Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 202 Perburuan Dimulai


__ADS_3

Octo masuk ke hutan dan bebas bereksplorasi. Dia memang suka memanggang senjata, jadi bisa kalap kalau lama dibiarkan memegang senapan.


“Sebaiknya susul Octo. Sebentar lagi akan mulai acara perburuannya,” papar salah satu eks napi.


“Ya, aku akan mengejarnya.” Seorang pria kemudian bergegas untuk mengejar Octo sebelum jauh.


Dia masuk ke hutan lebih dalam sebelum Octo menghilang dan tak bisa ditemukan.


***


Lima lubang perangkap sudah selesai, tinggal dua lagi,” ceplos Alex yang menyeka keringatnya beristirahat sebentar.


Dua orang termasuk Alex kemudian duduk sejenak untuk mengatur ritme napas mereka yang berantakan. Ternyata udah banyak tenaga untuk membuat sebuah perangkap saja skitar 10 menitan tiap perangkapnya.


“Duduk lah, kalian berdua. Biar aku saja yang kerjakan sisanya.” Detektif Carl terlihat belum lelah sama sekali. Ia kemudian pergi ke sisi timur yang sudah di tandai untuk perangkap.


Dia mulai menggali sendiri lubang perangkap tersebut dengan semangat.


“Hanya dua perangkap saja tak masalah buatku. Sebentar lagi aku akan menikmati acara berburu ini.”


“Carl itu dia nampak lebih kuat dari kita,” ujar Paul memuji setelah melihat satu perangkap telah selesai.

__ADS_1


“Kurasa dia orang yang berbahaya jadi jangan main-main dengan dia.” Alex menimpali singkat.


Seandainya saja dia tahu identitas pria itu yang sebenarnya mungkin akan langsung kabur, Alex tersenyum dalam hati.


Sepuluh menit kemudian satu perangkap terakhir telah diselesaikan oleh Detektif Carl sendiri. Ia kemudian keluar dari lubang yang dibuatnya.


“Coba cek, aku sudah selesai membuatnya,” terang Detektif Carl. Ia menatap Alex dan Paul yang ada di depannya.


“Apa perlu dicoba?” Alex dan Paul seketika menelan saliva mereka dengan berat.


Terang saja mereka merasa merinding sendiri jika harus turun ke bawah sebagai kelinci percobaan. Bagaimana kalau mereka jadi korban, tidak lucu bukan? Terlebih Alex yang mengetahui itu langsung menolaknya tegas.


Alex memilih untuk pergi memanggil rekannya daripada berada bersama Detektif Carl yang membuatnya senam jantung tak berirama.


“Hey, kalian semua! Ayo kembali ke depan. Semuanya sudah siap. Kita bisa mulai acara perburuannya sekarang,” teriak Alex.


Empat orang di sana termasuk Octo yang barusan kembali kemudian bergabung bersama Alex, kembali ke depan untuk mengikuti acara perburuan kali ini.


Semuanya sudah berkumpul, lengkap. Kini salah satu dari mereka memberitahukan aturan mainnya.


“Aturan bermain tetap seperti biasanya. Bagi siapa saja yang berhasil membawa buruan beruang dalam waktu tak lebih dari dua jam tiga puluh menit, akan memenangkan acara perburuan hari ini.” Alex sebagai ketua menjelaskan dengan jelas.

__ADS_1


Detektif Carl yang baru mengetahui aturan mainnya nampak tidak terkejut sama sekali. Menangkap beruang? Jangankan beruang, singa atau harimau sekalipun akan ia jinakkan.


Para eks napi ini biasa berburu binatang buas seperti ini. Bagi mereka ini sangat menantang adrenalin. Berburu rusa atau kelinci, bukan tipe mereka.


Detektif Carl mengulas senyum tipis merespon Alex, tapi entah kenapa Alex malah takut melihat senyum pria itu yang terasa mengerikan.


“Silahkan semuanya menuju ke posisi masing-masing.” Alex kembali memberi aba-aba.


Semua yang ada di sana kemudian menuju ke posisi masing-masing. Salah satu dari mereka juga membagikan senapan laras panjang pada tiap-tiap peserta.


“Kita mulai acara berburu hanya sekarang. Yang merasa menangkap ruang terlebih dulu adalah pemenangnya.” Alex peraturan mainnya.


Dor! Terdengar suara peluru melesat di udara yang menandakan acara perempuan sudah dimulai.


Semua peserta kemudian bergerak dengan membawa senapan laras panjang mereka masing-masing, termasuk Detektif Carl.


Detektif Carl berjalan paling belakang setelah tujuh orang lainnya sudah masuk me hutan.


“Mereka semua kelihatannya ahli berburu dan perguruan ini bukan kali pertama mereka mengadakannya. Jika yang berburu biasa mungkin aku akan kalah dari mereka, karena aku tak terbiasa berburu beruang, aku harus memikirkan sebuah cara.”


Detektif Carl nampak berpikir, mencari ide bagaimana agar dia setidaknya bisa mengimbangi mereka, mendapatkan buruan dengan cepat tanpa perlu bersusah payah.

__ADS_1


__ADS_2