Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 250 Menyeret Paksa Louis Sanderman


__ADS_3

Suara Manajer Neil terdengar nyaring dan menggema sampai ke ruangan Louis Sanderman. dengan mereka letaknya bersebelahan.


“Kenapa Manajer Neil meneriakiku lagi seperti itu?” desau Louis Sanderman.


Dia sedang berbaring di sofa putih panjang yang ada di ruangan, sembari memainkan ponselnya.


Beberapa waktu yang lalu manajernya itu mengomelinya panjang lebar mengenai masalah kecil, masalah kostum yang seharusnya ia pakai tapi ia memakai kostum lain pesanannya dari seorang desainer.


“Louis Sanderman!” hardik Manajer Neil Setelah tiba di ruang sebelah dan melihat Louis yang sedang bersantai ria.


“Manajer, ada apa? Kenapa pagi-pagi begini sudah berteriak? Apa tidak lelah setiap hari marah? Mungkin usiamu nanti akan terlihat lebih tua dari aslinya.”


“Kau ini, cepat turun bersamaku. Ada yang mencarimu.”


“Siapa yang mencariku? Apakah itu fansku? Teman lama, sutradara atau investor?” jawab Louis dengan santainya dan baru duduk.

__ADS_1


“Aku tak bisa jelaskan itu padamu. Kau lihat sendiri saja di bawah.”


Manajer Neil sengaja tidak menjelaskan siapa yang datang mencari Louis. Mungkin jika diberitahu, Louis akan kabur. Ujung-ujungnya dia juga nanti yang harus bertanggung jawab. Maka dari itu dia ingin mendisiplinkan pria itu agar bersikap lebih dewasa dan tidak kekanak-kanakan lagi, serta mempunyai tanggung jawab tinggi.


“Baiklah, aku akan temui dia.”


Louis Sanderman menaruh ponselnya ke meja lalu menuruni tangga menuju ke lantai satu. Manajer Neil mengikuti di belakangnya dengan pikiran penuh sejuta tanya. Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Louis Sanderman di luar sana.


Mereka berdua kemudian tiba di lobi. Hanya ada beberapa artis yang lalu lalang di sana. Tak ada tamu spesial yang terlihat menunggu.


“Aku tak melihat siapapun di sini yang datang mencariku,” ujar Louis Sanderman setelah menyapukan manik matanya ke seisi ruangan.


“Tunggu!” Brigadier Darell berteriak, juga langsung mengejar sebelum Louis Sanderman menghilang dari sana.


Louis Sanderman berbalik dan benda mati dua agen dari kepolisian mengejar dirinya. Tak hanya terkejut saja dengan kedatangan mereka, dia pun lari secepat mungkin dari sana.

__ADS_1


Namun tentu saja agen polisi lebih cepat menanganinya dan merasa menangkapnya. Terdengar suara borgol terkait kedua tangan Louis Sanderman.


“Kau mendapatkan surat penangkapan atas tindak kriminal yang kau lakukan. Kau melupakan pengebom pesawat Canary Airlines.” Detektif Carl segera membacakan isi surat penangkapan tersebut.


“Apa? Pelaku pengeboman pesawat Canary Airlines?!” Bukan Louis Sanderman yang terbagi kaget, tapi Manajer Neil.


Pria keriting dan bertubuh sedikit buntal dengan perut menjuntai ke depan dengan lemak perut setebal dua puluh mili, yang berada di belakang Louis Sanderman, seketika pucat pasi mendengar dagoan yang dibaca oleh agen polisi.


“Katakan ini tidak benar Louis Sanderman.” Manajer Neil menatap Louis dengan tatapan menuntut.


Louis menatap sekilas manajernya tersebut tanpa berkata-kata. Kali ini otak kecilnya mulai berpacu dengan cepat, beradu dengan napasnya yang mulai menderu cepat.


“Kalian salah tuduh dan salah tangkap! Lepaskan aku!” Lois Sanderman berontak melepaskan diri, namun usahanya gagal.


“Kami tidak membawa buktinya di sini kau sendiri akan melihat buktinya di kantor polisi. Cepat jalan dan bekerja sama dengan baik agar kami bisa memperlakukanmu dengan baik!” hardik Detektif Carl.

__ADS_1


Pria itu tidak sabar dan menyeret Louis yang masih diam membeku di tempatnya.


“Tolong! Manajer Neil. tolong aku. Ini semua hanya kesalahpahaman saja. Aku benar-benar tidak bersalah!”


__ADS_2