Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 81 Urutan Angka


__ADS_3

Detektif Carl sampai melepas kacamata hitamnya lalu menaruh ke meja saat mulai berpikir.


Pelaku pasti meninggalkan jejak lainnya untuk menandai korbannya. Batin Detektif Carl.


Ia lalu kembali melihat foto-foto korban pembunuhan berantai lagi. Sudah ketiga kalinya ini dia melihat foto itu kembali.


“Detektif, apa yang kau lakukan?” tanya Sherif Sherma, melihat pria itu memutar beberapa foto kemudian menyatukan empat foto berurutan.


Ia membuat puzzle foto itu menjadi tiga bagian. Dua foto yang terdiri dari empat gambar, dan satu bagian yang hanya terdiri dari dua gambar.


“Mencari petunjuk, Sherif.” jawab Detektif Carl, singkat.


Ia lalu menatap kembali semua foto yang ada di meja. Tatapannya kemudian terkunci pada 4 bagian foto pertama.


“Apa ini?” gumamnya, mengerutkan kening.


Detektif Carl melihat pada tempat foto yang ia gabungkan secara berurutan, dari korban bernomor urut 1 sampai dengan 4, di tengah foto tersebut seperti ada asap putih.


Entah itu efek foto atau sesuatu yang terfoto, setelah diperhatikan dengan seksama lagi ternyata asap tadi membentuk sebuah tulisan.


“4-4.” ucapnya, membaca angka yang tertera di sana.


“Sherif Sherma, lihat ini. Aku menemukan sesuatu.” pekiknya, namun tersenyum seolah ada kilat di ujung bibirnya.


Sherif Sherma pun segera beranjak dari duduknya, bergeser ke tempat Detektif Carl.

__ADS_1


Ia lalu segera melihat foto yang dimaksud oleh detektif.


“Ya, bagaimana bisa ada tanda seperti ini? Apakah ini suatu kebetulan atau ada artinya?”


Sherif Sherma kemudian beralih duduk di samping detektif.


“Mungkin saja itu kode yang ditinggalkan pelaku. 4-4 bisa berarti banyak. Kita mulai dari tanggal 4 april.” tutur Detektif Carl.


Namun sebelum menelaahnya lebih jauh pria itu kembali menatap dua foto lainnya di meja. Secara mengejutkan dua foto lainnya yang ada di meja pada bagian tengahnya jika disatukan terlihat asap putih yang membentuk tulisan seperti sebelumnya.


“Sherif Sharma, lihat ini. Pada bagian kedua foto ini juga terdapat tulisan 5-5.” Tulisan itu terdapat di bagian tengah setelah 4 foto digabungkan.


Detektif Sharma semakin penasaran saja setelah melihatnya sendiri. Ia pun kini menatap dua bagian foto yang tak lengkap itu.


Itu artinya korban memang dibunuh secara berurutan sesuai urutan nomor korban dari 4,5 dan 6.


“Berarti masih akan ada lagi dua korban berikutnya?!” pekik Sherif Sherma, dan Detektif Carl hanya mengangguk saja.


“Pelaku sudah pasti mencari dua korban lagi yang akan dibunuhnya untuk melengkapi angka 6 ini. Tapi tak menutup kemungkinan jika berurutan seperti ini akan ada korban selanjutnya pada urutan 7-7, 8-8 dan seterusnya,” terang Detektif Carl.


Sherif Sherma diam sejenak. mencoba menelaah perkataan detektif. Ia pun kemudian mengangguk sembari mengusap janggutnya.


Baginya cukup satu Detektif Carl saja, sudah lebih baik dari sepuluh agen kepolisian yang ditugaskannya.


“Aku tak salah meminta bantuan padamu, Detektif Carl.”

__ADS_1


Detektif Carl lantas tak puas dengan pujian dari Sherif Sherma. Baginya pujian sungguh tak penting, yang terpenting adalah bagaimana dia bisa menangkap pelaku itu dengan cepat.


“Sherif, jika itu memang benar kita harus menemukan korban selanjutnya sebelum pembubuh itu beraksi.”


“Ya, aku percaya padamu. Sekarang lanjutkan investigasi mu,” titah Ketua tim investigasi kasus kali ini.


Detektif Carl lalu menjelaskan dan menerangkan hipotesisnya mengenai angka berurutan tersebut. Pada bagian foto pertama, tertulis angka 4-4. Kemungkinan besar itu merupakan tanggal lahir korban.


Ia lalu meminta Sherif Sherma untuk mencari informasi mengenai tanggal lahir para korban itu.


“Briptu Scarlet, kemari sebentar dan bawa laptopmu kemari.” ucap Sherif Sherma, terdengar ke seluruh ruangan, tanpa perlu memakai microphone.


Langsung saja wanita itu keluar dari ruangannya dengan membawa laptop.


“Ya, Sherif. Apa butuh sesuatu?” tanya Briptu Scarlet.


“Coba kau cari sepuluh korban yang meninggal ini tanggal lahirnya sekarang.” titahnya tegas.


Briptu Scarlet kemudian segera bergerak cepat karena tahu kondisi saat ini urgent.


Tak butuh waktu lama bagi agen kepolisian yang memang mengurus bagian data itu menemukan informasi.


“Empat korban lahir di tanggal 4 April, empat korban lagi lainnya lahir di tanggal 5 Mei, dan dua korban lainnya lahir pada 6 Juni.” terangnya jelas sekali.


Baik Detektif Carl maupun Sherif Sherma terlihat menelan saliva bersamaan. Ternyata dugaan mereka benar.

__ADS_1


__ADS_2