Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 192 Bertamu Ke Rumah Octo


__ADS_3

Pesawat melesat dengan cepat membelah langit cerah pagi ini. Dengan pesawat hanya diperlukan waktu 2 jam kurang untuk tiba di tujuan.


“Lebih baik aku memejamkan mata sebentar.” Detektif Carl mencoba membuat pikirannya tenang dan tetap stabil hanya dengan memejamkan mata meskipun tidak tidur.


Penumpang di sebelahnya tampak berisik. Sepasang suami istri yang membawa seorang anak berusia 5 tahun, seorang gadis kecil yang sedari tadi merengek minta ini dan itu.


Dua jam kemudian pesawat landing di airport Perancis.


Kenapa berisik sekali? Bahkan saat ini lebih berisik dari sebelumnya, batin Detektif Carl.


Terpaksa pria itu membuka matanya. Ternyata dia ketiduran juga selama perjalanan.


“Apakah ini sudah sampai? Cepat sekali. Rasanya baru lima menit.” Ia menatap ke sekitar. Benar saja, semua penumpang sudah berdiri dari tempat duduknya. Sepertiga kursi sudah kosong bahkan penumpang berisik di sampingnya sudah keluar lebih dulu.


“Beruntung, aku segera bangun.”


Detektif Carl kemudian turun dari pesawat. Di luar pesawat, ia mengenakan topi hitam plus kacamata hitamnya.


Dia kemudian berjalan keluar dari airport dan duduk sebentar di kursi yang ada di dekat pintu keluar Airport. Lalu mengeluarkan sebatang rokok lagi yang langsung dihisapnya.


Ia membuka ponsel lalu melihat alamat yang harus ditujunya. Rumah Jeremy Viedra, pengusaha batubara terkenal di Perancis.

__ADS_1


Asetnya melimpah. Selain pengusaha batubara dia juga merupakan pengusaha perhiasan. Namun untuk perhiasan ia silakan pada putranya untuk dikelola.


“Saatnya pergi sekarang.” Detektif Carl membuang puntung rokoknya ke tanah, kemudian menginjaknya.


Ia lalu bergegas keluar untuk mencari taksi. Banyak taksi yang lewat di depan ternyata jadi memudahkan dia untuk memanggilnya.


“Taksi!” Sebuah taksi kemudian berhenti setelah Detektif Carl berteriak.


Langsung saja pria itu masuk ke mobil biru yang berhenti tepat di depannya.


“Mau ke mana, Tuan?” tanya sopir. Tanpa bicara, Detektif Carl lalu menyerahkan catatan kecil bertuliskan alamat yang ditujunya pada sopir.


Sopir membaca halaman tersebut kemudian mengembalikan catatan itu. Tanpa bertanya juga, sopir segera melajukan mobil ke alamat yang dituju. Baginya alamat itu sangat mudah ditemukan, ibaratnya dengan mata terpejam pun dia akan sampai ke sana.


“Merci.” Detektif Carl menyerahkan selembar uang pada sopir taksi. Sedikit-sedikit dia bisa bahasa Perancis. Untuk kata yang mudah seperti terima kasih dan lain sebagainya.


Pria itu kemudian berdiri menatap bangunan megah di depannya berlantai tujuh. Cat kuning muda mendominasi bangunan tersebut yang berpadu dengan warna coklat tua, perpaduan warna yang kontras namun terlihat berbeda dari yang lain.


Langsung saja ia mengayunkan langkah kakinya dan berhenti di depan sebuah pagar hitam setinggi tiga meter.


Pria itu mencari tombol bel dan menekannya setelah menemukan tombol bel yang ada di dinding sisi timur.

__ADS_1


“Ada yang bisa dibantu, Tuan?” Seorang pria berpakaian putih berpadu hitam keluar dari rumah setelahnya.


“Ya, Tuan aku ingin bertemu dengan Tuan Octopus Viedra.”


Pria yang rupanya adalah pelayan tadi raut mukanya seketika berubah pucat begitu nama majikannya itu disebut.


Bagaimana tidak terkejut jika nama yang diucapkan adalah nama asli tuan mudanya dan jarang yang mengetahui itu kecuali agen kepolisian.


“Maaf, Tuan Octo tidak ada di rumah, Tuan.”


Detektif Carl diam sejenak. Dia sudah menyangka sebelumnya mungkin pelayan rumah akan memberikan sambutan kurang menyenangkan juga bohong mengenai keberadaan Octopus.


“Aku ingin membicarakan masalah perhiasan yang kubeli beberapa waktu yang lalu,” ujar Detektif Carl bohong, memaksa agar bisa bertemu.


“Maaf, tapi Tuan Octo tidak ada di rumah. Mungkin Anda bisa bertamu lain waktu.”


“Tuan, aku datang dari jauh. Aku jauh-jauh datang dari Swiss kemari. Jika harus pulang kembali dan kembali ke mari aku rasa aku tak punya banyak waktu jadi aku harus bertemu dengannya sekarang,” bantah Detektif Carl.


“Aland!” Dari dalam terdengar suara seseorang memanggilnya.


Pelayan tadi pura-pura tak mendengar dan hanya diam saja merespon seseorang yang memanggil dirinya.

__ADS_1


“Aku mendengar suara seorang pria dari dalam. Apakah itu Tuan Acto?”


__ADS_2