Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 46 Nama Tersangka


__ADS_3

Leo masih menatap ponsel detektif yang masih berdering. Ia tak tahu harus bilang apa pada penelepon spesial itu.


Ya, peneleponnya tak lain tak bukan adalah kekasih detektif Carl, Briptu Scarlet.


“Bagaimana ini ?” pekiknya bingung karena sebelumnya ia pikir itu telepon dari klien, ternyata bukan.


Karena telepon berdering semakin nyaring maka terpaksa ia pun menerima telepon itu daripada suara dering itu mengganggu istirahat detektif.


“Ha-halo briptu Scarlet.” ucap Leo sedikit gugup hingga membuatnya bicara dengan terbata-bata.


“Leo ? Kenapa kau yang angkat, dimana detektif Carl ?” jawab wanita itu yang langsung mengenali suara di telepon.


“Detektif sedang ke toilet. sepertinya perutnya sedang bermasalah karena sudah satu jam lebih berada di sana dan belum kembali juga.” jawabnya bohong. “Apa ada sesuatu yang bisa aku sampaikan pada detektif ?”


“Mmm...tidak ada, nanti aku akan meneleponnya balik.” jawab wanita itu kemudian segera mematikan telepon.


“Hmm... padahal aku ingin mengajaknya untuk menyelidiki kasus kali ini, pasti dia belum ada klien.” gumam briptu Scarlet menara ponselnya ke meja.


Namun baru beberapa detik dia menyandarkan bahunya kembali ke kursi, atasan memanggilnya untuk segera melakukan tugasnya, menyelidiki kasus pembunuhan seorang keluarga.


Di ruangannya Leo setelah ponsel itu mati dan tak berdering lagi. Ia pun jadi tenang saat mengidentifikasi masalah.


“Aku selesai mencari identitas dari 10 pekerja di garmen Ferotech ini.” gumamnya menaruh laporan data yang barusan di print nya.


40 menit kemudian pria itu masuk ke ruangan detektif Carl.

__ADS_1


“Leo ?” detektif Carl bangun begitu mendengar suara langkah kaki yang masuk ke ruangannya. “Ada apa ?” tanyanya langsung sembari duduk.


“Detektif tadi Briptu Scarlet telepon tapi dia bilang akan menelepon kembali nanti.” Leo mengembalikan ponsel detektif, namun detektif Carl tak menelepon balik dan langsung menyimpan ponselnya itu.


“Lalu yang kau bawa itu ?” Detektif Carl menunjuk pada dokumen yang dipegang oleh Leo.


“Ini data yang berhasil aku dapatkan detektif.”


Leo menyerahkan data itu dan detektif segera mempelajarinya setelah asistennya kembali ke ruangan sebelah.


“Aku belum melihat tayangan cctv-nya sama sekali.”


Setelah membaca data dari Leo maka ia pun segera mengeluarkan data kopian rekaman cctv.


Ia memutar rekaman video dari dua jam sebelum kejadian sampai kejadian kebakaran itu terjadi.


Pria itu menghentikan tayangan dengan menekan tombol pause.


Terlihat tujuh wanita ada di lantai 2 dan berkumpul. Mereka bicara, entah apa yang mereka bicarakan.


Terlihat pula tiga orang wanita masih di lantai dua tapi berada di sisi timur dan mereka bertiga sedang merokok.


“Aku ingin melihat pemantik api mereka.” gumamnya lalu memperbesar gambar agar bisa melihatnya dengan jelas.


Masing-masing wanita itu memegang pemantik api.

__ADS_1


“Aneh pemantik api mereka tidak ada yang bermotif mawar kecil.” gumamnya lagi setelah melihat motif pemantik api mereka. “Lalu pemantik api ini milik siapa ?” gumamnya lagi melihat barang bukti yang di bawanya.


ding


Suara notifikasi masuk.


Jika berhasil menyelesaikan misi ketiga ini dalam waktu 24 jam dari sekarang maka akan mendapatkan poin sebesar 15.000.


“Reward yang sangat menggiurkan.” celetuk detektif Carl menanggapi misi dari sistem.


Ia pun menjadi bersemangat setelah mengetahui berapa besar reward yang akan diterimanya.


Detektif Carl kembali mem-play rekaman cctv.


“Wanita ini terlihat aneh sekali.” gumamnya melihat seorang wanita di antara 7 orang tadi yang menatap 3 orang wanita yang sedang merokok jauh dari tempat mereka berada dengan tatapan tajam.


“Siapa dia ?” detektif Carl kemudian mengambil foto dan mencocokkan dengan wanita tadi. “Sarah Seraphine.” gumamnya membaca nama dari wanita tersebut.


Detektif Carl kemudian kembali melanjutkan melihat tayangan cctv. Ia fokus pada apa dilakukan oleh Sarah.


“Apa yang dibawa oleh wanita itu ?” gumamnya melihat Sarah membawa bungkusan kecil yang di ambilnya dari toilet lalu ia buang ke tempat sampah.


Tiga puluh menit berikutnya barulah detektif Carl keluar dari kantornya setelah mengantongi nama dugaan tersangka.


“Halo Nyonya Carmen aku mau ke garmen Ferotech sekarang. Usahakan semua pekerja anda datang, terlebih lima orang ini.” pria itu menyebutkan 5 nama wanita yang juga sebagai pelakunya di telepon.

__ADS_1


“Baik, detektif Carl.” jawab Nyonya Carmen yang sedari tadi menunggu telepon dari pria itu.


Setelah panggilan berakhir detektif Carl bergegas menuju ke mobil biru bututnya terparkir dan segera mengendarainya menuju ke lokasi garment Ferotech berada.


__ADS_2