
Tuan Dawn tak mendengar panggilan dari Detektif Carl. Mungkin saja dia juga tidak melihat Detektif Carl ada di sana, karena terhalang oleh mobil petugas.
“Sebaiknya aku tanyakan langsung saja padanya,” gumam Detektif Carl, sembari menyipitkan matanya.
Pria itu sampai menyipitkan matanya karena merasa sedikit curiga dan ada sesuatu yang tidak beres.
Kenapa Tuan Dawn ikut campur mengurusi instalasi listrik di sini? Apa dia dekat dengan Tuan Noel? batin Detektif Carl.
Lalu kenapa dia bisa mengenal petugas instalasi di daerah sini? Apakah dia mengenal daerah ini dengan baik? Sehingga dia kenal dengan warga sini? batinnya lagi, mengarah ke kecurigaan berikutnya.
“Detektif! Anda mau ke mana?” Leo kembali memanggilnya. Baru saja dia tiba di sana, Detektif Carl sudah pergi lagi.
Terpaksa ia berlari untuk mengejarnya, karena pria itu tak berhenti mendengar panggilan darinya.
“Tuan Dawn!” panggil Detektif Carl, saat hampir sampai.
Mendengar seseorang memanggilnya, Tuan Dawn cepat-cepat mengakhiri pembicaraannya dengan seorang petugas intalasi.
“Jadi begitu saja yang perlu kusampaikan padamu,” ucapnya mengakhiri pembicaraan sembari menepuk bahu petugas tersebut tepat di saat Detektif Carl tiba di depannya.
“Baik, Tuan.” Setelah mengangguk, petugas tadi segala pergi dan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
“Halo, Detektif Carl. Kenapa kau kemari?” sapa Tuan Dawn langsung.
Pria itu tampak sedikit panik dan menutupinya dengan merapikan jasnya.
__ADS_1
“Sebenarnya aku hanya jalan-jalan saja di luar dan kebetulan lewat sini, lalu tak sengaja melihat Anda.”
Tuan Dawn mengangguk meresponnya dan terlihat tetap waspada meskipun Detektif Carl mengaku begitu padanya. Bisa saja dia melakukan penyelidikan, bukan karena dia seorang detektif?
“Tuan sendiri, kenapa ada di sini? Ku lihat Tuan bicara dengan petugas instalasi. Apakah Tuan mengenal mereka dan tempat ini?” tanyanya langsung tanpa basa-basi. Untuk hapus rasa penasarannya.
Tuan Dawn mengulas senyum tipis, sebelum bicara. Pria yang merupakan pengusaha minuman kaleng itu pun mulai bicara.
“Sebenarnya dulu aku pernah membeli villa juga di tempat ini, lalu aku menjualnya karena beberapa alasan. Saat itu aku baru pertama kali merintis usaha pengemasan minuman kaleng. Namun sudah satu tahun menetap tak ada kemajuan, maka aku menjualnya dan pindah ke Swiss, jadi sedikit banyak aku mengenal beberapa warga sini,” paparnya panjang lebar bercerita.
Detektif Carl mengangguk. Ia baru tahu jika Tuan Dawn sebelumnya pernah menetap di tempat ini.
Mereka berdua kemudian melanjutkan mengobrol ringan dan baru berhenti karena Leo.
“Detektif Carl, akhirnya aku bisa mengejarmu,” ucap Leo, dengan napas yang sedikit terengah, setelah tiba di samping Detektif Carl.
“Aku malas berada di dalam, suasananya menegangkan. Jadi aku keluar saja.”
Saat ini Detektif Darcy sedang memulai investigasinya. Dia mencari petunjuk yang ditinggalkan oleh pelaku pembunuhan di lokasi. Selain itu dia juga memeriksa satu persatu tamu undangan yang ada di sana. Bisa dibayangkan sendiri seperti apa suasananya saat ini? Menegangkan juga membosankan.
Tuan Dawn yang sebenarnya tak ingin melanjutkan pembicaraan mereka, merasa mempunyai kesempatan untuk bisa pergi dari sana dengan kedatangan Leo.
“Detektif Carl, maaf aku permisi dulu. Ada sesuatu yang harus segera ku lakukan,” pamitnya.
“Oh, ya silahkan Tuan Dawn. Aku tak akan menahanmu.”
__ADS_1
Setelah berpamitan, Tuan Dawn segera angkat kaki dengan terburu-buru, entah ada urusan apa pria itu.
Kenapa aku merasa makin curiga saja pada Tuan Dawn? batin Detektif Carl.
Namun ia hanya menatap punggung Tuan Dawn yang sudah menjauh darinya.
“Jika begitu kita di luar saja dulu sambil melihat-lihat jalanan di sini,” ucap Detektif Carl, dengan entengnya.
Dia sendiri malas bertemu dengan Detektif Darcy.
“Kita jalan-jalan saja sekarang. Udara di sini segar sekali sayang kalau dilewatkan begitu saja.”
Detektif Carl lalu paling berjalan bersama Leo. Di sepanjang jalan yang mereka lewati ada perbaikan jalan.
Beberapa sisi jalan terlihat di aspal dan hampir separuh selesai. Beberapa di tepi masih ada bekas galian untuk pemasangan fiberglass yang belum ditutup.
Iseng Detektif Carl berhenti di dekat galian tadi. Ia menatap kabel panjang yang terlilit itu, asal saja pemasangannya.
“Apakah petugas instalasi di sini memang ahlinya? Karena beberapa kabel terlihat tidak rapi meskipun susunan yang benar,” gumamnya sembari menyapukan pandangan ke sekitar.
Beberapa meter di sampingnya ada petugas instalasi yang baru selesai memasang kabel.
“Tunggu!” panggil Detektif Carl, sembari berlari menghampiri petugas tadi sebelum pergi.
“Ya, Tuan?” Petugas yang akan melengkapi itu menghentikan langkahnya.
__ADS_1
“Maaf, aku hanya ingin memberitahukan saja tidak bermaksud apa-apa. Di sebelah sana ada beberapa utas kabel yang terlepas dari ikatan. Mungkin bisa di betulkan sebelum pergi dari sini karena aku khawatir nanti akan terjadi korsleting,” papar Detektif Carl panjang lebar.
Petugas instalasi itu diam. Ia tampak sedikit gugup. Dan sedang berpikir.