
Seketika mereka semua langsung membungkam mulut mereka untuk meredam tawa mereka yang masih terdengar. Dan kini beralih dengan sepasang mata mereka yang membeliak melihat kedatangan Detektif Carl yang datang membawa babi rusa.
“Apa ada yang mau ini?” tawar Detektif Carl pada yang lainnya.
Setelah mencoba item blood admirer tadi di tengah jalan ada babi rusa yang datang mengejarnya secara tiba-tiba. Meskipun dia berlari menjauh, ternyata babi rusa itu tetap mengejarnya.
Maka terpaksa ia menembaknya tepat sebelum menemukan tujuh orang peserta, agar tidak terus mengikutinya meskipun Sebenarnya dia tak ingin menembak babi rusa itu.
“Ternyata kau lumayan juga.” Octo memuji dan mengakui kemampuan Detektif Carl, setelah melihat babi rusa ditangkap pria itu besar.
“Ini kalau mau ambil buat umpan berburu ambil saja.”
Detektif Carl menurut babi rusa tangkapannya itu ke tanah begitu saja.
“Umpan sebesar itu sepertinya tak akan habis dimakan. Jadi sebaiknya babi rusa itu kita panggang nanti setelah acara perempuan selesai. Bagaimana?” ujar napi lain.
“Terserah saja, aku yang jelas tidak membutuhkan itu sekarang.” Detektif Carl segera melenggang pergi, bergabung dengan mereka.
Alex yang melihat itu kembali diam tak berani berkomentar apapun. Padahal biasanya pria itu paling banyak bicara di antara yang lainnya.
“Hey, Alex hari ini kau agak aneh. Kau lebih banyak diam. Kenapa?” tanya seseorang yang lain.
“Oh, Ya? Aku hanya sedikit malas bicara saja hari ini.”
Detektif Carl malah menatap tajam Alex. Sedangkan Alex hanya baliknya saja kemudian mencoba mengalihkan pandangan.
__ADS_1
“Lebih baik segera kita mulai saja acara perburuannya kali ini. Sekarang semuanya boleh berpencar. Bebas mau ambil arah ke mana. Yang terpenting yang mendapatkan buruan beruang terlebih dulu itulah yang menang.”
“Oke, baiklah.”
Tujuh orang terlihat mengambil rute yang berbeda satu sama lain. Sedangkan Detektif Carl masih bingung mau mengambil rute mana. Ia tidak terlalu fokus dengan acara perburuan kan dan lebih fokus pada Octo.
Alex yang sudah berjalan menoleh ke belakang mengawasi Detektif Carl.
Siapa sebenarnya targetnya? Karena dia melakukan semua peserta sama, batin Alex dari tadi menebak dan belum menemukan jawabannya.
Sebaiknya aku tidak main-main dengan dia. Aku pura-pura tidak tahu saja.
Alex merasa ngeri ditatap oleh Detektif Carl. Padahal dia tak berniat untuk memberitahu salah satu dari mereka.
Detektif Carl segera memutuskan sebelum mereka bertujuh pergi menjauh darinya, mau mengambil arah ke mana.
Baiklah, aku akan mengikuti arah yang Octo ambil saja. Aku harus meneteskan Blood Admirer tadi padanya, batin Detektif Carl.
Misinya mengoleskan item tersebut pada halaman atau leher atau anggota bagian tubuh Octo tiga tetes, setelah mencoba pada dirinya sendiri dan ternyata sangat efektif.
Sebelum Octo menjauh udah hilang dari pandangan, Detektif Carl kembali menunjukkan aktingnya, raja drama. Mungkin jika Dia seorang aktor dia akan mendapatkan Grammy Awards aktor terbaik.
Kebetulan sekali dari arah belakang Detektif Carl kembali ada seekor binatang yang mengikuti pria itu. Sengaja memang belum dihapus item tadi jadi masih ada saja binatang yang mengikutinya.
“Kali ini apa yang mengejarku?”
__ADS_1
Detektif Carl langsung memutar kepala ke belakang, ternyata ada harimau yang mengejarnya.
“Sial! Aku harus segera menghapus blood admirer setelah ini sebelum aku benar-benar dimangsa oleh mereka,” umpatnya kesal.
Entah itu suatu berkah atau musibah, yang pasti dia harus bergerak cepat agar tidak terluka saat harimau itu mulai beringas.
Ia kemudian hingga sampai akhirnya menyusul Octo dan membuatnya sampai menoleh ke belakang ada suara ramai apa.
“Hey, kenapa kau berlari seperti dikejar setan seperti itu?” hardik Octo.
“Sebaiknya kau minggr jika tak ingin diterkam oleh harimau di belakang sana.”
Octo bukannya takut dia malah berhenti, seolah menunggu dan menantang harimau tersebut.
Dasar pria gila! Tapi tak masalah, aku akan memanfaatkan kesempatan untuk sekarang.
Detektif Carl segera mengeluarkan blood admirer tadi pada telapak tangannya. Dengan gerakan cepat yang tak terbaca oleh Octo, ia segera mengoleskan cairan tersebut ke tengkuk leher Octo setelah berpura-pura jatuh dan menubruknya.
“Maaf, aku tak sengaja melakukannya.” Detektif Carl kemudian berdiri dan menarik bahu Octo kemudian membantunya berdiri.
Aku sudah berhasil mengoleskan cairan itu pada lehernya, batinnya tersenyum dalam hati.
“Lari sekarang!” ajak Detektif Carl, tapi Octo tak menggubrisnya.
Tetap saja ia berlari sendiri sejauh mungkin meninggalkan Octo.
__ADS_1