
Dari sidik jari yang tersisa mengarah pada Kyle Kitten saja. Kemungkinan besar wanita itulah pelakunya. Siapa yang tahu?
Detektif Carl kemudian berpikir bagaimana cara menangkapnya dengan cara anggun.
Detektif Cerl lalu memutar bola matanya. Tatapannya kemudian terkunci pada botol wine di meja bartender.
“Aku minta wine yang saat itu yang di pesan oleh Kyle Kitten satu,” ucapnya beralih menatap Lucas.
“Ini, Detektif Carl,” Lucas mengambilkan sebotol wine dan menaruhnya ke meja ala bartender, dengan gerakan atraksi yang menarik.
“Satu lagi.”
Pria itu lalu mengeluarkan secarik kertas. Ia menulis sebuah pesan di sana.
“Lucas, aku ingin kau membungkus wine ini bersama dengan barang bukti.”
Lucas sampai mengerutkan keningnya, tanda tak mengerti.
“Paket? Untuk siapa?” Bukan Lucas saja Yang penasaran tapi tiga orang lainnya yang ada di sana pun ikut bertanya.
“Paket ini tentu saja untuk Kyle Kitten,” balas Detektif Carl. Tersenyum tipis di saat tugasnya sudah selesai.
Semua orang yang ada di sana saling bersitatap, “lalu siapa yang akan mengantarnya?”
Detektif Carl tak merespon pertanyaan Tuan Marcel. Tatapannya pun terkunci pada Bella.
“Aku,” ucap Bella sembari menunjuk dirinya sendiri dengan tetapan mengintimidasi dari Detektif Carl.
“Ya,Nona. Siapa lagi?”
__ADS_1
“Kenapa harus aku?” protes Bella. Karena tak ingin terlibat terlalu jauh dalam masalah ini.
“Cepat, Bella bawa paket itu dan kirimkan sekarang ke rumah Kyile Kitten,” titah Tuan Marcel.
Bella hanya bisa menelan salivanya dengan berat jika ayahnya yang memerintah kalau ia tak mau jaga uang bulanannya di pangkas habis.
“Baik, ayah.”
Gadis itu pun lalu segera masuk ke mobilnya dan menuju ke rumah Kyle Kitten.
Cuckoo... cuckoo...
Cuckoo berbunyi setelah Bella menarik ayam merah yang bertengger di atas pagar hitam.
Tak berselang lama terdengar suara pintu terbuka. Seorang gadis berambut panjang sepinggang keluar dari sana.
“Ya, ada apa mencariku?” Netra gadis itu kemudian terkunci saat melihat siapa yang datang, “Bella?” Ia terkejut dengan kedatangan gadis itu.
Akh! Seketika Kyle Kitten gemetar setelah membuka dan melihat apa isinya.
Bahkan matanya menyipit saat melihat bungkus racun miliknya juga ada bersama wine yang pernah dipesannya.
“Ka-kau kenapa bisa menemukan ini?” ucapnya terbata-bata lalu mundur.
Bella tersenyum miring.
“Kurasa tak perlu ku jelaskan kau sudah bisa mengerti sendiri,” jawabnya singkat dan mengena.
Muka Kyle pun bertambah pucat saat melihat ada mobil lain yang datang.
__ADS_1
Tuan Marcel turun dari mobil. Dengan cepat ia berjalan dan kini sudah berada di samping Bella.
“Kukira putriku kebanyakan minum. Ternyata kau yang meracuni putriku. Apa salah dia?!” ucapnya dengan menuntut juga mengadili Bella.
“Ini semua salah dia! Gara-gara Amy, Dean Barco kekasih ku memutuskan hubungannya denganku 3 bulan yang lalu. Tak hanya itu saja. Dia sengaja memanas-manasi diriku dengan menunjukkan dia sedang mengandung benih Dean.”
Baik Tuan Marcel dan Bella yang ada disana sama-sama terkejut karena mereka tidak mengetahui hal itu.
“Amy hamil?” pekik Tuan Marcel syok.
Ia pun beralih memikirkan bagaimana kondisi calon cucunya saat ini.
“Ha, rasakan! Sudah dipastikan Amy dan bakal bayi Dean akan mati,” tukas Kyle tersenyum penuh kemenangan.
“Kau!” Tuan Marcel sampai mencekik leher Kyle karena sangat marah sekali.
“Ayah, lepaskan dia. Jangan sampai tanganmu kotor karena gadis hina ini,” Bella mencoba menyadarkan ayahnya sembari menarik keras tangan pria itu.
Tepat di saat Tuan Marcel melepaskan tangannya dari leher Kyle Kitten, satu mobil patroli datang.
Beberapa polisi turun dari sana kemudian bergerak dengan cepat menangkap Kyle Kitten.
“Polisi! Nona Kyle Kitten Sebaiknya anda segera ikut kami ke kantor Polisi untuk menjelaskan secara detail peristiwa percobaan pembunuhan ini. Jika korban sampai meninggal maka hukumanmu akan bertambah lagi,” hardik salah satu petugas polisi menyiapkan borgol.
“Tidak! Lepaskan aku! Aku tidak bersalah. Aku hanya memberinya sedikit pelajaran saja mengambil sesuatu yang seharusnya jadi milikku,” ucapnya sembari berontak karena tubuhnya ditarik paksa oleh para petugas polisi.
“Amy! Bagaimana dengan cucuku di perutmu?”
Tuan Marcel perhatiannya kemudian teralihkan pada putrinya.
__ADS_1
“Bella, cepat kita pulau dan lihat kondisi kakakmu.”
Bella pun hanya mengangguk dan segera masuk ke mobil. Ia ikut mengkhawatirkan kondisi kakaknya yang ternyata sedang hamil.