
Detektif Carl masih mencocokkan foto kiriman dari Leo dengan kunci hexagon yang di peganganya.
“Dari sepuluh foto ini tak ada lubang kunci yang mirip dengan chip ini.” gumam detektif Carl lalu beralih mencocokkan dengan sepuluh gambar lainnya.
“Di foto ini juga tak ada lubang kunci yang berbentuk hexagon seperti ini.” desaunya Mari membuang nafas panjang karena tak menemukan satu lubang kunci pun yang cocok dengan kunci yang dipegangnya.
Namun ia kembali memeriksa semua foto itu kembali.
“Ada satu lubang kunci aneh, tapi bentuknya segitiga bukan hexagon.” ucapnya memeriksa dengan hati-hati menemukan satu foto aneh di antara 20 foto lainnya. “Aneh sekali kenapa tak ada lubang kunci yang cocok.”
Detektif Carl lalu mengamati chip yang ada di tangannya. Ia memutarnya untuk melihat setiap sisinya.
guk
Tiba-tiba Daisy menatap chip silver di tangannya.
“Hey, kenapa kau menyalak lagi ?” protes pria itu karena menurutnya anjing itu mulai berisik.
Daisy melompat dan akan menggigit chip di tangan detektif Carl. Dengan cepat pria itu, menutup tangannya.
Crac
“Astaga semoga saja aku tidak merusak kunci ini.” pria itu terlihat panik setelah mendengar suara patah dari balik tangannya yang terkepal erat.
Secara mengejutkan bukannya chip tadi patah, namun beberapa sisi lainnya tertekan masuk ke dalam hingga bentuknya berubah menjadi bentuk segitiga.
“Ini... sesuai dengan salah satu lubang kunci di foto.” pekiknya lalu segera mengambil foto tadi dan mencocokkannya juga membaca lokasinya.
__ADS_1
Langsung saja detektif Carl mengemudikan mobilnya menuju ke tempat gudang itu berada.
“Semoga saja aku tidak bertemu dengan informan Ashley ataupun pria itu.” gumamnya kemudian menginjak gas dan mempercepat laju mobilnya.
“Sial jalanan padat.” gerutunya ketika sudah masuk ke kawasan kompleks pertokoan Wallstreet.
Ada 10 gudang milik Jhon Meyer yang ada di daerah itu dengan lokasi di beberapa titik dan lokasi lainnya ada di daerah lain di luar Wallstreet.
“Aku harus cepat.” detektif Carl mengurai kemacetan dengan susah payah dan akhirnya ia tiba di lokasi yang dituju.
klak
Tepat di saat dia akan turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya dan menyeberang jalan dia melihat dua orang informan Ashley tidak berada di depan gudang yang akan di periksanya.
“Cepat kita periksa menyeluruh tempat ini.” ucap pria berbajua serba hitam itu pada rekannya.
“Mereka pergi.” gumam Detektif melihat dua informan Ashley tiba-tiba pergi setelah melakukan panggilan.
Detektif Carl yang sedari tadi menunggu kini turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke sana.
Tapi sebelum sampai ke sana dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.
“Halo Kent, ini detektif Carl. Aku sudah menemukan Bernie bla-bla....” detektif Carl memberitahu Kent jika anjingnya saat ini berada bersama Ashley.
Ia juga meminta nomor Jhon Meyer, ayahmya Kent karena urusan berikutnya dengan pria itu.
“Halo tuan Jhon Meyer, aku detektif Carl.” ucapnya disambungkan telepon lain setelah panggilan dengan Kent berakhir.
__ADS_1
“Detektif Carl ?” jawab suara dari seberang ponsel seperti terkejut karena dia sama sekali tak mengundang detektif.
“Tuan, putra anda Kent Meyer yang mengundang ku untuk mencari anjingnya. Apa anda kehilangan sesuatu untuk membuka tempat yang sangat penting ?” ucap pria itu menjelaskan dengan cepat.
“Apa ?” Bahkan pria itu pun baru mengetahui jika Bernie hilang, terlebih kunci yang sangat penting sekali ada pada anjing itu juga ikut hilang bersama anjing itu. “Katakan jika kau menemukan kuncinya.”
“Tenang saja tuan, aku berhasil mengambil kunci itu meskipun aku belum mengambil Bernie kembali. Dan satu lagi aku ada di gudang anda yang berlokasi di XXX.”
Jhon Meyer yang saat itu berada di kantornya terkejut sekali pria itu berhasil menemukan tempat ia menyembunyikan barang berharganya.
“Tuan, cepatlah kemari. Aku tidak tahu apa urusanmu dengan Ashley Cole. Tapi aku barusan melihat juga informannya pergi dari sini dan selain itu mungkin saja Ashley Cole sedang memeriksa gudang mu lainnya.”
“Astaga. Sial pria itu !” pekiknya karena ternyata informan Ashley kembali bergerak meskipun ia sudah memindahkan tempat itu beberapa kali agar tak terlacak keberadaannya.
“Baik, detektif Carl tunggu aku di sana.” Jhon Meyer segera mematikan panggilan dan ia pun bergegas menuju ke sana karena ia tahu siapa Ashley dan tentunya pria itu bukan orang yang mudah untuk di tangani.
Detektif Carl memasukkan kembali ponselnya ke saku bajunya. Kini ia pun mengeluarkan kembali chip segitiga.
Klik.
Detektif Carl yang penasaran membuka gudang itu dan matanya silau melihat tumpukan diamond yang berkilauan.
“Ck, berapa nilai semua benda ini ?” decaknya tak bisa menaksir berapa bila dikurskan nominalnya.
Ia pun segera menutup kembali gudang itu dan mengunci nya tepat di saat seseorang datang di sana.
“Tuan Ashley Cole ?” ucapnya saat melihat kedatangan pria tersebut.
__ADS_1