Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 181 Rokok Ekspor


__ADS_3

Leo sudah membaca semua berkas dari hasil investigasinya tadi. Bukannya pria itu menemukan petunjuk baru namun semuanya terasa buntu.


“Seandainya saja ada Detektif Carl di sini,” desau Leo sembari menaruh kembali berkas laporan ke meja. “Bagaimana jika aku meneleponnya?”


Leo kemudian meraih ponsel yang ada di meja. Dengan cepat ia menekan nomor atasannya tersebut.


“Tidak. Mungkin dia sedang menikmati waktunya bersama Briptu Scarlet.” Leo segera memutus panggilan telepon yang sudah tersambung dan baru pada masuk nada dering kesatu.


Sungguh ia tak ingin mengganggu waktu Detektif Carl bersama kekasihnya itu. Meskipun ia hanya ingin mengabari saja jika ada kasus yang menurutnya sedikit rumit.


“Mungkin sebaiknya aku istilah sebentar sebelum melakukan investigasi ulang.”


Leo mengambil kembali benda pipihnya tersebut lalu memasukkan ke saku baju, setelah itu dia berjalan ke pantry untuk menyeduh minuman hangat.


Di luar udara agak dingin. Meskipun sudah siang hari, di musim dingin ini angin terasa menikam sampai ke tulang.


Tak ada yang tahu setelah kepergian Leo, jauh di luar sana ada sepasang bola mata yang mengawasi dari kejauhan.


“Aku akan menunggumu.” Pria misterius mengenakan topi hitam mengulas senyum seringai, kemudian menghilang di tengah kabut.


***

__ADS_1


Di Hawaii...


“Carl, aku sudah cukup merasa kepanasan hari ini di sini. Mungkin jika berada lebih lama lagi di sini, kulitku akan terbakar,” tukas Briptu Scarlet.


Wanita itu sedang berada di tepi pantai bersama Detektif Carl. Mereka berdua berjemur. Sayang sekali jika melewatkan momen itu di sana. Di Hawaii yang selalu panas di mana banyak wisatawan yang sengaja datang ke sana untuk berjemur.


“Baiklah, kau duduk di sana saja. Aku akan menyusulmu setelah ini.” Setelahnya, Briptu Scarlet langsung berdiri.


Ia kemudian duduk di kursi berlindungkan payung sembari menyambar bajunya, juga menyesat lemon ice yang sudah terhitung di meja 30 menit yang lalu.


Bagaimana dengan keadaan kantor? Apakah hari ini ada kasus masuk? Leo tidak menghubungiku, batin Detektif Carl.


Ia gelisah bahkan rasanya ingin menghubungi Leo saja. Sayangnya saat ini ponsel miliknya itu ada di kamar hotel. Sengaja ia tinggal di sana karena tidak ingin terus kepikiran dengan kantornya.


***


“Rokok jenis ini tidak di jual di daerah sini.” Leo menaruh kembali puntung rokok yang dipungutnya dari hutan.


Sedari tadi dia mencari informasi tentang rokok tersebut. Entah di mana lagi dia harus mencarinya. Semua tempat di Swiss tak luput dari jamahan pencariannya. Namun rokok tersebut tak dijual di sini.


Bahkan dia juga sempat mencarinya sampai ke beberapa negara lain.

__ADS_1


“Semoga saja aku menemukan sedikit petunjuk tentang rokok ini.”


Leo kemudian kembali mengurangi pencarian di negara yang berbatasan dengan Swiss, barangkali saja ada info yang terlewatkan di sana.


Klik! Leo mulai menyisir pencarian di Perancis.


Ia mencoba memotret puntung rokok tersebut dari berbagai sisi kemudian search menggunakan foto-foto tersebut.


Dalam sepersekian detik kemudian muncul banyak gambar rokok. Leo langsung saja men-scrollnya hati-hati dengan melihat lebih teliti lagi. Agar tidak ada yang terlewatkan.


“Ini dia rokok yang mirip sekali dengan puntung rokok yang kutemukan.”


Leo memperbesar gambar rokok tersebut agar bisa melihatnya lebih jelas. Dan ternyata benar, mirip seperti puntung rokok yang ditemukannya dari hutan.


“Apa ini jenis rokok ekspor dari Perancis? Karena sama sekali tidak tertera bahasa Perancis di sana. Semuanya menggunakan bahasa Inggris.”


Leo kemudian mencari informasi mengenai rokok tersebut. Dia akhirnya menemukan kemasan rokok tersebut.


“Bon cigarette...” hanya kata itu saja yang tertera dalam bahasa Perancis pada kemasan belakang rokok dan terletak di sudut bawah sendiri dengan tulisan kecil sekali.


Leo kemudian membaca lagi berkas yang ada di meja.

__ADS_1


“Ini memang komoditi ekspor. Lalu Berati pria bernama Richard itu berasal dari negara itu?”


Ia pun kembali melakukan pencarian. Apakah ada seorang pengusaha batubara di negara itu yang mempunyai putra bernama Richard atau Octo.


__ADS_2