
Leo menduga kacang yang dimaksud pada buku diary itu adalah mutiara yang ditemukannya saat ini. Karena mutiara berbentuk bulat juga berwarna putih yang hampir mirip dengan kacang.
Jika sesuai dengan buku diary tersebut maka akan ada beberapa mutiara lagi di kamar ini yang kutemukan.
Leo kemudian kembali memeriksa ruangan tersebut dengan hati-hati dan lebih teliti. Ia menyisir tempat yang belum ia jamah.
Tatapannya kemudian terkunci pada sebuah rak sepatu yang ada di dekat pintu. Ada sesuatu yang tampak berkilau di bawah sepatu.
“Sesuai dugaanku. Ini memang mutiara.” Leo mengambil satu mutiara di bawah sepatu kets berwarna putih. Warna putih pada sepatu menyamarkan mutiara yang berada di sana Jika saja tak ada cahaya yang menerpa benda itu dan membuatnya berkilauan.
Leo menggabung satu mutiara itu dengan tiga butir mutiara yang sudah ia temukan sebelumnya.
Jika dugaan kau benar maka masih ada satu mutiara yang ada di kamar ini.
Ia kembali pemeriksa dengan teliti rak sepatu tersebut karena hanya tempat itu saja yang belum di jamaahnya.
Tak! Benar saja, sebuah mutiara jatuh dari dalam sepatu pantofel berwarna coklat.
“Lengkap sudah ada lima butir mutiara sesuai dengan buku diary milik Nona Isabelle.”
Tuan Tom dan Nyonya Kate saling menatap, mereka tidak tahu apa makna atau arti dari lima butir mutiara yang ditemukan oleh Leo.
“Apakah pemilik mutiara itu adalah pelaku pembunuh putri kami?” tanya Tuan Tom.
“Aku belum bisa menyimpulkan. Terlalu dini, sampai aku menemukan semua bukti yang akurat, Tuan.”
__ADS_1
Setelahnya mereka bertiga kembali ke ruang tamu. Leo membuka kembali buku diary milik Isabelle. Mencari nama Natcracker di sana. Mungkin saja dia melewatkan satu hal.
“Sayang sekali nama asli Natcracker tidak disebutkan di sini. Aku harus menelusuri dan mencarinya sendiri.” Ia menutup kembali buku diary Isabelle.
Leo menatap jam yang tergantung di dinding ruang tamu. Baru satu jam kurang dia berada di sana.
Mungkin sebaiknya aku menemui teman dari Nona Isabelle yang disebut oleh Tuan Tom tadi.
“Tuan dan Nyonya, apakah Anda bisa mengantarku menemui teman Nona Isabelle?”
Tuan Tom dan Nyonya Kate mengangguk. Setelahnya mereka keluar rumah menuju ke rumah salah satu teman Isabelle, Charles. sebelum mereka mendatangi rumah Hugo atau pun David.
Terdengar suara pintu di ketuk 3 kali di sebuah rumah sederhana berukuran 4 x 6 meter bercat kuning terang.
“Nyonya Kate, Tuan Tom. Silahkan masuk.” Mereka berdua tersenyum tipis pada Charles.
“Ikut lah masuk bersama kami, Tuan Leo,” ajak Nyonya Kate.
Leo mengangguk kemudian melangkahkan kakinya masuk mengikuti mereka berdua.
Di ruang tamu, Charles nampak bingung melihat ada satu tamu asing di rumahnya yang datang bersama kedua orang tua Isabelle.
“Charles, mungkin kau bingung dengan kedatangan kami kemari.” Tuan Tom angkat bicara melihat orang bingung di muka tetangganya itu.
“Kami datang kemari dengan membawa seorang detektif untuk menyelidiki kematian Isabelle. Aku minta kau membantu kami dengan memberikan semua kesaksian yang diperlukan,” imbuh Tuan Tom.
__ADS_1
“Jadi, apakah Isabelle meninggal bukan karena bunuh diri tapi dibunuh oleh seseorang?”
“Benar. Tolong bantu kami. Agar pelaku itu bisa segera ditangkap dan putriku bisa tenang di atas sana.”
Charles nampak gemetar mendengarkan itu, ia sungguh tak mengira kejadian malang yang menimpa teman dekatnya.
“Baiklah, Tuan silakan mulai investigasinya, aku akan memberitahukan sedetail mungkin yang ku tahu.”
Leo kemudian mengeluarkan perekam dan menekan tombol on lalu menaruhnya ke meja.
“Tuan Charles, apakah Anda dua hari sebelum kejadian bicara atau bertemu dengan Nona Isabelle?”
“Ya, aku bertemu dengannya pada siang hari. Isabelle keluar dari cafe depan rumah. Kami bertemu di depan dan bicara sebentar.”
“Dengan siapa Nona Isabelle saat itu keluar?” tanya Leo.
Charles kemudian menjelaskan jika Isabelle datang sendirian ke cafe tersebut. Ia juga menerangkan jika temannya itu seperti menunggu seseorang tapi tidak datang. Terlihat dari dua cangkir kopi yang dipesannya yang ada di meja, sudah mendingin. Dan satu cangkir kopi lainnya sudah habis.
“Apakah Nona Isabelle punya seorang teman bernama Natcracker?”
Charles nampak diam dan berpikir kembali untuk mengingat siapa saja nama teman Isabelle.
Ia menggelengkan kepala.
“Tapi dia punya beberapa teman yang berasal dari luar daerah. Mungkin saja ada satu di antara mereka yang bernama Natcracker.”.
__ADS_1