Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 183 Muncul Nama Richard


__ADS_3

Leo terkejut bukan main kali ini dia menemukan nama Richard dan Octo, lengkap. Meskipun sebenarnya dia masih kurang jelas juga, apakah ada kaitannya atau tidak?


Karena di dunia ini banyak orang yang menggunakan nama yang sama. Tiga dari sepuluh orang yang diteliti mempunyai kecenderungan nama yang sama meskipun berbeda nama belakangnya atau nama depannya.


“Kenapa terkejut begitu, Tuan?” tanya Marcus yang masih melihat ekspresi keterkejutan Leo.


“Nama itu disebut oleh saksi mata dari kasus pembunuhan Nona Isabelle.”


“Apa?” Giliran Marcus yang kini nampak terkejut. Ia tak menyangka sama sekali penjual mutiara itu mungkin saja adalah pembunuhnya.


“Aku akan memberinya pelajaran sekarang jika begitu!” Marcus marah.


Sorot mata yang awalnya nampak tenang kini berubah tajam seketika.


“Tuan, tolong tenang dulu. Masih terlalu awal menyimpulkan semua itu. Semua bukti belum ada.” Leo mencoba untuk menenangkan Marcus.


Marcus kemudian merendam emosinya dan mencoba untuk tenang kembali, fokus pada tujuan utamanya untuk menemukan pelaku pembunuh istrinya.


“Lalu di mana alamat tokonya mungkin aku bisa ke sana untuk memeriksa?”


“Sebenarnya itu bukan tokoh fisik tapi hanya toko online. Selain itu keberadaannya bukan berada di Swiss tapi di Perancis,” desau Marcus sembari menghela napas panjang.

__ADS_1


Itu artinya dia tak mengetahui alamat sebenarnya toko tersebut. Lagi, dia jika tidak tahu apakah Leo bisa menemukan alamat itu atau tidak.


“Perancis?” tanya Leo, menegaskan. Marcus mengangguk meresponnya.


Leo mengetuk pelipisnya berulang kali, karena dengan adanya petunjuk baru masalah bukannya semakin clear tapi malah semakin rumit saja.


“Jadi, apakah Nyonya Bella sendiri pernah bertemu dengan Richard?”


Marcus kembali menggeleng, “Aku tidak yakin itu. Mengingat beda negara. Lalu untuk urusan apa Bella sampai menemui dia?” sangkal Marcus.


Bukan tanpa alasan dia menyangkalnya seperti itu karena selama ini Bella tak pernah pergi keluar negeri. Bahkan membuat visa atau paspor saja dia tak pernah Lalu bagaimana bisa ke luar negeri?


Marcus seketika meremang sendiri. Berbagai spekulasi mulai muncul dalam benaknya. Tentunya semua yang jelek-jelek menari dalam pikirannya. Mulai dari Bella yang mungkin sedang mencari-cari pria lain sampai berselingkuh di belakangnya.


“Maaf, maksudku bukan seperti itu, Tuan. Aku hanya bilang itu sebuah perandaian saja. Bisa jadi Richard ini lah yang berinisiatif sendiri menemui istri Anda karena merupakan pelanggan setia lalu memberinya hadiah.”


Marcus kemudian nampak tenang lagi setelah mendengar penuturan Leo. Dia memang pria hipersensitif, yang gampang meledak amarahnya.


“Jika boleh, aku minta faktur pembelian semua perhiasan mutiara itu, Tuan. Aku akan mengklarifikasi. Mungkin dari sana kita bisa menemukan alamat aslinya,” papar Leo.


Ia berniat mengusut tuntas kasus itu sampai ke akarnya meskipun itu lintas negara. Ia juga tak akan mundur dari kasus meskipun mungkin ada kendala di tengah jalan.

__ADS_1


“Baik, aku akan mencari faktur pembelian online Bella nanti dan aku akan menyerahkannya padamu nanti atau besok, Tuan.”


Seingatnya Bella menyimpan semua faktur pembelian itu dengan baik karena syarat untuk penjualan perhiasan harus ada faktur pembelian resmi, jadi Bella tak pernah membuangnya.


“Lalu Tuan, apakah Nyonya Bella tampak aneh sehari sebelum kejadian?”


Marcus kembali diam untuk mengingat kejadian yang terjadi dua hari yang lalu.


“Bella sama sekali tidak tampak aneh. Dia terlihat normal seperti biasanya.”


Leo terus mengajukan pertanyaan investigasinya hingga 30 menit ke depan dan merekam semua kesaksian pria itu juga mencatat setiap kemungkinan atau petunjuk baru pada sebuah buku catatan.


“Baik, Tuan aku permisi jika begitu. Aku akan kembali lagi dengan membawa semua fakturnya nanti.”


“Ya, Tuan Marcus. Aku akan menunggunya. Terima kasih sudah datang kembali dan memberikan petunjuk baru.”


Setelahnya Marcus keluar dari kantor biro detektif lalu masuk ke mobil.


“Semoga saja aku bisa menemukan petunjuk lagi di rumah Nona Amy.”


Leo ikut bergegas masuk ke mobil. Tak selang beberapa detik setelahnya mobil menembus jalanan yang dingin juga padat menuju ke rumah Amy.

__ADS_1


__ADS_2