
Detektif Carl hanya diam saja melihat Alex bicara.
Pasti dia Octo. Dia benar-benar mirip dengan Richard Viedra.
Dia hanya menatap dan mengamati saja pria tersebut.
“Ini tidak bisa disebut terlambat karena acara masih akan dimulai 40 menit lagi dari sekarang,” tukas Alex.
Octo hanya mengulas seringai tipis saja saat meresponnya. Memang sudah jadi kebiasaannya menyinggung soal waktu.
Meskipun pria itu seorang kriminal, tapi sejak kecil ia sudah dididik oleh ayahnya sangat disiplin dalam waktu. Hal itu sengaja dilakukan oleh Jeremy Viedra, ayahnya Octo untuk melatihnya menjadi seorang pemimpin atau sebagai pewaris bisnisnya. Siapa yang tahu jika Octo akhirnya menjadi kriminal seperti ini sekarang?
Octo melirik seseorang yang sedari tadi menatapnya.
Siapa dia? batin Octo kala menatap sosok Detektif Carl, pria yang nampak asing baginya.
“Dia Carl, tahanan pindahan dari kota seberang. Baru bebas bulan kemarin. Dia mendatangiku dan ingin bergabung menjadi kelompok kita.” Alex buru-buru menjelaskan sebelum Octo bertanya.
“Carl?” tegas Octo. Dia ingat kemarin tugas security di mansionnya memberitahu adalah seorang tamu bernama Carl datang mencarinya untuk buat janji. Tak menyangka ternyata sekarang malah bertemu di sini.
Octo mengulas senyum tipis kemudian berjalan mendekati Detektif Carl.
“Kenapa kau ingin bergabung dengan kelompok kami?”
“Apakah aku harus memberitahukan alasannya padamu? Aku tertarik saja dengan kelompok ini,” ujar Detektif Carl.
Tak disangka, jawaban dari Detektif Carl malah membuat Octo tertarik padanya. Baginya pria itu terlihat berbeda terlebih l dari salat matanya yang penuh dengan rahasia, membuatnya penasaran.
__ADS_1
“Kau harus melewati tes dia ingin bergabung dengan kelompok ini.”
“Tes?” Detektif Carl mencebik mendengarnya. Lucu sekali!
Untuk menjadi anggota dari kelompok bodoh ini dia harus mengikuti tes? Buat apa? Ini hanyalah sebuah misi main-main saja untuknya.
Ia lalu lebih mendekat pada Octo. Awalnya dia menyentuh bahu pria itu tapi kemudian detik berikutnya tangannya segera mengincar leher Octo dan langsung mencengkeramnya.
“Tes bodoh apa yang akan kau berikan padaku? Kau pikir kau siapa?”
Detektif Carl mendekatkan wajahnya, tatapan matanya berubah tancap kalau ia teringat kondisi Leo yang terbaring di rumah sakit akibat perbuatan Octo.
Jika saja dia tak ingat misinya apa, mungkin dia sudah mencekik pria itu sampai mati.
“Carl Lepaskan dia!” Alex yang melihat itu segera menghampiri dan menarik Detektif Carl.
Hah! Octo bukannya kesal atau Bagaimana pria itu malah mengulas seringnya tipis pada aksi Detektif Carl.
“Ya, kau lolos tes.”
Detektif Carl mengangkat kedua alisnya. Ucapan bodoh apa yang barusan dilontarkan oleh Octo padanya.
Dia memang gila.
Kau menarik, Carl, batin Octo.
“Aku tak peduli pada tes bodohmu itu. Lolos atau tidak aku akan tetap menjadi anggota ini,” sarkas Detektif Carl.
__ADS_1
Keramaian di luar mengundang 5 orang lainnya yang ada di dalam hutan keluar untuk melihat.
“Kukira ada agen polisi datang. Teryata kalian ribut di sini. Ada apa?” ucap seorang pria.
Dia pasti Paul, residivis spesialis kendaraan beroda empat, batin Detektif Carl menebak.
Sebelumya ia melihat daftar nama sekaligus foto profil 6 napi yang ikut dalam acara perguruan kali ini.
“Oh, ada yang baru di sini rupanya.”
Dia pasti Zack, pembobol handal bank, batin Detektif Carl langsung mengetahui sosok pria tersebut.
“Hey, siapa yang kau bawa Alex?” tanya seorang pria lainnya.
Pria bertato di pipi kiri itu menatap tajam Detektif Carl.
“Kau pasti Clamen, tahanan nomor 1437,” ujar Detektif Carl.
“Oh, aku senang kau mengetahui diriku. Tapi, apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Clamen bertanya balik. Ia yakin tidak pernah melihat Detektif Carl sebelumnya.
“Dia Carl. Sudahlah jika kalian ingin mengobrol nanti saja di dalam. Kita belum mempersiapkan semua alat juga yang lainnya untuk berburu.” Alex tiba-tiba memotong pembicaraan mereka. Karena sepertinya akan panjang jika tidak dipotongnya.
Ketujuh orang itu kemudian berjalan beriringan masuk ke area perburuan.
Dari belakang Alex tampak menatap punggung Detektif Carl.
Sebenarnya siapa yang akan ditangkap kali ini?
__ADS_1