Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 54 Gas Sedatif


__ADS_3

Detektif Carl masuk ke ruangan nya dan duduk di sofa panjang yang ada di sudut ruangannya.


“Semoga saja tak ada misi dulu sampai penat ku hilang.” gumamnya lalu berbaring di sofa coklat gelap.


Baru membaringkan tubuhnya dalam hitungan detik saja pria itu sudah tertidur pulas.


Sedangkan Leo sekarang beranjak dari tempat duduknya setelah membaca semua informasi yang dibutuhkannya.


“Aku harus segera bergerak sekarang. Detektif Carl memberikan kepercayaannya padaku jadi aku tak boleh mengecewakannya.” gumamnya lalu memakai blazer yang tadi dia lepas.


Leo berjalan ke ruangan detektif Carl.


“Mungkin dia kelelahan sekali.” celetuknya melihat detektif yang sudah terlelap, mungkin saja sudah di alam mimpi malahan melihat dari seulas senyum di wajah pria itu.


Leo kemudian berangkat tanpa berpamitan daripada mengganggu waktu istirahat detektif Carl.


“Ayo Leo, kau pasti bisa. Ini hanyalah kasus kecil.” ucapnya pada dirinya sendiri untuk menyemangati dirinya sendiri.


Tak lama kemudian pria berusia 23 tahun berambut blonde cepak itu pun duduk di mobilnya.


Ia mengemudikan mobil menuju ke salah satu outlet tuan Laurent, Magic Icy. Ada tiga outlet, tapi dia memutuskan untuk memeriksa satu outlet terlebih dulu.


Klak


Sepuluh ini kemudian akhirnya pria jangkung bermata lebar itu berhenti depan sebuah outlet besar yang ada di salah satu mall.


Warna biru cerah mendominasi outlet Magic Icy itu meskipun campur guratan warna kuning juga warna ceamy lainnya yang menarik mata hanya dengan menatapnya saja.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan mengamati dulu di sini.”


Leo masuk ke outlet yang berada di lantai 1 sebuah mall. Sebelum sampai ke Magic Icy, Ia melewati dua outlet es krim lainnya dan terlihat ramai.


Leo kemudian duduk di sebuah kursi kosong karena memesan beberapa menu es krim.


“Ya, di sini ternyata lebih sepi daripada dua outlet tadi.” gumamnya menatap separuh lebih kursi di sana kosong.


Satu jam lamanya Leo duduk di sana dan sudah menghabiskan 2 cup es cone matcha juga hot lava.


“Kualitas rasanya enak masih seperti yang dulu.” Leo bahkan kini mengambil es cone ketiga karena di sana ada promo buy 2 get 1.


Selesai menyantap tiga cone, Leo berdiri dari tempat duduknya lalu menyisirkan pandangan pada setiap pengunjung yang ada di sana.


“Tak ada yang aneh di sini.” gumamnya saat melihat semuanya baik-baik saja serta tak ada pengunjung yang mencurigakan.


Ia kemudian berjalan keluar outlet dan menatap ke arah 2 outlet es krim lainnya yang 5 meteran dari Magic Icy.


Ia lalu menatap outlet lainnya, Scorn Icy yang terletak bersebelahan dengan Cool Icy.


“Sama. Di sana juga ramai.” terlihat antrian panjang di outlet tersebut meskipun tidak sepanjang di Cool Icy.


“Apa yang membuat dua outlet itu lebih ramai dari Magic Icy ?”


Leo yang penasaran kemudian menuju ke Cool Icy. Di sana dia memesan satu cone saja karena ada promo seperti di Magic Icy.


“Dari rasa sebenarnya masih nikmatan buatan Magic Icy.” gumamnya kembali merasa aneh. Dari harga juga masih miringan di Magic Icy.

__ADS_1


Leo beranjak dari duduknya dan dan mengamati pengunjung yang sedang mengantri.


“Kenapa mereka semua rela mengantri panjang seperti itu ?”


Leo entah kenapa ingin saja masuk ke deretan panjang antrian meskipun tak antri membeli saja.


Baru 2 menit berdiri di sana tercium sebuah aroma segar nan harum menelisik hidungnya.


“Bau apa ini ?”


Ia merasa bau itu bukan bau parfum pengunjung tapi merupakan aroma yang merupakan perpaduan dari essence vanili dengan aroma soft compound anshen yang memiliki efek sedatif hipnotis.


“Tunggu ! Kenapa aku tiba-tiba ingin memesan kembali es krim di sini padahal aku tak berniat memesannya ?” bahkan Leo pun terkena dari efek sedatif itu.


Sontak saja pria itu segera keluar dari antrian sebelum terkena hipnotis.


“Jadi outlet ini menggunakan minyak Anshen yang bertujuan untuk membuat pengunjung yang ada di sini agar terus memesan, dan aroma itu persamaan oleh aroma vanili. Cerdas sekali.”


Leo pun mencoba menuju ke bagian samping, melihat di salah satu etalase.


“Pasti itu humidifier menggunakan dua campuran tadi.” gumamnya melihat uap panas mengepul dari alat tersebut.


Leo hanya berdecak mengetahui metode yang digunakan Cool Icy tersebut untuk mendapatkan pembeli.


“Sekarang aku ingin mencoba rasa es krim di Scorn Icy.”


Ia pun kemudian menuju ke counter yang ada di sebelahnya. Langkahnya tiba-tiba terhenti saat akan memasuki outlet tersebut.

__ADS_1


“Briptu Scarlet ?!” pekiknya terkejut saat melihat wanita berseragam serba biru muda itu melenggang ke arahnya.


Tak hanya wanita itu saja yang datang ke sana tapi beberapa anggota kepolisian lainnya turut serta menemani wanita tersebut.


__ADS_2