
Klien tadi seorang pria bernama Laurent merupakan pemilik usaha es krim cone di sana.
Tapi meskipun hanya sebuah usaha es krim namun dia mempunyai beberapa cabang masih di kota yang sama di beberapa pusat mall.
“Ada masalah apa tuan Laurent ? Apa ada keluarga yang hilang atau masalah lainnya ?” tanya detektif Carl masih duduk di sana mengklarifikasi masalah itu meskipun ia sudah melimpahkan kasusnya pada Leo.
Tuan Laurent menggelengkan kepalanya.
“Bukan masalah keluarga tapi masalah usaha es krim ku, detektif Carl.”
Baik detektif Carl maupun Leo keduanya sama-sama terkejut. Pasalnya usaha es krim milik tuan Laurent sampai saat ini masih tergolong ramai.
“Apa masalah nya ?” kali ini yang bertanya bukanlah detektif Carl, tapi Leo.
“Begini kasusnya detektif...”
Tuan Laurent kemudian menceritakan jika usahanya itu dalam satu bulan terakhir ini mengalami bangunan omset yang cukup drastis tanpa sebab.
Padahal dari segi rasa maupun kualitas semuanya tidak berubah masih sama seperti yang dulu bahkan tokonya memberikan banyak varian rasa baru saat ini, tapi kenapa penjualan malah anjlok.
“Aku curiga ada seseorang entah siapa itu aku juga tidak tahu, yang menyebabkan sepinya usaha ku sekarang.” ucap tuan Laurent dengan menghala nafas panjang setelah selesai menuturkan perkaranya.
__ADS_1
Detektif Carl menatap Leo. Menurutnya itu masalah kecil dan tak masalah jika Leo yang menangani kasus tersebut.
Selain beberapa kali ini detektif Carl tak pernah mengajaknya saat menjalankan misi, maka menurut nya itu pantas memberikan misi tersebut pada asistennya sebagai ganti dirinya tak mengikut sertakan Leo di lapangan menyelesaikan kasus yang masuk sebelumnya.
Leo mengerti maksud tatapan dari detektif Carl yang mengulangi pernyataan melimpahkan kasus itu pada dirinya.
Karena sering dan sudah lama bekerja bersama detektif Carl, maka ia pun mengerti bahasa kode pria tersebut.
“Baiklah tuan Laurent kami menerima kasus anda. Dan kami akan berusaha menyelesaikan secepatnya. Tapi sebelum itu kami minta data atau apa saja mengenai usaha es krim anda.” terang Leo.
“Ini tuan.” pria itu menyerahkan berkas kasusnya.
Karena ada kecurigaan salah satu di antara mereka berbuat curang atau apalah di belakangnya dan merusak penjualannya.
“Aku akan mempelajarinya dulu, tuan Laurent.”
Leo menerima berkas tersebut dan segera memeriksanya. Termasuk membaca data para pesaingnya yang juga berupa usaha es krim seperti milik tuan Laurent.
“Tuan, aku khawatir jika ini bukanlah karena ada seseorang yang dengan sengaja memanipulasi dan menyebabkan sepinya omset anda. Tapi semua ini murni karena persaingan saja.” jelas Leo bersikap profesional dan tak mau memanfaatkan situasi yang ada hanya untuk meraup sejumlah uang saja yang tentunya akan berefek pada kantor detektif Carl, karena ini menyangkut nama kantor ini.
Tuan Laurent menggeser kembali dokumen yang barusan diserahkan oleh Leo padanya. Feeling nya kuat ada yang tak beres di sana.
__ADS_1
“Tuan, sebelumnya aku juga sudah memikirkan hal tersebut meskipun belum menemukan titik terangnya. Tak masalah jika memang tak terbukti dugaan ku ada pihak yang dengan sengaja menjatuhkan aku. Tapi aku yakin ada seorang di luar sana yang menyebabkan semua ini.”
Tuan Laurent bersi keras pada pendiriannya dan tetap memaksa hingga akhirnya Leo pun menerima kasus itu.
“Baiklah, tuan Laurent berkas kasus ini kami terima dan akan kami proses secepatnya.” ucap Leo sembari menerima dokumen tersebut.
Tuan Laurent pun pergi setelah menjelaskan semuanya.
“Leo selamat bertugas.” tiba-tiba Detektif Carl berdiri dari tempat duduknya. “Aku yakin kau pasti mampu mengungkap kasus itu sendiri.”
“Tapi detektif, aku tak yakin bisa melakukannya sendiri.”
“Kau sudah lama bekerja bersamaku dan kau sudah mumpuni. Percayalah pada diri mu. Aku ingin istirahat sebentar setelah mengungkap kasus kebakaran Garment Ferotech.” ucapnya sembari mengusap wajahnya saat kantuk menyerangnya dengan hebat.
“Apa ? Anda berhasil menyelesaikan kasusnya hanya dalam waktu sehari saja, detektif ?” pekik Leo tak percaya.
Detektif Carl mengangguk menanggapinya sembari mengangkat salah satu tangan ke atas.
Detektif Carl lalu berjalan menuju ke ruangannya meninggalkan Leo yang masih menatap berkas di meja.
Pria itu papa serius mempelajari berkas yang sudah pindah ke tangannya.
__ADS_1