Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 188 Keluar Dari Masa Kritis


__ADS_3

Detektif Carl menatap kantor yang kosong. Bahkan untuk memastikannya ia masuk ke ruangan Leo.


“Dia juga tidak ada di sini.”


Jujur, dia khawatir pada Leo setelah melihat kondisi mobil asistennya itu yang rusak parah. Baginya Leo bukan sekedar asisten biasa saja. Dari sekian banyak asistennya hanya Leo yang dia pertahankan sampai sekarang, meskipun usianya tergolong yang paling muda sendiri di antara asisten lainnya.


Leo bisa mengikuti ritme kerjanya yang cepat. Dia juga mau belajar saat mengalami kesulitan. Juga yang terpenting dia lebih seperti keluarganya sendiri.


“Leo, di mana kau?”


Di antara rasa kalut dan bingung, pria itu merogoh saku baju lalu mengeluarkan ponselnya. Detik itu juga dia langsung menghubungi nomor Leo.


“Sial! Nomornya tidak aktif! Harusnya kemarin setidaknya aku menelepon dia untuk menanyakan kabar,” sesalnya.


Ia merasa kecewa pada dirinya sendiri yang terlalu fokus pada liburannya dengan Briptu Scarlet. Pepatah bilang wanita bisa mengacaukan segalanya. Dan tertata itu benar.


Di tengah rasa gelisahnya, Detektif Carl masih menatap benda pipih yang kini tergeletak di meja. Sedari tadi otak kecilnya terus berpikir mencari jawaban dan segala kemungkinan keberadaan Leo.


Pria itu kemudian meraih kembali tanda pipih di meja. Seingatnya, ia pernah menyimpan nomor rumah Leo.

__ADS_1


“Benar, nomornya ada di sini.”


Detektif Carl menemukan nomor rumah Leo pada ponselnya. Ia kemudian segera menghubungi nomor tersebut.


“Halo, apakah aku bisa bicara dengan Leo sekarang?” ucapnya, setelah telepon terhubung.


Terdengar suara seorang wanita yang menyambutnya di ujung sambungan telepon.


“Apakah ini Detektif Carl?” jawab suara di telepon. Sepertinya sudah hafal dengan karakter suara yang menelepon.


“Ya, Nyonya. Aku khawatir pada Leo. Aku menemukan mobilnya rusak berat di dekat kantor tapi aku tak menemukan dia di kantor. Apakah dia ada di rumah atau di mana?” Detektif Carl juga langsung tahu suara wanita tersebut adalah ibunya Leo. Karena hanya ada satu wanita di rumah Leo, dan itu adalah ibunya Leo.


Detektif Carl tampak membeku di sana mendengar penjelasan dari ibunya Leo. Sungguh ia tak menyangka sama sekali semuanya akan jadi seperti ini.


"Tuan, apakah Anda masih ada di sana?” Ibunya Leo kembali bertanya setelah merasa hening, tak terdengar suara Detektif Carl lagi.


“Oh, Ya Nyonya. Maaf, aku benar-benar syok sekali. Di mana Leo di rawat? Aku akan ke sana sekarang juga.”


Ibunya Leo kemudian memberikan alamat rumah sakit tempat Leo dirawat pada Detektif Carl. Setelah itu panggilan pun berakhir.

__ADS_1


Detektif Carl pun kembali masuk ke mobilnya menuju ke rumah sakit tempat Leo dirawat. Bahkan ia pun tidak mengecek dulu berkas-berkas yang ada di meja untuk melihat kasus apa yang sedang ditangani Leo.


Baginya saat ini yang terpenting adalah keselamatan Leo.


Detektif Carl tiba di rumah sakit. Ia masuk ke ruangan tempat asistennya itu dirawat. Nampak Leo belum sadarkan diri. Bahkan pria itu belum keluar dari masa kritisnya.


“Leo, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Siapa yang melakukan semua ini padamu?” pekik Detektif Carl.


Ia tak bisa menyembunyikan emosinya lagi melihat kondisi yang Leo tak berdaya begini. Mungkin saja jika dia tak pergi ke Hawaii selama tiga hari lamanya semua ini tak perlu terjadi.


“Pasti yang membuatmu sampai terluka parah seperti ini adalah pelaku pembunuh yang sebenarnya. Aku akan lacak itu dan cari pelakunya sampai dapat, secepat mungkin. Tapi kau harus janji padaku untuk segera keluar dari masa kritismu,” ungkap Detektif Carl.


Detektif Carl duduk di sana selama kurang lebih 30 menit. Sekarang ia sudah bangkit dari duduknya dan pergi dari sana untuk mengusut kasus yang dikerjakan Leo.


Tak ada yang mengetahui setelah kepergian Detektif Carl, Leo menunjukkan progress signifikan yang bagus. Dia berhasil keluar dari masa kritisnya.


Ujung jari tangannya bergerak lemah, meskipun dia belum bisa membuka mata.


Detektif Carl, kau sudah kembali. Aku bisa tenang sekarang, batin Leo. Ternyata dia bisa mendengar apa yang diucapkan oleh atasannya itu.

__ADS_1


__ADS_2