Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 125 Menemui Lexy Fitch


__ADS_3

Namun baru saja Dale Fox memulai diskusinya dengan Sarah Michelin, wanita itu malah sudah bunuh diri duluan. Padahal ia bersedia saja jika sarah tetap menolak dirinya, asalakan tetap mempertahankan benih darinya.


Dan itu hanya masalah waktu saja baginya. Ia akan mencari cara supaya wanita itu akan berpindah ke pelukannya. Terlebih ia mendengar kabar jika ada masalah dalam hubungan Sarah dan Lexy.


“Kau yakin tak ada hubungan apapun dengan Sarah Michelin?”


Detektif Carl mengulang lagi pertanyaannya sekaligus untuk menegaskannya.


Dari raut muka Dale Fox jelas bisa dilihat jika pria itu tampak menyembunyikan sesuatu darinya.


Dale Fox menggelengkan kepalanya. Baginya tak ada gunanya juga mengakui hubungan mereka, karena baik Sarah maupun calon bayinya sudah tak ada di dunia ini.


Mungkin dengan mengubur kisah itu akan membuat semuanya baik-baik saja seperti sekarang ini. Karena menurutnya percuma juga menceritakannya, tak ada gunanya. Malahan nanti ia akan ucap sebagai pria berebut wanita orang jika semua mengetahui hubungan mereka.


“Tidak, Detektif,” jawab Dale Fox pada akhirnya.


Detektif Carl hanya menarik nafas panjang mendengarkan penuturan pria itu yang entah kenapa masih terasa janggal baginya.


Aku akan meyelidikinya lagi nanti, apakah benar apa yang diucapkannya tadi? batinnya, tetap yakin jika Dale Fox menutupi sesuatu darinya.


“Lalu apa kegiatan terakhir yang kau lakukan dengan Sarah Michelin, Tuan?”


Dale Fox kemudian menceritakan semuanya jika semalam sebelum wanita itu bunuh diri dia sempat keluar bersamanya, namun itu hanya dua jam saja.


Tepatnya di jam 15.00 dan itupun dia hanya bicara di kantor tempat Sarah bekerja, membahas tentang hubungan mereka selanjutnya, namun bagian itu ia skip dan save untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Tak ada yang mencurigakan dari ceritanya, tapi tetap saja ada yang aneh dan tidak benar di sini, batin Detektif Carl, mencatat subscene pria itu pada buku kuningnya.


Detektif Carl pun kembali mengajukan pertanyaan berikutnya dan Dale Fox menjawab semua pertanyaannya dengan lancar.


Tug! Di tengah pembicaraan mereka, tak sengaja Dale Fox menarik dasi yang dikenakannya saat ini. Dan sebuah pin jatuh ke lantai.


“Tuan, milikmu jatuh,” ucapnya mengambil pin Dale Fox, sebuah bros berbentuk serigala berwarna silver.


Detektif Carl mengamati sejenak beras tersebut sebelum menyerahkannya pada Tuan Dale Fox.


“Terima kasih.”


Dale Fox menerimanya kemudian menyematkan kembali bros tersebut di bajunya.


“Permisi, aku pergi dulu. Terima kasih atas kesediaannya menjadi saksi. Aku akan memberitahukan hasilnya padamu besok,” ucap Detektif Carl berpamitan.


“Ini dia kantornya Tuan Lexy Fitch,” gumamnya, lalu segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir.


Detektif Carl berjalan memasuki kantor tersebut. Di tengah jalan dia berpapasan dengan seorang pria yang berjalan dengan tergesa-gesa.


“Tuan Lexy, permisi!” panggilnya, kemudian berbalik dan mengejar.


“Ya.” Tuan Lexy pun berhenti, juga berbalik.


“Tuan, kau...” pekiknya, teringat pria yang memanggilnya saat ini adalah pria yang pernah ditabraknya dulu saat mengikuti acara berkabung di rumah Sarah Michelin.

__ADS_1


“Ya, aku Detektif Carl.”


“Detektif?” Tuan Lexy bahkan sampai mengurutkan keningnya karena terkejut, ternyata pria itu seorang detektif.


Terlebih lagi ia bingung, kenapa seorang detektif mencarinya.


Melihat wajah pria di hadapannya itu nampak bingung, maka Detektif Carl pun menjelaskan tujuannya datang kemari.


“Aku kemari untuk mengungkap kasus Sarah Michelin,” bisiknya lirih.


“Sarah? Apa dia di...”


Detektif Carl mengangguk cepat, bahkan sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya.


“Aku kemari hanya untuk meminta kesaksian dirimu saja Tuan, untuk keperluan penyelidikan,”tukasnya langsung, melihat wajah di depannya itu masih tampak bingung.


Lexy sendiri tampak bingung juga merasa syok seketika, mengetahui jika gadis itu meninggal bukan murni karena bunuh diri tapi dibunuh. Wajahnya pun kini terlihat makin sedih.


“Baiklah, Detektif. Ikuti aku,” pintanya.


Tuan Lexy membawanya ke sebuah ruangan khusus di kantornya. Sebuah ruangan yang biasa ia pakai untuk menyambut tamu khusus.


“Apa benar Sarah meninggal bukan karena bunuh diri?” tanyanya, setelah duduk.


Detektif Carl mengangguk. Dan sudah menduga itu jawaban yang akan dilontarkan oleh saksi, sama dengan Tuan Dale Fox sebelumnya.

__ADS_1


“Jadi Tuan Lexy, dari riwayat telepon terlihat kau bicara dengan Sarah setiap harinya. Meskipun kau bilang sudah memutuskan hubungan pertunangan kalian dan membatalkan pernikahan. Apa saja yang kau bicarakan dengannya? Lalu jika memang sudah putus kenapa masih menghubunginya terus-menerus?” tanya Detektif Carl, menatap lurus pria yang duduk di depannya.


__ADS_2