Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 32 Menuju Medica Pet Centre


__ADS_3

Detektif Carl mengarahkan pandangan menatap banyak jenis hewan yang ada di sana.


Ia kemudian berhenti di depan sekumpulan kelinci. “Terlalu rapuh.” ucapnya lalu beralih melihat hewan lain.


“Jika Aku mau beli ular bukan tak mungkin lagi dia akan menggigit ku, ck.” decaknya titik ngeri jika terkena bisa ular.


“Apa ya ?” pandangannya kemudian tertuju pada kucing dan anjing. Dan langsung saja pria itu menemui owner pet shop.


“Apakah ada kucing sakit, atau anjing sakit yang kau jual di sini aku ingin membelinya.” ucap Detektif Carl dan tentu saja sampai membuat penjualnya melongo.


Bagaimana tidak melongo jika semua pembeli mencari hewan sehat, bahkan bulunya rontok beberapa helai saja atau warnanya tidak sesuai mereka akan menukarnya.


“Maaf, apa aku tidak salah dengar ?” tanya penjual itu pada pembeli aneh yang baru kali ini ditemuinya.


“Jika ada yang sakitnya kritis sekalian.” imbuh detektif Carl.


Tentu saja semuanya itu bukan tanpa alasan ia berkata demikian. Jika dia membawa hewan sehat ke klinik hewan tentunya hal itu akan sangat mencurigakan sekali maka dari itu dia membutuhkan hewan yang sakit untuk di periksa nanti sebagai modus operasinya.


"Maaf tuan, kami penjual semua hewan sehat di sini tak ada yang sakit.” jawab penjual.


Detektif Carl diam dan kembali memutar otaknya tak mungkin dia melukai hewan tak bersalah demi penyelidikannya.


Tiba-tiba dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


“Carl ada apa sekarang kau meneleponku ? Tadi kau terburu-buru meninggalkan aku.” ucap suara seseorang ditelepon setelah panggilan tersambung.


“Ya, aku minta maaf padamu aku sedang mengerjakan kasusku. Selain itu kau juga dingin pada ku.”


Ya, seseorang yang ditelepon pria itu adalah Scarlet, kekasihnya detektif Carl.


“Katakan cepat apa tujuanmu meneleponku atau aku akan menutupnya dalam hitungan 3.” jawabnya dengan ketus entah karena marah atau kesal pada pria itu.


“Scarlet, dengar. Aku ingin memberi mu teman. Kau pilih sekarang, kucing atau anjing ?” ucap detektif Carl tiba-tiba.


“Carl, kau jangan bercanda. Aku sedang sibuk.”


“Aku sedang tidak bercanda. Kau tinggal jawab saja.” desaknya meskipun Scarlet terdengar marah saat menjawab.


“Anjing.”


“Pomeranian.”


Dan detektif Carl langsung menutup ponselnya tanpa ada kata penutup.


“Hey, Carl ! Dasar menyebalkan !” umpat Scarlet kesal kemudian membanting ponselnya di meja karena kesal dan tak tahu apa maksudnya. Tapi ia sudah biasa dengan hal itu.


“Aku mau pomeranian satu.” ucap detektif Carl pada penjual.

__ADS_1


“Yang mana tuan ?”


Detektif Carl kemudian menatap satu kandang yang berisi 5 anjing jenis pomeranian. Ia memilih anjing yang terlihat lesu di antara anjing lainnya.


“Aku mau yang ini.” tunjuknya.


“Anda yakin dengan pilihan anda saat ini karena barang yang sudah dibeli tidak bisa ditukar kembali setelah keluar dari toko ini.” ucap penjual menjelaskan aturan disana.


“Ya, aku mau yang ini.” detektif Carl menuju kembali anjing pilihannya yang matanya berair dan juga lesu itu. “Tapi berikan aku diskon karena anjing ini sedang flu.” sambungnya.


Penjual mengambil anjing tersebut dan memeriksa kondisinya yang memang sedikit kurang sehat mungkin karena cuaca di sana.


“Tuan aku tak bisa memberikan diskon padamu tapi aku akan memberikan obat pada mu sebagai gantinya.”


“Tidak, aku tidak mau obat dengan aku hanya mau diskon.” ucap detektif Carl bersi keras pada pendiriannya karena yang ia butuhkan saat ini adalah anjing sakit.


Penjual tadi kembali memeriksa kondisi hewan tersebut dan akhirnya memberikan diskon seperti permintaan pembeli tersebut daripada ia merugi karena hewan itu mati.


“Ayo manis... sementara itu nama yang kuberikan untukmu saat ini. Kau akan mendapatkan Nama Tetap mu nanti setelah berada di tangan Scarlet.” gumamnya negara membawa anjing itu keluar dari pet shop lalu bergegas masuk ke mobil biru bututnya.


Detektif Carl kemudian melajukan mobilnya menuju ke kawasan Distrik Orange road C.


Langsung saja ia mencari klinik hewan di tempat itu.

__ADS_1


“Sepertinya ini tempatnya.” pria itu berhenti di klinik hewan, tepatnya satu-satunya klinik yang ada di daerah itu, Medica Pet Centre.


Detektif Carl turun membawa pomeranian miliknya masuk ke sana. Namun begitu ia masuk, anjing miliknya tiba-tiba melompat turun dari tangannya dan berlari ke suatu tempat.


__ADS_2