Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 111 Kasus Baru


__ADS_3

Pasangan suami istri itu 3 hari ini datang ke kantor Detektif Carl, tapi hingga saat ini mereka belum menerima keputusan apakah kasusnya akan diterima atau tidak.


“Maaf, Tuan dan Nyonya aku tak berani mengambil keputusan sendiri. Karena atasan gue sudah datang maka aku akan menanyakannya sekarang.” tutur Leo, tak ingin mengecewakan klien yang datang.


Beberapa akhir ini memang banyak klien yang datang dan jumlahnya meningkat daripada sebelumnya. Tentunya jika menolak klien, maka akan berpengaruh pada statistik penempatan kantor. Sedangkan mereka butuh banyak klien agar kantor tersebut tetap survive.


“Mohon tunggu sebentar.”


Leo kemudian berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan klien lalu masuk ke ruangan Detektif Carl.


Saat itu detektif Carl sedang sibuk menghitung jumlah poin yang diperolehnya sekaligus bingung mau dibelanjakan apa poin yang diperolehnya.


“Apa sebaiknya aku beli villa saja? Di sana aku bisa menghabiskan waktuku bersama Scarlet, hanya berduaan saja?” celetuknya, dengan tersenyum lebar membayangkan apa saja yang akan mereka lakukan di sana.


Tiba-tiba Leo masuk karena sudah mengetuk pintu tiga kali dan tak ada respon.


Pantas saja, Detektif Carl tak mendengarnya. Dia sedang melamun. batin Leo, setelah masuk ke dalam.


Detektif Carl masih tersenyum-senyum sendiri, entah apa yang dia pikirkan saat itu. Bahkan wajahnya pun sampai merona merah.


“Detektif Carl, permisi,” ucap Leo memanggilnya.


Tak ada respon.


“Detektif Carl, permisi,” ulangnya lagi. Kali ini ia menyentuh bahu detektif.


“Astaga!” pekik Detektif Carl, terkejut dan tersadar dari lamunannya seketika.

__ADS_1


“Ah, kau mengagetkan diriku saja!” hardiknya, karena memang dia benar-benar kaget.


“Ma-maafkan aku detektif.”


Detektif Carl lalu terpaksa berdiri dan menatap wajah asistennya itu.


“Leo, kau kemari jangan bilang jika ada kasus baru untuk kita?!” ucapnya, terdengar menghakimi.


Karena melihat wajah serius asistennya itu feelingnya menjadi tak enak.


“Detektif Carl, sebenarnya sudah 3 hari ini ada sepasang klien yang datang kembali menyerahkan kasusnya. Tapi menurutku itu kasus besar jadi aku tak berani mengambil keputusan sendiri dan menanyakannya pada Anda,” tutur Leo segera menyampaikan maksudnya.


“Oh.” desau Detektif Carl, menelan salivanya dengan susah payah. “Shiit!” umpatnya, kesal.


Kapan dirinya bisa bersantai sejenak, jauh dari semua masalah yang ada. Yang ada untuknya hanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang saja, belanja, bersantai, holidays, atau berkencan dengan kekasihnya.


Detektif Carl kali ini menarik nafas panjang. Ia berdiri setelahnya. Ia menyadari memang pekerjaannya itu tak bisa membuatnya bersantai kala sedang banyak klien.


“Antarkan aku menemui mereka.” jawabnya pada akhirnya.


Leo kemudian keluar dari ruangan dan Detektif Carl mengikutinya, menuju ke ruang depan, tempat menerima tamu ataupun klien.


“Detektif Carl, tolong kami,” ucap sepasang suami istri itu bersamaan, kala melihat pria yang paling ditunggunya datang.


Detektif Carl kemudian duduk bersebelahan dengan Leo.


“Sebelum memutuskan menerima kasus kalian aku ingin tahu apa kasus yang akan kalian sodorkan padaku,” tukas Detektif Carl.

__ADS_1


Ia bahkan berharap kasus yang akan disodorkan padanya itu bukan kasus berat.


Tuan Adolf, lalu menjelaskan garis besar masalahnya pada Detektif. Dia menjelaskan lima hari yang lalu putrinya yang berusia 30 tahun, Sarah Michelin meninggal dengan kondisi mengapung di Danau Eire.


Warga memastikan jika putrinya itu meninggal murni karena bunuh diri. Mengingat wanita itu gagal menikah.


Ya, tepat satu hari sebelum acara pelaksanaan pernikahan, calon suaminya membatalkan pernikahan mereka.


Karena depresi tak kuat menanggung beban saat itu maka dengan pikiran pendeknya ia melompat dan melakukan bunuh diri, begitu menurut perkiraan warga sekitar.


Tapi anehnya di saat petugas evakuasi mengeluarkan mayat korban dari danau. Saat itu ada mayat tiga wanita lain yang ikut terangkut.


Mereka juga mengenakan cincin pertunangan, sama dengan Sarah Michelin. Hal itulah yang mendasari kecurigaan Tuan Adolf jika putrinya bukan bunuh diri tapi ada seseorang yang membunuhnya.


“Tolonglah kami, Detektif Carl.” Kali ini Nyonya Adolf yang bicara dan memohon seperti itu.


Detektif Carl masih diam dan berpikir mau mengambil kasus itu atau tidak.


Di luar kantor, terlihat sebuah mobil merah meluncur. mobil itu tiba-tiba berhenti setelah melihat sebuah mobil terparkir di depan kantor Detektif Carl.


“Itu kan mobilnya Tuan Adolf? Jadi dia melempar kasusnya ke sini setelah aku tak bisa mengatasinya,” pekik Detektif Darcy.


Ia hafal dengan mobil klien yang mendatanginya empat hari yang lalu itu.


“Ck, mana bisa dia mengatasinya aku saja angkat tangan,” celetuknya lagi dengan tersenyum remeh.


Detektif Darcy lalu segera melanjutkan mobilnya kembali sebelum ada yang melihat kedatangannya.

__ADS_1


__ADS_2