
Detektif Carl hanya diam saja tidak tergiur dengan tawaran yang sangat menggiurkan itu sebelum tahu apa masalah pria tersebut dan juga sebelum sistem mengkonfirmasi sebagai misi.
“Jika boleh tahu apa masalahmu, tuan ? Kuharap itu bukan masalah pribadi karena itu bukan lah ranahku.” ucap detektif Carl menatap tuan Marcel.
“Kemarilah sebentar untuk duduk bersamaku aku akan menceritakannya sebelum kau membayar mobil itu.”
Tuan Marcel yang saat itu berdiri di samping detektif kemudian berjalan dari sana menuju ke sebuah kursi yang berada di dekat sebuah pohon rindang di sisi barat.
Tepat di saat detektif baru berjalan sebanyak tiga langkah datanglah seorang pria menghampiri mobil Roll - Roys putih yang akan di pesannya.
“Mobil ini bagus dan sesuai dengan seleraku, jadi aku lebih baik segera memesannya saja daripada kehabisan.” gumamnya langsung tertarik meskipun belum memeriksa secara menyeluruh.
Kebetulan untuk jenis mobil itu hanya tertinggal satu item saja. Detektif Carl sebelumnya sempat menanyakan itu pada pekerja di sana.
“Maaf tuan, aku yang pertama memesan mobil ini jadi sebaiknya anda memilih mobil lain.” ucap detektif Carl tiba-tiba menghampiri pria itu dan menjelaskan semuanya. Ia tak mau kehilangan barang yang diminatinya terlebih hargnya diskon 70% terlepas dari ia akan mengambil kasus itu atau tidak.
“Oh.” pria sumber pakaian setelan jas hitam itu pun terpaksa pergi dari sana dengan kecewa untuk memilih mobil lainnya.
__ADS_1
Detektif Carl lalu menghampiri tuan Marcel yang sudah duduk dengan posisi nyaman menunggunya.
“Lama sekali jalan mu detektif, padahal ini dekat sekali jaraknya.” ucap tuan Marcel setelah detektif Carl tiba di tempatnya.
Detektif Carl tak merespon itu meskipun memang benar yang dikatakannya. Jarak tempat duduk ini dengan mobil tadi berada hanya 3 meter saja.
Ia lebih tertarik untuk membahas lainnya.
“Tuan barusan ada pembeli yang menginginkan mobil yang akan kubeli.” ucapnya menjelaskan sembari duduk.
Tuan Marcel hanya tersenyum kecil saja, “Ya, aku akan menyimpannya itu untukmu.”
“Ada apa tuan ?” ucap seorang pria yang mengenakan pakaian berlogo nama dealer tersebut.
“Kau lihat mobil putih itu ?” ucapnya dengan menunjuk ke arah mobil yang di pesan detektif Carl. “Kau ada yang lainnya jika mobil itu sudah terjual.”
“Baik, tuan.” jawab pria tadi yang ternyata memang bekerja di sana langsung mengerti tanpa bertanya lebih lanjut apa alasannya.
__ADS_1
“Terimakasih sudah membantuku tuan.”
Detektif Carl lalu duduk di samping pria itu setelah pekerja tadi pergi dari hadapan mereka.
“Jadi apa masalahmu, tuan ?”
“Begini detektif. Aku punya seorang putri di rumah, Amy. Dia memang suka keluar malam ke bar di dekat rumah. Tiga hari yang lalu dia pulang dari bar pukul 01.00 dini hari seorang diri dengan kondisi mabuk. Padahal biasanya putriku itu tak pernah pulang larut sekali bahkan sampai mabuk seperti itu. Anehnya setelah keesokan harinya tiba-tiba putriku seperti mati suri. Dan ini sudah 5 hari sejak kejadian itu.” jelas tuan Marcel panjang lebar menceritakan duduk masalahnya.
Detektif yang sudah tadi diam mendengarkan ini mulai bersuara setelah tuan Marcel selesai bicara.
“Maaf tuan, aku ini seorang detektif bukan petugas medis. jadi alangkah baiknya jika memeriksakan atau membawa putrimu ke rumah sakit saja.” detektif menyarankan seperti itu.
“Tunggu, aku tahu ini berkenaan dengan seputar medis dan bukan bidang mu. Aku tidak ingin kau menyembuhkan atau merawat putriku tapi aku hanya ingin kau mencari tahu saja ada seseorang di balik semua ininya dengan sengaja minta lagi putriku hingga sampai seperti itu ?” ucapnya bersi keras dan yakin sekali akan hal itu meskipun sama sekali tak mempunyai bukti atau tuduhan yang mengarah pada seseorang.
“Tolonglah selidiki ini. Aku juga sudah memanggil seorang dokter ke rumah untuk merawat putriku.” tambah tuan Marcel mendesak.
Detektif Carl kembali menarik nafas panjang dan berat lagi-lagi bertemu dengan seseorang yang keras kepala seperti tuan Marvel yang hampir mirip dengan tuan Laurent.
__ADS_1
“Ya, tuan baiklah aku akan memeriksa kondisi putrimu terlebih dulu untuk memastikannya apakah itu memang ulah seseorang atau murni karena kebanyakan minum.” ucapnya pada akhirnya tak bisa menolak bukan karena mobil Roll-Roys yang dia inginkan tapi karena hati nuraninya yang bicara