Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 228 Mengekstrak Data Black Box


__ADS_3

Sherif Tasman nampak gemetar. Bahkan benda pipih itu hampir saja terlepas dari tangannya jika dia tidak memegangnya dengan erat.


“Kau bukan seseorang yang meniru suara Detektif Carl, bukan?” ucap Sherif Tasman dengan suara bergetar.


“Apa kau meragukan keaslian diriku, Sherif? Maka aku akan membuktikannya padamu. Aku juga tahu tanggal lahirmu, tanggal 23 Agustus 1985. Sedangkan makanan favoritmu adalah escargot dan quiche.”


Escargot adalah menu khas Perancis berbahan dasar siput. Sedangkan quiche adalah pai daging dengan campuran sayur serta keju. Dua makanan favorit itu adalah jenis makanan kesukaan Sherif Tasman.


“Detektif Carl, kau benar dia!” pekik Sherif Tasman tak percaya. Hanya rekan dekatnya saja yang mengetahui tanggal lahirnya juga makanan favoritnya.


Bahkan hanya Detektif Carl yang tahu jika dia penggemar escargot dan quiche.


“Bagaimana, bagaimana bisa ini mungkin? Bahkan sampai saat ini aku masih mengirimkan tim khusus yang aku minta untuk mencari keberadaanmu saja tapi itu pun belum membuahkan hasil.”


Sherif Tasman memang resmi melakukan penutupan pencarian para korban penumpang pesawat Canary Airlines, tapi dia masih menggerakkan timnya untuk mencari Detektif Carl saja, secara rahasia.


“Aku senang kau memperlakukanku dengan khusus seperti itu, Sherif Tasman. Sungguh aku tak tahu dan apalagi harus membalas kebaikanmu.”


“Mendengar suaramu saja, itu sudah sebuah hadiah bagiku, sungguh. Bagaimana kau bisa selamat dari sana tanpa bantuan siapapun, Detektif Carl?”


“Lain waktu jika kita bertemu, aku akan jelaskan itu. sekarang ada hal yang lebih penting daripada itu. Aku punya satu hadiah untukmu.”

__ADS_1


Ucapan dari Detektif Carl membuat Sherif Tasman penasaran. “Hadiah apa yang kau maksud?”


“Aku membawa black box pesawat Canary Airlines. Sengaja aku membawanya daripada itu hancur. Aku akan kirimkan hasilnya padamu setelah selesai proses pengekstakan data.”


Panggilan berakhir setelahnya. Sungguh Sherif Tasman tak percaya itu. Dia mendapatkan dua hadiah mengejutkan sekaligus, kembalinya Detektif Cark juga informasi sangat penting yang dia butuhkan untuk mencari pelaku pengebom pesawat Canary Airlines.


“Carl, kau memang hebat dan sangat bisa diandalkan.”


***


Di ruangan, Leo nampak serius melakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh pada data dari black box yang berhasil diekstraknya.


Leo kemudian duduk dan menatap layar komputer di depannya. Proses pengekstrakan data yang membutuhkan waktu selama tiga jam lebih ataupun akhirnya selesai.


Kini tinggal dia melihat data


rekaman tersebut.


Klik! Leo menekan tombol play setelah ia menggabungkan suara dan video pada data yang baru saja berhasil diekstraknya.


Nampak rekaman video yang terlihat dengan jelas mulai dari semua penumpang yang masuk ke pesawat sampai pada detik terakhir para kru dan awak kapal terjun dari pesawat bersama Detektif Carl.

__ADS_1


“Aku tidak melihat seseorang yang mencurigakan. Mungkin aku harus mengulanginya lagi untuk menemukan pelaku yang sebenarnya.”


Rekaman itu panjang durasinya, enam puluh menit. Leo memutar ulang, kali ini dia melihat dengan seksama.


Semua penumpang yang masuk pesawat, ia lihat, tak ada yang terlewat satu pun.


“Tunggu, pria misterius ini siapa?”


Nampak pada monitor seorang pria berpakaian serba hitam dengan rambut seperti ombak membawa dua tas ransel.


Satu tas ia sampirkan di punggungnya, satu tas lainnya ia dekap di dada.


Leo terus memperhatikan pria misterius itu yang kemudian duduk di kursi paling belakang. Beberapa saat setelahnya, sebelum pesawat tinggal Landas pria itu masuk ke toilet dengan membawa dua tas tadi.


“Lalu ke mana satu tas yang di bawanya?” Pria misterius itu hanya kembali dengan satu tas saja, yang ia sampirkan pada punggung.


Waktu yang ia butuhkan untuk kembali dari toilet sekitar sepuluh menit, setelah Leo melihat waktunya.


“Apa saja bisa terjadi dalam waktu sepuluh menit. Seorang perakit bom handal bisa merakit bom dengan cepat dalam waktu 10 menit bahkan bisa kurang dari itu.”


Leo kembali mengamati pria asing tersebut. Dan benar saja, pria itu bahkan membawa parasut sendiri di saat yang lainnya menerima parasut dari kru pesawat. Malahan parasut yang digunakannya tampak berbeda dari yang lainnya, berwarna merah.

__ADS_1


__ADS_2