Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 249 Surat Penangkapan


__ADS_3

Karena Sherif Tasman sudah melimpahkan kasus tersebut padanya, maka Detektif Carl memutuskan untuk tinggal di sana beberapa waktu sampai ia menyelesaikan kasus tersebut.


“Di sini aku hanya membantumu. urusan surat penangkapan atau pengaduan semuanya ada di bawah namamu,” ungkap Detektif Carl.


Sherif Tasman hanya mengangguk saja, karena merasa terbantu.


“Aku akan mengirimkan anggotaku jika kau membutuhkannya. Bilang saja Berapa anggota yang kau butuhkan aku akan kirimkan untuk membantumu.”


“Ya, Sherif Tasman. Saat ini aku akan langsung memberikan surat kuasa penangkapan.”


“Tapi kau belum mempunyai fungsi yang cukup kuat untuk menangkapnya.”


“Aku akan membuatkan bukti untuknya, itu mudah sekali.”


Sherif Tasman tak bisa berkata-kata lagi atas kegigihan dan desakan Detektif Carl seperti ini. Akhirnya ia pun membuatkan surat penangkapan juga.


“Bagaimana dengan Darwin Hemington?”


“Kurasa dia tak ada hubungannya sama sekali dengan kasus ini. Tapi aku akan menyelidikinya lagi nanti, Sherif Tasman.”


“Ini surat penangkapannya dan ini kunci mobilnya. Selama di sini kau boleh pakai mobil itu.” Sherif Tasman memberikan surat kuasa juga kunci mobilnya sendiri.


Sedangkan dia sendiri bisa memakai kendaraan dinas di kantor polisi. Kendaraan yang mana saja bisa dipakainya dan dipilihnya sesuka hati.

__ADS_1


***


Dengan ditemani satu agen polisi yang merupakan anggota Sherif Tasman, Detektif Carl berangkat ke lokasi studio syuting.


Mobil kemudian berhenti di sebuah studio besar dengan berbagai poster dan spanduk yang memenuhi jalanan hingga ke bagian depan studio.


Semua artis dari Perancis terpampang di sana.


“Kita sudah sampai, Detektif Carl,” ujar Darell, menepikan mobil.


Darell adalah agen polisi utusan Sherif Tasman yang ditugaskan untuk menemani Detektif Carl.


“Ya, kau sudah siap bertugas Brigadier Darell?” tanya Detektif Carl.


Detektif Carl dan Brigadier Darell kemudian turun dari mobil dan masuk ke studio film.


Banyak pasang mata yang menatap kedatangan mereka. beberapa terkejut, kenapa ada agen polisi datang kemari.


“Apakah ada seorang yang akan ditangkap di sini?” bisik seorang artis pada rekannya.


“Entahlah, tapi siapa dan kasus apa?”


“Permisi, kami mencari saudara Louis Sanderman.” Brigadier Darell bicara dengan customer service di sana.

__ADS_1


“Apakah Anda sudah ada janji?”


“Apakah agen polisi perlu sebuah janji untuk menangkap seseorang?” timpal Brigadier Darell.


Customer service yang ada di sana ketika membeku mendingan jawaban jadi agen polisi tersebut.


“Baik, mohon ditunggu. Kami akan menghubungkan Anda dengan manajernya, Manajer Neil.”


Beberapa saat setelahnya telepon tersambung.


“Kenapa ada agen polisi mencari Louis Sanderman? Berikan teleponnya pada agen polisi itu,” pinta Manajer Neil.


“Permisi, Manajer Neil ingin bicara dengan Anda.”


Customer service menyerahkan Telepon, tapi Detektif Carl segera mengambilnya sebelum Brigadir Darell mengambilnya.


“Halo, ini agen kepolisian sektor Perancis. Kami ingin bertemu dengan Louis Sanderman. Bawa dia kemari karena terlibat kasus pidana yang menyangkut nyawa banyak orang. Jika menghindari panggilan ataupun menyembunyikan tersangka maka akan terjerat kasus berlapis pasal 10 KUHP,” papar Detektif Carl panjang lebar.


Manajer Neil tak bisa berkata-kata selain mengucapkan kata iya saja dan telepon terputus setelahnya.


“Louis Sanderman, apa yang kau lakukan sampai pihak polisi mencarimu? Pria macam apa kau?” Manajer Neil sampai menopang tubuhnya yang hampir ambruk dengan kedua tangannya lalu bertumpu di meja.


“Louis Sanderman, kemari!”

__ADS_1


__ADS_2