
Tak-tak! Suara keypad yang ditekan dengan cepat.
Melihat dari gerakan tangan pria itu yang terampil, bisa dilihat jika dia bukan orang biasa tapi ahli dibidang perkomputeran.
“Ayo cepat, aku tak mau membuang waktuku lama di sini,” celetuk pria itu tak sabar.
Di monitor laptopnya terlihat tampilan sedang meretas sandi.
Sepuluh detik kemudian, tampilan layar monitor itu kini berganti dengan CCTV yang ada di di Danau Eire itu.
“Aku ingin tahu Siapa yang datang kemarin setelah aku pergi?”
Pria tadi lalu memundurkan jam tayang rekaman CCTV tepat di saat kedatangannya, tak ada sesuatu yang mencurigakan. Lalu ia mempercepat tayangan CCTV mundur ke waktu 1 hingga 2 jam setelahnya.
“Ini... siapa dia... aku seperti pernah melihatnya,” gumamnya melihat sosok Detektif Carl, masuk ke Danau Eire setelah kepergiannya.
Sambil mengingat siapa sosok pria itu, ia memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh Detektif Carl.
“Sesuai dugaanku. Dia memang menyisir danau ini, dan dia melihat tali tambang yang kutinggalkan. Ini gawat,” pekiknya terkejut, melihat pria itu bisa bertindak sejauh ini.
“Siapa dia?”
__ADS_1
Ia belum lah ingat siapa sosok pria tersebut dan masih penasaran padanya.
“Tak ada yang tak bisa ku ketahui di sini. Bahkan tikus di ujung jalan yang tersembunyi pun aku bisa melacaknya.”
Pria itu tersenyum miring, lalu menyudahi melihat tayangan rekaman CCTV di Danau Eire. Ia lalu kembali melacak screen shot foto Detektif Carl yang tempat ia ambil tadi saat melihat rekaman CCTV, untuk keperluan pelacakannya.
Tak-tak! terdengar kembali suara hentakan jemari yang menari dengan cepat pada aja keypad laptop kali ini. Pria itu tampak serius menatap layar laptopnya sehingga dalam hitungan detik kemudian ia tersenyum tipis.
“Detektif Carl....”
Nama itu yang muncul di layar laptopnya saya melakukan pencarian dengan membobol banyak data dan menembus banyak proteksi.
“Aku butuh alamat rumahnya,” gumamnya lagi.
Ia mengetahui alamat kantor Detektif Carl, tapi tidak mengetahui alamat rumahnya. Sedangkan yang ia butuhkan saat ini menemui pria itu dan di malam seperti ini tak mungkin dia ada di kantor, bukan?
“Aku pasti bisa menemukan alamatnya. Terlebih dia seorang public figure, pasti mudah mencari alamatnya,” tukasnya lagi.
Benar saja tak tak perlu meretas dada dan cukup mencarinya saja secara online alamat rumah Detektif Carl tercantum di sana.
Setelah mendapatkan alamatnya, langsung saja pria itu menjalankan mobilnya menuju ke alamat tersebut.
__ADS_1
Tak lama kemudian ia tiba di depan sebuah rumah, bisa di bilang bekas rumah mewah. Memang setelah awal kebangkrutannya, Detektif Carl belum merenovasi rumahnya sampai saat ini meskipun dia sudah mendapatkan banyak poin dari sistem. Sepertinya memang dia belum sempat merenovasinya karena banyaknya misi yang harus dia kerjakan saat ini.
Pria itu lalu turun dari mobil. Suasana di sekitar lingkungan Detektif Carl saat itu memang sepi, rumah lainnya di sana terlihat tertutup dan sebagian lampu menyala redup. mungkin saja saat ini mereka sedang terlelap, dan itu mempermudah pergerakannya.
Detektif Darcy saja bisa tumbang di tanganku, apalagi Detektif Carl. batinnya, meremehkan.
Pria itu berhenti tepat di depan pintu rumah Detektif Carl. Entah alat apa yang dipegang pria itu, tapi yang jelas bukan sembarangan alat.
Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan tersenyum miring.
Aku bisa menemukan nomormu dengan mudah. Lihat saja nanti. Apa kau masih berani melanjutkan investigasi ini?
Pria itu kembali menunjukkan seringai senyumnya yang terlihat mengerikan, seperti iblis bertanduk dalam kegelapan.
Pria itu tak perlu repot membobol pintu lalu masuk ke rumahnya untuk menakutinya. Ia cukup mengeluarkan sebuah benda dari mobilnya.
“Besok pagi bom ini akan meledak. Dan tak mungkin kau bisa selamat dari ledakan bom ini,” gumamnya tersenyum jahat, setelah meletakkan bom rakitan buatannya sendiri di depan pintu rumah Detektif Carl dan menyetting waktunya.
Ia lalu melenggang pergi begitu saja dan masuk ke mobilnya kembali.
Sedangkan Detektif Carl masih tidur pulas di kamarnya bahkan terdengar dengkuran halus dari sana meskipun biasanya pria itu tak pernah tidur mendengkur. Ia tak tahu jika anda seseorang yang sedang memasang bom di depan rumahnya.
__ADS_1