Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 153 Obat Asli Atau Palsu?


__ADS_3

Seorang pria berjalan cepat menghampiri Parker.


“Ada apa Tuan Smith?” tanya Parker, lalu menghentikan langkahnya.


“Apa yang kebaikan itu rekam medis Tuan Curtis dan Tuan Luck dari rumah sakit?”


“Ya, benar, Tuan.”


“Boleh aku melihatnya sebentar?” tanya Tuan Smith langsung.


Tuan Smith adalah pengusaha batubara terkenal di Swiss. Koleganya banyak. Dia adalah teman Tuan Luck. Bahkan mereka berteman sejak usia mereka masih 10 tahun.


Dan ia terpukul atas meninggalnya teman dekatnya itu. Ia ingin tahu apa diagnosa dari dokter.


“Maaf, Tuan Smith, Anda tak di izinkan untuk melihat hasil rekam medis ini, Tuan Noel sudah berpesan padaku tak ada siapapun yang boleh melihatnya.” seloroh Parker.


“Tapi aku teman dekatnya. Apa tak boleh aku melihatnya sebentar saja?” Tuan Smith terus mendesak.


“Maaf, Tuan. Aku tidak berani,” ujar Parker menunduk. Bahkan ia sempat membungkuk pada pria itu sebelum dia pergi dari sana.


***


“Semoga saja Detektif Carl ada di kamar,” gumam Parker.


Tuan Noel berpesan padanya untuk menyerahkan rekam medis itu pada Detektif Carl dulu, baru menyerahkan padanya.


Terdengar suara pintu diketuk tiga kali di kamar Detektif Carl yang tertutup rapat.

__ADS_1


Siapa yang mengetuk pintu? batin Detektif Carl, segera menatap ke arah pintu begitu mendengar suara ketukan di luar sana.


“Tuan Parker, ada apa?” kata Detektif Carl setelah membuka pintu dan ternyata ada pelayan Tuan Noel di sana.


Pria itu terlihat serius sembari menggenggam beberapa amplop yang terlihat penting.


“Apakah yang kau bawa itu...” Tatapan Detektif Carl pun terkunci pada surat yang dibawa oleh pelayan itu.


Peter mengangguk dalam, dan Detektif Carl seketika paham maksudnya. Tanpa berkata lagi dan hanya melalui gesture tangannya yang mengundang Parker masuk. Pintu itu pun tertutup setelahnya.


“Ini adalah rekam medis Tuan Curtis dan Tuan Luck.” Parker segera menyerahkannya.


Detektif Carl menerima itu dan membaca rekam medis secara berurutan.


“Aku akan menyalinnya dulu,” terang Detektif Carl. Ia memotret rekam medis tadi untuk investigasi lebih lanjut. Karena tadi ia hanya sekilas melihat dan tak mungkin hafal semuanya.


Baginya rekam medis dua orang itu juga penting untuk melengkapi investigasi.


“Ini Detektif...” Parker menyerahkan dua amplop lainnya yang ia pisahkan dari dua amplop sebelumnya.


Detektif Carl tidak membacanya dan langsung memotretnya saja, untuk menghemat waktu. Karena kunjungan Parker bersifat rahasia. Jadi dia tak ingin ada orang lain sampai mengetahuinya. Takutnya ada pihak lain yang mengambil kesempatan dan makin memperkeruh suasana.


Detektif Carl menyerahkan kembali rekam medis itu pada Parker.


Tepat di saat Parker keluar kamar, Leo masuk untuk menemui Detektif Carl.


“Detektif, aku punya informasi untukmu.” Leo segera mendekat pada Detektif Carl.

__ADS_1


Setelah merka berdua duduk, Leo kemudian memberitahukan hasil investigasinya pada Detektif Carl. Tak hanya itu, dia juga memperdengarkan hasil sadapannya.


“Jadi Darcy belum menemukan siapa pelakunya sementara ini? Dia hanya menemukan kasus ini ada kaitannya dengan anggur?” gumam Detektif Carl, setelah mendengarkan penuturan Leo.


***


Beberapa saat setelahnya, Detektif Darcy sedang duduk di ruangan setelah menerima rekaman semua CCTV di villa mulai dari kemarin.


Pria itu tampak serius mengamati rekaman CCTV di depannya.


“Tunggu, Tuan Curtis mempunyai dua obat yang sama tapi dengan kemasan berbeda, sebelumnya?” Detektif Darcy sampai memutar ulang rekaman tersebut.


Tampak pada rekaman jika di nakas yang ada di kamar tempatnya menginap di villa ini terdapat dua obat pengen jenis sama namun berbeda kemasan. Satu kemasannya berwarna biru dan satu kemasan lainnya berwarna hijau.


Dan yang diambil pria itu tepat sebelum kejadian adalah obat dengan kemasan berwarna biru.


“Aku jadi ragu. Dua obat ini salah satunya adalah palsu. Tapi aku sendiri kurang jelas yang mana yang asli.” Ia sampai terdiam agak lama, untuk berpikir.


“Stuart, kau cari informasi mengenai obat ini. Tanyakan pada apoteker yang ada di daerah sini, mana yang asli,” titahnya, tegas.


Sementara Stuart keluar untuk mencari informasi mengenai obat tersebut, Detektif Darcy kembali melanjutkan investigasinya.


Ia kembali melihat rekaman CCTV, dan memutarnya ulang mulai dari awal lagi. Barangkali ada petunjuk yang terlewatkan olehnya.


“Semalam sebelum kejadian, Tuan Curtis bicara dengan Tuan Dawn, Tuan Smith dan Tuan Picasso.”


Nampak tiga pria itu bicara entah membahas apa. Mereka bertiga di kamar Tuan Curtis. Sayang sekali rekaman itu tak menunjukkan apa yang mereka bertiga obrolkan, hanya visualnya saja tanpa audio.

__ADS_1


“Aku akan memanggil tiga orang ini sekarang juga, selorohnya tergesa-gesa.”


__ADS_2