Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 22 Menyusup


__ADS_3

ding


Terdengar suara notifikasi masuk.


Jika berhasil melindungi item yang dibeli akan mendapatkan reward sebesar 50 poin.


“Oh reward nya kecil sekali. Tapi tak apa demi poin aku akan melindungi dan menjaga itemku.” gumam detektif Carl semakin semangat karena mendapatkan poin. Padahal jika tak mendapatkan poin pun dia akan melindungi asetnya itu.


“Kemari cepat kemari pulang ke papa, anak ku sayang.” ucap detektif Carl memanggil robot lalat nya dan terus mengulangi perkataannya itu.


Robot lalat detektif Carl pun terbang semakin cepat mengikuti suara yang memanggilnya.


"Lalat sialan kau !” rutuk Louisa, istri kedua George Benson dengan kesal saat lalat itu berhasil keluar dari rumahnya melalui ventilasi di atas pintu.


“Akhirnya kau kembali ke papa, Sharp ear.” ucap pria itu saat lalat robot itu sudah kembali padanya dan hinggap di hidungnya. “mwah.” ia pun mengambil item miliknya tersebut dan malah mengecupnya.


ding


Suara notifikasi kembali masuk.


Item Sharp ear berhasil diselamatkan poin sebesar 50 sudah ditambahkan.


“Aku tidak tahu berapa total poin ku sekarang.” gumamnya tersenyum lebar meskipun hanya mendapat 50 poin saja dan tak ingin melihat berapa perolehan poinnya sekarang. Ia ingin me-redeem pinnya sampai banyak dulu.


Detektif Carl berniat untuk kembali saja sembari memikirkan sebuah cara untuk melakukan investigasi di tempat penyekapan Stewart.

__ADS_1


ding


“Pasti notifikasi masuk lagi.” gumamnya yakin. “Kali ini apa ?”


Melanjutkan investigasi selanjutnya sekarang juga akan mendapatkan tambahan reward sebesar 50 poin.


“Bagaimana jika aku menolak dan akan melanjutkan investigasi nanti ?” detektif Carl melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut.


Jika menolak misi dari sistem maka akan mendapatkan punishment.


“Hukuman apa ?” ucap detektif Carl berpikir sambil mengetuk-ngetuk kepalanya tiga kali juga melepas kacamata hitamnya.


Gerakan mu akan dikunci selama 60 menit.


Benar saja pria itu mencoba bergerak namun seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan rasanya ia seperti menjadi patung saja.


Perintah dikonfirmasi. Punishment has been canceled. Dalam hitungan ketiga tubuh bisa kembali digerakkan.


“OMG, aku tak tahu sistem bisa kejam padaku sekarang. Bahkan aku hanya ingin beristirahat sebentar saja tidak bisa.” umpatnya meratapi nasibnya.


Jangan lupa misi tetap berjalan Bunda kan kembali mendapatkan hukuman jika tak segera kembali masuk ke rumah itu.


Detektif Carl pun sampai berlari kembali masuk melewati pagar rumah.


“Aku sudah di dalam sekarang.” ucapnya berharap mendengarkan kembali notifikasi yang masuk untuknya.

__ADS_1


Detektif Carl kemudian berpikir, “Bagaimana aku menemukan gudang yang dimaksud oleh wanita tadi ?” ia melepas kacamata hitamnya dan menggigitnya sembari berpikir.


“Apa aku menyusup lewat belakang saja ?” hanya itu yang terlintas di pikirannya.


Pria itu pun kemudian melompat pagar lalu melompat turun dan berjalan ke bagian belakang rumah untuk memeriksa keadaan sekitar.


“Baiklah, aku akan masuk lewat sini.” ucapnya setelah melihat keadaan di sana sepi mungkin para penghuni rumah lainnya yang ada di sana sedang bekerja atau melakukan aktivitas lainnya.


Mudah saja bagi pria itu melompat ke pagar tinggi 3 meter kurang itu.


“Sepertinya aman.” pria itu berhasil masuk ke bagian belakang rumah dan wanita tadi sepertinya tak mendengar ataupun mengetahui ada seorang penyusup yang masuk ke rumahnya.


“Aku harus menemukannya dengan cepat.” ia menatap ada tiga ruangan di sana. Dia pun membuka dua ruangan yang tidak terkunci. “Oh, ruang cuci.” ucapnya saat memeriksa ruang pertama.


“Ini kandang kucing rupanya.” Mbaknya membuka ruangan kedua dan di sana berisi banyak kucing yang berada dalam kandang.


Ia beralih pada ruang ketiga yang terdapat di sudut ruangan dan terlihat kusam dengan warna cat dinding yang memudar.


“Sial, ini di kunci.” gumamnya lagi saat membuka pintu dan ternyata terkunci bahkan tak ada kuncinya disana.


Detektif Carl tak perlu berpikir karena dia membawa peralatan detektifnya dan mengeluarkan Sebuah alat pembuka kunci yang sering digunakannya dalam banyak kasus.


Klik


Tepat di saat ia berhasil membuka kunci pintu ruangan tertutup itu tiba-tiba terdengar derap langkah kaki menuju ke sana.

__ADS_1


“Sial.” detektif Carl mengumpat kesal dan menetap ke sekitar.


__ADS_2