco? Kau tak ada di jalanan di manapun.” Tanpa bisa ia tahan, cairan bening pun meleleh dari kedua sudut matanya.


Entah berapa lama wanita tua itu terisak dengan menggunakan perhatian seseorang.


“Permisi, apakah ada sesuatu yang membuat Anda sedih?” Suara seorang wanita menghampiri, setelah keluar dari mini market.


“Oh, Anda agen polisi? Kebetulan sekali.” Nenek tadi kemudian menyeka air matanya. “Cucuku hilang semalam. Menurut informasi dari tetangga, dia pergi bersama seorang pria muda yang bersinar. Aku tidak tahu apa maksudnya itu. Aku hanya menemukan keranjang bunganya saja di depan rumah.” Nenek tadi menunjukkan keranjang bunga kosong milik Choco.

__ADS_1


“Mungkin Anda bicara dengan orang yang tepat. Tolong jelaskan padaku secara rinci, agar aku bisa membantumu.”


“Briptu Scarlet?!” Wanita tadi membaca identitas nama agen polisi yang menawarkan bantuan padanya.


__ADS_2