Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 163 Tak Bisa Berkilah


__ADS_3

Terlihat pada empat jari di tangan kiri Tuan Smith ada bekas luka yang sudah mengering dan satu lagi masih basah yang tertutup oleh plester.


“Luka di tanganmu itu bukan luka biasa. Sebelumnya kau memang mempunyai alergi kulit yang menyebabkan kulit itu sensitif, terlihat dari sabun sulfur yang pernah kau pakai untuk mandi. Terlebih jika terkena suatu zat kimia reaktif, kulit sensitif itu terkena etanol maka akan langsung melepuh. Berbeda dengan bukan orang normal yang mungkin hanya akan merah atau gatal saja,” papar Detektif Carl panjang lebar.


Tuan Smith lalu langsung menutup tangannya kemudian ia masukkan pada saku jas, untuk menghalangi pandangan dari banyak pasang bola mata yang mengarah pada bagian itu.


“Jadi... Tuan Smith, kau yang melakukan semua ini padaku?” Tiba-tiba Tuan Noel yang tak mau dibesuk oleh siapapun keluar dari kamarnya setelah Parker memberitahunya jika sekarang Detektif sedang mengungkap pelakunya.


Kondisinya sudah membaik dan tidak pucat lagi meskipun dilarang banyak beraktivitas.


Tuan Noel sampai mendatangi Tuan Smith sendiri, menuntut penjelasan dari pria itu.


“Tuan Smith, aku tak percaya bagaimana kau tega berniat membunuhku. Padahal aku sangat baik padamu. Bahkan minta tolong padaku pun aku selalu membantumu,” ujar Tuan Noel. Nafasnya terdengar menderu, darahnya pun terasa panas membuncah sampai ke kepala.


Selama ini Tuan Smith sering minta tolong pada Tuan Noel untuk mencarikan penadah anggur dari kebunnya bahkan terkadang ia sendiri membeli anggur itu meski sedikit karena pasokan dari kebunnya sendiri pun sudah melimpah.


“Tuan Noel aku berterima kasih padamu karena selama ini kau baik padaku, meskipun itu di depanku. Tapi aku tahu di belakangku kau mencoba menyebar fitnah buruk tentang diriku yang berakibat semakin menurunnya jumlah customerku.”

__ADS_1


Tuan Noel sampai mengerutkan keningnya mendengar penuturan itu.


“Aku memfitnahmu? Omong kosong macam apa itu? Asal kau tahu. Aku sudah memperlakukanmu seperti layaknya saudaraku sendiri. Justru aku yang membantu membersihkan fitnah tentangmu itu, tapi kenapa malah berbalik aku yang memfitnahmu? Lucu sekali.” Tuan Noel sampai mengulas senyum sembari mengedikkan bahunya ke atas.


Jika bukan Tuan Noel yang memfitnahku, lalu siapa? batin Tuan Smith tampak ragu.


Dari hasil investigasinya, Tuan Noel yang menyebar fitnah dan isu miring mengenai anggurnya pada publik. Tangan pria itu pun terkebal penuh di bawah sana.


“Lalu kenapa kau sampai melukai saudara jauhku Tuan Jason juga?” sentak Tuan Noel.


“Bukankah Anda cukup dekat dengan Tuan Jason?! Tapi kenapa Anda melukai teman baik anda sendiri?” tanya Parker, merasa aneh saja.


Ia ingat dengan jelas jika sebelumnya pria itu meminta rekam medis Tuan Jason dengan paksa. Entah Apa tujuan sebenarnya pria itu.


“Dia meminta rekam medis situ untuk mengantisipasi, juga merubah data tersebut yang mungkin akan diganti dengan kondisi Tuan Jason yang baik-baik saja. Benar kan, Tuan Smith?”


Pria itu diam tak bisa berkata-kata yang menandakan tuduhan itu benar adanya.

__ADS_1


Parker sendiri sampai mengusap dadanya naik turun. Ia benar-benar tak menyangka dengan teman baiknya sendiri Tuan Smith tega mencelakai Tuan Jason dan mampir saja nyawa pria itu hilang.


“Semua yang kau tuduhkan padaku itu tidak benar, Detektif Carl. Kau tak bisa menjeratku sebagai pelaku karena tak ada satupun bukti,” sambung Tuan Smith mengulas seringai licik.


Detektif Carl yang berada di kejauhan kemudian melangkahkan kakinya dengan mantap lebih mendekat lagi.


“Apa kau lupa dengan batu kalsedon biru yang kuberikan padamu, Tuan Smith?”


Tuan Smith tampak diam dan tak menjawab. Bahkan ia pun kini terlihat sedikit tegang.


“Batu kalsedon biru itu aku temukan pada saklar panel listrik di depan sana yang di lakban untuk mengganjal saklar agar tetap dalam posisi off. Dan kau sendiri yang mengakui batu itu milikmu.”


Tuan Smith seketika langsung pucat pasi. Barulah ia tersadar dan mengingat kembali batu yang ada di saku bajunya itu.


Astaga, aku ceroboh sekali.


“Tuan Smith, maka kau harus mengakui semua kesalahanmu dan mempertanggungjawabkan semua dosamu. Membusuklah di penjara sana!”

__ADS_1


__ADS_2