
Detektif Carl lalu memperjelas ucapan agen polisi tadi.
“Lalu dimana dia sekarang?” tanyanya, langsung dengan cepat.
“Aku tidak tahu, mungkin saja dia ke Stanza atau Power Gym,” timpal agen polisi tersebut.
Detektif Carl membuang nafas kasar kemudian segera berbalik dan berjalan cepat masuk ke mobilnya kembali.
“Hey, Detektif Carl! Kau mau kemana?” panggil agen polisi tadi, sembari berteriak.
“Tentu saja mencari Scarlet.”
Detektif Carl terlihat panik, lalu mengeluarkan ponselnya cepat-cepat. Bukan tanpa alasan ia begitu khawatir pada kekasihnya itu.
Pasalnya menurut Perkiraannya malam ini pelaku mungkin akan mendatangi salah satu gym untuk beraksi. Meskipun tadi dia belum menemukan bukti-bukti adanya pergerakan. Siapa yang tahu?
“Ayo lah, Scarlet. angkat teleponnya!” ucap Detektif Carl, tak sabar ingin kekasihnya itu segera mengangkat telepon darinya.
Briptu Scarlet kemudian berhenti saat tiba di dekat kamar mandi. Ia menarik ponselnya keluar dari saku setelah mendengar deringannya.
“Carl? Kenapa dia menelepon?” pekiknya, segera mengangkat telepon.
“Kau di mana?”
“Aku di Power Gym. Aku mencari kemana-mana. Ada yang igin kubahas denganmu.”
“Tidak, kau keluar dari sana sekarang juga. Kita bertemu satu kilometer dari Power Gym.” balas Detektif Carl, seperti terburu-buru.
“Carl, kenapa kau menyuruhku buru-buru keluar dari sini?”
“Bahaya! kemungkinan besar pelaku itu saat ini akan bergerak di sana. Jadi sebaiknya kau segera pergi saja.” jelas Detektif Carl, singkat.
__ADS_1
Telepon pun terputus setelahnya.
“Dia itu, sesukanya mematikan ponsel.” gerutu Briptu Scarlet, menatap layar ponselnya.
Ia pun kemudian berbalik setelah memasukkan ponsel ke saku bajunya. Padahal niatnya dia ingin memeriksa tempat itu.
Tepat di saat ia berbalik dan baru melangkah sejauh dua langkah tiba-tiba ada seorang pria melewati dirinya.
Bahkan pria itu masih menggunakan topi putih untuk menutupi separuh muka bagian atas, menghampiri Briptu Scarlet dengan cepat.
Ia lalu mengeluarkan pisau lipatnya. Dan dengan cepat melainkannya ke arah Briptu Scarlet.
“Astaga!” pekik Briptu Scarlet, merasakan gerakan wajar tak cepat ke arahnya.
Untung saja ia dengan sikap mundur. Sehingga pisau tadi tak sampai mengenai dirinya.
Sial! Polisi ini ternyata cukup waspada juga. batin pria itu kesal, padahal ia melihat agen polisi tersebut sedang lengah.
Carl, kenapa kau tak bilang lebih awal padaku? batinnya, segera mengeluarkan pistol dari sarungnya.
Untung saja wanita itu masih berseragam lengkap dan memakai atribut lengkap, sehingga tidak keluar dengan tangan kosong saja.
“Berhenti!” hardik Briptu Scarlet, saat pria tadi menebaskan pisau lipat kembali.
Dengan sigap Briptu Scarlet pun menampik tebasan itu bahkan sampai ia menarik dan berhasil melepas topi dari pria tersebut.
Briptu Scarlet bisa melihat wajah pria itu dengan jelas. Mata yang sedikit sipit, dengan manik mata coklat dan berambut lurus.
Namun sepertinya pria itu tak mempermasalahkan agen polisi kali ini melihat wajahnya, ia malah tersenyum menyeringai. Seolah dia menantang.
Dor! Briptu Scarlet yang drumpun sampai melepas satu tembakan ke arah pria tadi.
__ADS_1
Sontak saja para pengunjung yang ada di gym tersebut terkejut setengah mati.
Begitu juga dengan dua agen polisi yang sedang menyamar di sana. Mereka bertukar pandang setelah mendengar suara tembakan yang mereka yakini tembakan dari Briptu Scarlet.
Kedua agen polisi tadi kemudian mengangguk dan berkirim kode. Pada detik berikutnya, merka berdua pun langsung menuju ke lokasi suara tembakan terjadi.
“Sial! Datang lagi dua orang kemari. Merka pasti juga polisi.” batin pria tadi.
Ia tak menyangka saja ternyata ada polisi lain yang sudah memata-matai dirinya.
“Aku harus pergi dari sini dulu.” lirihnya, melihat dua orang agen polisi lainnya sekarang ikut menodongkan pistol ke arahnya.
Pria tadi melihat ke belakang dan ada jendela di sana.
Prang!
Langsung saja ia pecahkan kaca di belakangnya. Tanpa ragu sedikitpun ia melompat ke jendela tersebut untuk kabur dari sana.
Karena sangat beresiko sekali Jika menghadapi tiga agen polisi
di saat terdesak seperti ini. Sudah pasti jalan satu-satunya adalah kabar dari mereka.
“Kenapa Scarlet lama sekali?” gumam Detektif Carl, sudah tiba di tempat yang mereka janjikan untuk bertemu.
Sudah 10 menit lebih pria itu duduk menunggu, namun sampai sekarang ia belum melihat sosok wanitanya itu.
“Seharusnya tidak selama ini, apa dia jangan-jangan bertemu dengan pelaku pembunuh itu?!” pekiknya, mulai mengkhawatirkan Briptu Scarlet.
Detektif Carl, kemudian memutuskan untuk kembali ke Power Gym saja. Karena pikirannya tidak tenang.
Sedangkan tiga agen polisi tadi saat ini sedang mengejar buronan mereka.
__ADS_1