Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 177 Nama Baru


__ADS_3

“Bisakah kau beritahu siapa saja nama teman Nona Isabelle yang berasal dari luar daerah?” pinta Leo.


Charles kembali diam dan berpikir, mencoba mengingat kembali siapa saja daratan nama pria yang disebutkan oleh Isabelle padanya.


Sedikit banyak Charles memang sering bertemu dengan Isabelle, bahkan menghabiskan waktu berdua di cafe untuk nongkrong. Ia juga sering mendengarkan cerita dari teman dekatnya itu.


“Isabelle pernah cerita dia punya teman bernama Richard dari Jenewa. Beberapa kali dia menyebut pernah bertemu dengan teman yang dikenalnya dari sosial media empat bulan lalu,” terang Charles.


“Lalu, seperti apa rupa Richard? Apakah Nona Isabelle pernah menunjukkan fotonya padamu?”


“Maaf, aku tidak tahu. Isabelle tidak pernah menunjukkannya padaku foto Richard, tapi dia bilang sosok pria itu mirip dengan aktor pujaannya, Keane Reeves.”


Tak hanya Leo yang terkejut, tapi Tuan Tom dan Nyonya Kate pun sampai melongo juga mendengarnya.


Mereka berdua sama sekali tak tahu menahu tentang hal itu. Memang, putrinya itu merupakan penggemar dari aktor tampan Keanu Reeves. Bahkan di kamar Isabelle juga terpampang poster pria tampan tersebut.


“Charles, jadi maksudmu, Richard itu kekasih Isabelle?” tegas Nyonya Kate.


“Aku tidak yakin apakah dia kekasih Isabelle atau bukan. dia tak pernah menyatakannya secara langsung jika pria itu adalah kekasihnya, tapi Isabelle sering memujinya.”


Leo menambahkan dalam buku catatannya nama Richard yang kemungkinan besar menjadi tersangka. Dan dia berniat untuk menyelidikinya nanti apa hubungannya pria itu dengan Isabelle.

__ADS_1


“Apakah Isabelle memberitahumu di mana alamat tinggal Richard?”


Charles menggeleng. Ia benar-benar tidak tahu alamat lengkap pria tersebut bahkan bertemu pun belum pernah. Hanya sekedar nama saja yang dia ketahui.


“Mungkin nama lengkap Richard? Atau berasal dari keluarga apa dia?”


Charles kembali menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu, maaf.”


“Apakah menurutmu mereka berdua cukup dekat? Nona Isabelle dan Richard?”


“Sepertinya dekat. Entah teman atau kekasih, maaf aku kurang jelas.”


Kali ini Leo yang mengangguk. Dia kemudian melanjutkan investigasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan lainnya yang diperlukan. Hingga 20 menit lamanya.


Charles hanya mengulas senyum tipis. Ia pun mengantar tiga tamunya itu sampai keluar rumah setelah mereka berpamitan padanya.


“Sekarang aku akan mengantarmu ke rumah Hugo, Tuan Leo,” ungkap Tuan Tom setelah berada di luar rumah Charles.


Rumah Hugo berjarak 1 kilo dari rumah Charles. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke sana.


“Kita sudah sampai,” ujar Tuan Tom. Mereka bertiga tiba di sebuah rumah sederhana dan berukuran 5 x 4 meter yang tampak asri dengan pohon besar di dekat pagar juga di depan teras.

__ADS_1


Nyonya Kate berjalan mendahului dua pria di belakangnya kemudian menarik cuckoo yang tergantung di pintu.


Tidak semua pintu rumah ada cuckoo-nya, tapi mayoritas warga menggantung cuckoo di pintu mereka.


Klak! Setelah cuckoo berkokok tiga kali, pintu terbuka. Dari balik pintu menyembul sesosok pria berambut klimis dan bertubuh jangkung mempersilahkan mereka bertiga masuk.


“Nyonya Kate dan Tuan Tom, ada keperluan apa Anda kemari?” tanya Hugo. Ia mengulas senyum tipis pada orang tua Isabelle lalu melempar tatapan tanda tanya pada pria asing yang ikut bersama mereka.


“Begini kami datang kemari minta bantuan padamu,” terang Tuan Tom.


“Bantuan?” Hugo mengerutkan keningnya. “Katakanlah Tuan, jika aku bisa membantu aku akan membantumu.”


“Ini masalah Isabelle. Kami berdua datang kemari dengan seorang detektif untuk menyelidiki kematian putri kami. Isabelle bukan meninggal karena bunuh diri tapi dibunuh oleh seseorang,” papar Nyonya Kate.


Hugo tersentak kaget seketika. Bahkan napasnya pun terlihat menderu. “Isabelle dibunuh?”


Hugo tampak berkeringat seketika, juga gemetar. Entah karena apa. Takut atau ada sesuatu yang lain?


“Hugo, kau butuh tisu?” Nyonya Kate langsung saja menyerahkan tisu pada teman putrinya itu. “Kau pasti terkejut bukan?”


Hugo mengangguk.

__ADS_1


“Sebelumya aku sudah mempunyai firasat buruk mengenai itu, Nyonya. Tiga hari sebelum kejadian, Isabelle memintaku untuk menemani mengantarnya pergi ke Jenewa. Dia memintaku untuk menemaninya bertemu dengan seorang pria bernama Octo.”


“Octo?” pekik Leo. “Bukan Ricahrd?”


__ADS_2