
Octo menatap intens Detektif Carl. Dia menata perawakan pria itu lagi. Ya dia persis Seorang nabi tapi bagaimana jika dia bukan nabi yang sebenarnya tapi seorang agen polisi, intel yang menyamar atau agen detektif?
Siapa dia sebenarnya? batin Octo menerka kembali. Segala kemungkinan bisa saja terjadi dan mungkin juga nyawanya berada di ujung tanduk kali ini.
“Aku mendapatkan ini dari seseorang di Perancis berinisial Am, Is, dan Bl. Apa kau mengenalnya?” Detektif Carl kembali menunjukkan mutiara tadi pada Octo.
“Perancis kau bilang? Jadi kau orang Perancis?” Octo terkejut.
Dia menelan saliva dengan berat. Kini malah wajahnya sedikit memucat. berbagai dugaan terlintas di pikirannya. Mulai dari Detektif Carl yang sebenarnya adalah seorang agen polisi sampai salah satu dari keluarga korban.
“Apa kau tidak percaya aku orang Prancis? Aku akan buktikan itu padamu. Je ne suis pas un prisonnier ordinaire. Je suis ici en mission.” Detektif Carl merubah separuh pembicaraannya ke bahasa Perancis.
“Apa maksudmu bukan tahanan biasa dan kemari membawa misi?!” Octo bisa mengerti bahasa Perancis tersebut meskipun dia tak bisa melafalkannya.
“Sudah jelas. Aku kemari untuk mengembalikan mutiara itu pada pemberinya.”
“Kau...”
Detektif Carl kembali mengangkat senapan laras panjangnya. Kali ini dia langsung menodongkan laras panjang tersebut ke leher Octo dan mengusapnya melingkar ke seluruh bagian leher.
“Apa motifmu membuat kejadian itu seperti bunuh diri?”
Octo diam saja tak merespon. dugaannya berarti benar. Pria ini adalah intel yang sedang menyamar. Detik itu juga dia merasa bodoh, sampai tak berdaya dengan mudah oleh agen intel. Padahal biasanya dia tak pernah tertipu.
__ADS_1
Cepat sekali informasi tentang kejadian yang kulakukan menyebar seperti ini, batin Octo.
Padahal dia sudah meminimalisir sekecil mungkin bukti supaya tidak terekspos. Apalagi lintas negara, susah untuk melacaknya. Tapi kali ini ternyata dia dengan mudah ditemukan.
Dia bukan Intel biasa, batin Octo lagi.
“Baik, jika kau tak mau mengaku maka aku akan membuatmu menjawab.”
Detektif Carl mundur tiga langkah ke belakang. Detik berikutnya terdengar suara lesatan peluru yang menembus paha Octo.
Hiss! Octo hanya mendesis saja merasakan pahanya kini terasa perih menyayat dengan peluru yang bersarang di sana.
“Katakan apa motifmu membunuh mereka bertiga!” Detektif Carl kembali mengangkat senapan laras panjang ke atas, ke dahi Octo.
“Tak ada motif apapun. Mereka hanya kelinci bagiku.”
“Lantas kenapa kau memakai nama Ricahrd, saudara kembarmu untuk menemui mereka dan melakukan sesuatu di luar sepengetahuan Richard?” clear Detektif Carl.
Octo kembali diam. Dia menarik napas panjang lalu melepasnya pelan.
“Richard seharusnya menjadi bayanganku, di belakangku. Tapi dia merebut semua dariku dan membuatku menjadi bayangannya. Aku hanya mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikku dan sedikit bermain saja.”
“Kau gila! seharusnya kau tak perlu keluar dari sel dan teruslah mendekam di sana seumur hidupmu.”
__ADS_1
Octo bukannya takut atau tegang, dia malah mengulas seringai lebar.
Detektif Carl kemudian kembali menembakkan senapan laras panjangnya. Lima peluru bersarang di lengan dan kaki Octo.
“Lima peluru ditembakkan ke udara. Berarti acara perburuan kali ini berakhir karena sudah ada yang menang.” Seorang napi kemudian membatalkan menyeret beruang bawaannya ke gantungan.
Alex terdiam mendengarkannya bicara demikian. Ia hanya menatap rekannya itu dan mencari rekannya yang tidak ada bersamanya.
Octo? Apakah dia mengincar Octo? batin Alex.
“Cepat kita ke sana sekarang.” Alex berlari mendahului dan meninggalkan rekannya yang masih ada di belakangnya.
“Hey, Alex. Kita sudah kalah kenapa kau buru-buru ke sana rasanya sudah pasti.”
Namun Alex tak mengindahkannya. Ia malah berlari semakin cepat membuat enam orang lain ada di belakangnya pun ikut berlari mengejarnya meskipun tak tahu ada apa sebenarnya.
“Apa yang terjadi?!” pekik seorang napi setelah mereka tiba di tempat perangkap terpasang.
Mereka melihat Octo yang tergantung di sana, bukan beruang buruan dan juga Carl yang sedang menatap Octo dengan tenangnya.
“Apa yang kau lakukan pada teman kami?” Seorang napi mengangkat senapan laras panjangnya dan menodongkan ke Detektif Carl.
Membuat yang lain ikut Mengayunkan senapan mereka pada Detektif Carl.
__ADS_1
Alex tampak dilema melihat semua rekannya yang akan menembak Detektif Carl. Dia pun menjadi yang terakhir mengangkat senapan laras panjang dan ikut menodongkannya pada Detektif Carl.