Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 132 Undangan Jamuan Makan


__ADS_3

Beberapa waktu setelahnya beberapa agen polisi menyeret Foster Bridge dengan tuduhan pembunuhan, ke kantor polisi.


Dia hukum penjara seumur hidup, pada awalnya. Namun karena seorang mantan agen polisi sekaligus pengusaha dia pun bernegosiasi dan membuat hukumannya dikurangi menjadi 3 tahun penjara saja.


Uang berapa saja tak masalah baginya asal tidak mendekam terlalu lama di penjara.


“Detektif Carl, lihat saja kau! Badjingan kau! Tunggu, kau adalah korban selanjutnya! Jangan panggil aku Foster Bridge jika tak bisa menghabisi nyawamu saja!” makinya dengan keras, setelah mengetahui siapa yang menyeretnya kemari.


Ck! Briptu Scarlet yang saat itu ikut rekannya dan pergi ke sel tempat Foster Bridge ditahan hanya melihatnya saja.


Ck! Wanita itu hanya berdecak saja saat Foster Bridge memaki Detektif Carl.


Dia bahkan merekam ucapan pria itu kemudian mengirimkannya pada Detektif Carl.


“Kurang ajar! Jika dia tidak cari masalah duluan denganku maka aku tak akan meladeninya, mengirimiku bom dan kini mengancamku balik. Aku tidak takut. Dan ya, aku akan menunggu tantanganmu itu!” hardiknya kesal, setelah selesai mendengarkan pesan suara barusan.


***


Hari berikutnya.


Detektif Carl sedang duduk di kantornya sendiri. Saat itu Leo belum datang.


Pria itu senyum-senyum sendiri sembari menatap layar ponselnya.


“Poinku banyak sekali, ku gunakan untuk apa sebaiknya?” gumamnya, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah selesai menjalankan misi kemarin, poin Detektif Carl semakin menumpuk jumlahnya dan ada 200.000 poin lebih.


Berulang kali pria itu berdecak melihat jumlah poinnya. Sampai bingung untuk menggunakan dan membelanjakannya.

__ADS_1


Manusia memang aneh. disaat kekurangan selalu mengeluh di saat berlebihan juga mengeluh, tak pernah ada benarnya.


“Mobil aku sudah punya. rumah menurutku belum perlu untuk beli baru. Ponsel juga tak perlu beli lagi,” gumamnya mendengus, benar-benar bingung mau diapakan poin tersebut.


Terdengar suara ketukan pintu tiga kali hingga membuyarkan lamunan detektif Carl.


Sesosok pria sudah masuk ke ruangannya melewati pintu yang memang sudah ia buka dari tadi.


“Tuan Adolf... ?”


Pria itu kemudian duduk setelah mengangguk.


“Detektif Carl, ini ada sedikit tips dariku untuk masalah Sarah Michelin. Terima kasih sudah membantuku,” ucapnya langsung saja, ke pokok permasalahan.


Ia pun segera menyodorkan amplop tebal pada Detektif Carl.


“Aku tak habis pikir saja kenapa Foster Bridge tega membunuh putriku hanya karena lebih memilih Lexy daripada dia. Padahal di luar sana banyak wanita manapun yang mau melempar tubuhnya pada pria tersebut,” sesalnya, juga dengan tatapan sedih.


Setelah investigasi lanjutan dan reka ulang kejadian akhirnya diketahui motif pembunuhan. Dan motifnya murni masalah cinta, masalah pilihan hati.


“Yang penting sekarang dia sudah mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tandas Detektif Carl.


Tuan Adolf hanya manggut-manggut saja mendengar ucapan Detektif Carl.


Ia pun kemudian segera berpamitan, karena urusannya sudah selesai.


***


Siang hari, setelah lama menatap layar ponsel dan berpikir tak ada yang perlu dibelinya maka semua poin yang didapatkan oleh Detektif Carl, ia tukar dengan uang. Dan nominalnya pun luar biasa.

__ADS_1


Saat ini pria itu sedang berada di sebuah bank internasional. Dia berniat menabung semua uangnya, daripada membawanya yang mungkin saja akan cepat habis tanpa jejak.


Biasa, seorang pria sejatinya adalah makhluk yang boros. Pada dirinya sendiri ia bisa kikir tapi jika pada kekasih atau pasangannya, bisakah dia kikir?


Terlebih pada Briptu Scarlet, apapun yang diminta oleh wanita itu ia pasti akan memberikannya meskipun itu harganya fantastis luar biasa.


“Ini tolong dihitung,” ucapnya, Nyalakan semua uangnya pada teller bank.


Di saat yang lainnya hanya beberapa menit sudah keluar dari bank berbeda dengan Detektif Carl, 15 menit barulah dia keluar dari bank setelah menjalani proses yang cukup panjang.


“Mungkin lain waktu aku belum mengambil holiday bersama Scarlet. Tapi aku tak ingin pergi ke manapun, apa sebaiknya aku beli villa saja? Hanya aku dan Scarlet saja yang akan menghuninya di akhir pekan,” gumamnya lagi, setelah berpikir mendalam dan mempertimbangkannya matang-matang.


Ia butuh waktu eksklusif bersamaan dengan kekasihnya itu, hanya berdua saja untuk melepas penatnya yang menghimpit.


Tak lama setelahnya pria itu pun mengeluarkan ponsel dan sering bicara dengan seorang Developer, memesan villa impiannya.


***


“Undangan apa ini?” tukas Detektif Carl, melihat sebuah undangan yang tergeletak di meja lalu diambilnya.


Tertera namanya di sana dan ada note boleh mengajak siapapun.


“Undangan dari Tuan Noel, Detektif. Pesta jamuan makan malam, menyambut pembukaan perusahaan baru miliknya,” jelas Leo yang juga ada di sana.


Tuan Noel adalah salah satu klien lama Detektif Carl.


“Tapi kenapa lokasinya aneh sekali?” balas Detektif Carl, sampai mengerutkan keningnya.


Karena tempat undangannya bukan berada di sebuah hotel megah berbintang 5, tapi di sebuah pulau. Bahkan pulau terpencil.

__ADS_1


__ADS_2