
Pria bertopi hitam tadi cepat-cepat masuk ke belakang sebelum ada yang melihatnya.
Karena di sana masih ada pengunjung dan pemilik sedang bersiap untuk tutup, maka tak ada yang mengawasi pria tersebut.
“Mungkin saja aku meninggalkannya di sini.” pria itu masuk ke sebuah ruangan.
Dia menatap dengan cepat ke arah lantai yang di ingatnya, dimana dulu ia pernah menjatuhkan salah satu korbannya.
“Pasti di sekitar sini.” gumamnya.
Dengan cepat, pria itu pun menyalakan senter lalu menyenteri seluruh bagian lantai tanpa terkecuali.
“Seharusnya itu disini, tapi tidak ada.” gumamnya, kemudian berdiri.
Ia kembali mengurangi pencariannya dengan cepat sebelum pemilik gym menyadari kehadirannya.
“Atau mungkin jarum itu sudah di bersihkan?” gumamnya lagi. setelah benar-benar tidak menemukan yang dia cari.
“Atau mungkin itu ada di Horizon gym? Aku menjatuhkannya disana?” pikirnya, mengingat-ingat lagi dan menebak segala kemungkinan yang ada.
Dari arah depan Sam melihat sekelebat bayangan hitam di ruang belakang.
Cepat-cepat dia masuk ke belakang karena merasa aneh dan menurutnya ada yang mencurigakan di sana.
Benar saja, ia berpapasan dengan pria berbaju serba hitam juga menggunakan topi hitam berjalan terburu-buru dengan menunduk, seperti menyembunyikan wajahnya.
“Tuan, apa kau yakin untuk fitness sekarang? Karena lima menit lagi, aku tutup.” ucap Sam, menarik bahu pria itu untuk menghentikannya.
__ADS_1
“Jika begitu, tak apa. Besok saja aku kembali kemari.” jawabnya tanpa berani menoleh dan menatap lawan bicaranya.
“Lalu, pembayaran fitness di awal tadi akan hangus.”
“Tak apa. Permisi.” jawabnya singkat, kemudian berlalu pergi dengan buru-buru.
Sementara Sam hanya menatap punggung pria tersebut. Ia bisa melihat wajahnya dari samping dengan jelas.
“Kenapa dia lama ke toilet?”
Sam segera memeriksa toilet. Tak ada apa pun di sana. Entah kenapa ia merasa aneh saja. Ia bahkan memeriksa tempat sekitar.
“Disini juga tak ada apa-apa. Semuanya masih dalam posisi seperti sebelumnya,” gumamnya.
Lantas ia pun bertugas berlari keluar untuk mencari pria tadi. Namun sayangnya pria tadi sudah tak ada di sana.
Sesaat kemudian telepon tersambung.
“Halo Detektif Carl, aku Sam. Maaf malam begini mengganggu jam istirahat mu.” ucap Sam, cepat.
Ya, Tuan Sam. balas Detektif Carl dengan suara berat, karena ia sudah tertidur satu jam yang lalu.
Sam kemudian memberitahukan kedatangan seorang pria yang tampak mencurigakan, namun sudah pergi sekarang.
Baik, Tuan Sam. Jika ada sesuatu yang mencurigakan lagi bisa segera menghubungi ku. Aku akan mencoba berkoordinasi dengan pihak kepolisian. balas Detektif Carl.
“Dugaan ku benar, pelaku itu memang datang untuk mengambil jarum nya.” desaunya, sembari menatap jam yang tergantung di dinding.
__ADS_1
Haruskah jam segini dia keluar rumah seorang diri?
Detektif Carl pun memilih untuk mengambil ponselnya yang ada di meja, daripada bergerak sendirian.
Ia menghubungi salah satu agen kepolisian yang ada di Manor Gym lalu mengabarkan pada mereka, jika ada kemungkinan besar pelaku datang malam ini, tapi bukan di sana.
“Pelaku mungkin akan mengambil barang buktinya yang tertinggal di Horizon Gym saat ini juga.” jelas Detektif Carl di telepon.
Panggilan pun segera berakhir. Detik itu juga, beberapa agen polisi segera menuju ke Horizon Gym, namun beberapa lainnya masih stand by di tiga gym tempat mereka bertugas.
“Biar agen polisi yang mengatasi ini dulu. Aku butuh istirahat untuk melakukan pekerjaan yang menguras pikiran besok.” Detektif Carl kembali berbaring ke tempat tidurnya, menarik selimut hangat untuk menutupi tubuhnya.
Dua agen polisi berseragam sipil tiba di Horizon Gym dalam waktu lima menit. Tentu saja seperti apa mereka berkendara, mengebut pada batas kecepatan yang dilarang karena urgent.
Tepat di saat mereka berdua masuk. Ada seorang pria be ani serba hitam, dengan tatapan dingin dan mencurigakan keluar dari area belakang gym.
Manik mata kedua agen polisi tadi bergerak liar setiap sudut gym, dan menangkap mata pria tadi.
“Tunggu Tuan, ada yang ingin ku tanyakan padamu.” Satu agen polisi langsung menghentikan langkahnya.
Pria tadi hanya dengan sekali pandang saja mengetahui siapa pria yang menghentikan langkahnya.
Sial! Dua agen polisi ini bagaimana mereka bisa ada di sini? Sebelumnya pergerakan ku tak terdeteksi. Aku harus bisa lolos dari mereka. batin pria tadi, tetap tenang, menjaga sikapnya agar tidak mencurigakan.
Ia pun menatap agen polisi di depannya.
“Ya, Tuan silahkan saja. Mungkin aku bisa membantu mu.”
__ADS_1