Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 51 Apa Isi Kantung?


__ADS_3

Sarah kelihatan kaget dan terpaku saat melihat kantong yang di bawa detektif Carl.


Wanita itu pun terlihat tubuhnya gemetar entah apa sebenarnya yang ada dalam kantong itu hingga membuatnya sampai gemetaran.


“Kita lihat apa isi dari kantung ini.” detektif Carl pun sebenarnya tak tahu pasti apa isi dari kantong tersebut. Tapi yang jelas itu sesuatu yang sangat penting dan bisa mengungkap semuanya.


“Apa sebenarnya isi dari kantong itu ?” para pekerja yang ada di sana ikut penasaran dengan kantong yang dibawa oleh detektif.


Langsung saja detektif mengeluarkan isinya. Tak tanggung-tanggung semua yang ada di sana terbelalak kaget saat melihat apa isinya.


Bukan sampah atau kotora seperti yang mereka duga sebelumnya. Isinya berupa sebuah topeng kulit lateks yang mirip sekali dengan wajah asli.


Mereka lebih heran lagi setelah melihat menyerupai siapa topeng itu.


“Rilly ?” ucap para pekerja itu tak percaya melihat topeng itu mirip dengan salah satu teman mereka.


“Apa maksudnya ini ?” Rilly tentu saja tak terima melihat topeng yang menyerupai dirinya itu dan langsung saja menuntut penjelasan pada Sarah. “Apa maksud semua ini, Sarah ?” manik mata wanita itu sampai berputar menatap teman kerjanya itu dengan tajam.


Sarah Seraphine kemudian menelan ludahnya dengan berat dan mengatur nafasnya yang tercekat.


Keringat kembali meluncur dari pelipis wanita itu dan tubuhnya yang berkata hebat.

__ADS_1


“Jelaskan padaku ! Kenapa kau menyamar menjadi diriku !” Rilly menjadi tak sabar karena temannya itu tak juga memberikan penjelasan padanya hingga memaksanya untuk berpindah dengan cepat dan kini berdiri di depannya.


“Katakan !” desaknya lagi sambil memegang erat bahu Sarah.


Sedangkan Sarah masih diam tak menjelaskannya.


Belumlah wanita itu memberikan penjelasan, kini Violet ikut beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri gadis itu.


“Sarah apa benar kau adalah pelaku pembakaran garmen ini ? Lalu kenapa kau menggunakan pemantik api yang mirip dengan pemantik api yang biasa kugunakan ini ? Apakah kau bermaksud menjadikan aku sebagai tersangka utama pelaku pembakaran ini ?” ucap wanita itu dengan nada tinggi dan mendominasi.


Mendapat dua desakan sekaligus membuat Sarah terlihat frustasi juga seketika merasa terintimidasi oleh mereka.


“Sarah, apa benar kau yang melakukan pembakaran garment ini ?” tanya wanita itu tegas.


Sarah barulah mengangkat kepalanya menatap atasannya itu dengan takut-takut.


“Kenapa kau melakukan ini padaku ?” tanya Nyonya Carmen dengan menuntut.


Sarah yang awalnya gemetar dan takut menatap menikmati bulat besar di depannya itu kini terlihat mengepalkan tangannya erat dan menggemeretukan giginya.


“Nyonya Carmen. Apa kau ingat seorang anak lelaki yang kau tabrak tiga tahun yang lalu dan meninggal ?!” ucapnya tiba-tiba. Dan 3 tahun yang lalu memang ada kecelakaan mobil. “Dia adalah anak ku yang selama ini ku cari.”

__ADS_1


Sarah kehilangan putranya lima tahun yang lalu saat menghadiri sebuah acara dan putranya itu hilang di tengah keramaian.


Belakangan dia menemukan anaknya di rawat oleh pasangan suami istri yang tak mempunyai anak, namun di saat ia mengadakan janjian akan bertemu dengan putranya itu tiba-tiba sebuah kecelakaan maut merenggut nyawanya. Dan pelaku tabrak lari itu adalah Nyonya Carmen setelah ia menyelidikinya.


“Jadi anak kecil bernama Scott itu putra mu ?” Nyonya Carmen tampak terkejut dan syok sekali setelah sebelumnya akan marah pada wanita di hadapannya itu.


Tubuhnya pun seketika terlihat bergetar bahkan ia pun sampai mundur tiga langkah ke belakang.


“Saat itu aku memang ceroboh mengemudi dalam keadaan mabuk hingga sampai menabrak dan menewaskan seorang bocah. Tapi aku sudah memberikan kompensasi besar pada kedua orang tuanya.” sanggah wanita itu lagi untuk membela dirinya.


“Berapa pun nominal yang kau berikan itu tak akan bisa mengganti dan menghidupkan kembali putraku yang telah mati. Kau mengambil sesuatu yang berharga dalam hidupku maka tak ada salahnya jika aku mengambil sesuatu yang berharga dalam hidupmu juga.” Sarah menatap wanita di hadapannya itu dengan penuh kebencian.


“Tunggu Sarah jika masalahmu dengan Nyonya Carmen, lalu kenapa kau mengkambing hitamkan aku ?” Rilly menuntut tak terima.


Violet pun juga tak terima wanita itu mengkambing hitamkan dirinya.


“Benar, lalu kenapa kau juga tega membuat seolah-olah pelaku ini adalah aku ?” tanya Violet masih menuntut kejelasan karena sebelumnya dia didakwa sebagai tersangka hanya karena pemantik api miliknya.


“Itu semua karena...”


Para wanita yang ada di sana semuanya terlihat serius dengan rasa penasaran tingkat tinggi menatap tajam ke arah Sarah.

__ADS_1


__ADS_2