Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 195 Menuju Ke Mansion 2


__ADS_3

Tuan Robert menatap sejenak sepasang bola mata Detektif Carl. Tampak tenang dan dingin. Itulah yang membuatnya percaya pada apa yang diucapkan oleh pria itu padanya.


Karena tak sembarangan orang bisa ia beritahu alamat mansion keluarganya. Apalagi dengan orang yang baru pertama kali ditemuinya dan juga dikenalnya, seperti Detektif Carl.


Tapi dari kartu identitas yang diberikan padanya menurutnya bukan identitas palsu kemudian bukti dan foto yang terakhir ditunjukkan padanya juga bukan rekayasa, jadi ia percaya pada tamunya kali ini.


“Ini alamatnya mansion Octo, Detektif Carl.” Tuan Richard kemudian mengambil secarik kertas dan menuliskan dua alamat di sana.


“Terima kasih, Tuan Richard atas kepercayaan Anda.”


Detektif Carl dengan senang hati menerima catatan alamat yang diserahkan padanya.


“Tolong jangan sakiti saudara kembarku. Biar hukum saja yang bicara dengannya,” pinta Tuan Richard. Ia takut Detektif Carl akan balas dendam sebelum menyerahkannya pada petugas polisi mengingat saudara kembarnya itu membunuh istrinya.


Sampai sekarang pun Detektif Carl tidak bilang pada Tuan Richard jika Bella adalah kliennya bukan istrinya. Tapi ia mempermasalahkan hal itu sama sekali, yang terpenting tujuannya terlaksana.


“Tentu Tuan Richard.” Meskipun Ia sendiri tak yakin apa bisa menepati janji tersebut, mengingat Leo terbaring di rumah sakit juga karena Octopus.


Sedangkan dia belum tahu perkembangan kabar terbaru Leo sampai detik ini. Entah asistennya itu berhasil selamat dari kondisi kritis atau sebaliknya.


“Baiklah jika begitu aku permisi dulu, Tuan Richard. Apakah Anda tahu informasi terakhir keberadaan Tuan Octo?”


Detektif Carl berhenti sebentar sebelum kembali berjalan menuju ke pintu, berbalik menatap Tuan Richard. Karena sangat penting baginya mengetahui titik terakhir keberadaan Octopus untuk memulai pelacakan.


“Aku tidak tahu Detektif. Tunggu sebentar, mungkin pelayan di sini tahu.”


Tuan Richard kemudian beralih memanggil pelayannya, “Allland kemari sebentar.”

__ADS_1


Datang lah pelayan dengan tergopoh-gopoh menghampiri tuannya. “Ada apa, Tuan? Apakah Tuan perlu sesuatu?”


“Apa kau tahu di mana semalam Tuan Octo berada?”


“Semalam Tuan Octo pergi ke Mansion 2, tapi tidak tahu apakah beliau masih ada di sana atau tidak, Tuan.”


Segera setelahnya pelayan pergi, setelah Tuan Richard memintanya pergi dengan kode tangan.


“Mansion 2?” Detektif Carl langsung lihat kembali cari alamat yang dibawanya.


Di alamat yang tertulis memang disebutkan alamat mansion 1 dan alamat mansion 2. Detektif Carl membaca dan mengingat alamat tersebut.


“Terima kasih, Tuan Richard,” ucapnya terakhir kali sebelum benar-benar meninggalkan rumah itu.


***


“Tuan, kita sudah sampai.” Sopir taksi menghetikan mobil agak jauh dari rumah mewah. Hampir semewah rumah Keluarga Viedra yang dia kunjungi tadi hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil.


Sengaja Detektif Carl meminta turun agak jauh dari lokasi sebenarnya, karena tak ingin diketahui pergerakannya.


“Merci, Monsieur.” Detektif Carl, lalu menyerahkan selembar uang kertas pada sopir taksi tersebut.


“Kembaliannya, Tuan.”


“Tidak, ambil saja. Itu untukmu Tuan.” Setelah berterima kasih super taksi itu kemudian pergi dan kembali ke tengah jalan yang padat.


Perancis negara yang ramai dan tak pernah sepi. Jalanan selalu padat dari pagi hingga bahkan semakin ramai di malam hari.

__ADS_1


Detektif Carl kemudian berjalan menuju ke mansion tersebut. Sepasang bola matanya bergerak liar dan cepat mengamati rumah tersebut.


Netranya itu kemudian terkunci pada pos sekuriti yang berada di dekat mansion. Ada seorang penjaga yang berjaga di sana. “Bagaimana jika aku bertanya padanya? Apakah dia akan memberiku informasi?”


Untuk memastikannya secara langsung, maka Detektif Carl segera bergerak. Baginya semuanya harus dilakukan dengan cepat, cermat dan juga hati-hati.


Pria itu kemudian berjalan menuju ke pos security tanpa atribut penyamaran.


“Permisi, apakah Tuan Octo ada di sini sekarang?”


Seorang security berusia 40 tahunan itu terperanjat seketika mendengar ada tamu yang datang tiba-tiba terlebih menanyakan keberadaan tuan mudanya.


Netranya bergerak aktif memindai pria yang ada di depannya sebelum menjawab pertanyaan.


Siapa pria ini? Kenapa mencari Tuan Octo? Apakah dia agen polisi yang menyamar?” batin petugas security nampak bingung.


Ia tidak menemukan identitas ataupun atribut agen polisi yang tersemat di pakaian Detektif Carl. Tapi dari sorot matanya, mengatakan jika tamunya itu bukan sosok pria biasa. Tapi dia sendiri juga tidak tahu apa profesinya.


“Apakah Tuan sudah ada janji dengan Tuan Octo?”


Karena tak sembarangan orang bisa menemui tuan mudanya itu. Sebelumnya Tuan Octo berpesan padanya Jangan sembarangan memasukkan tamu meskipun itu merupakan teman baik.


“Belum,” jawab Detektif Carl.


“Maaf, jika ingin bertemu dengan Tuan, Anda harus punya janji terlebih dulu.”


Detektif Carl sudah menduga itu. Tapi informasi itu sudah cukup baginya. Informasi itu menunjukkan jika Octo masih ada di mansion ini.

__ADS_1


__ADS_2