
Setelah 20 menit perjalanan, mereka kemudian berhenti di depan sebuah rumah yang nampak lebih besar dari dua rumah sebelumnya yang mereka kunjungi.
“Kita sudah sampai.” Tuan Tom turun terlebih dulu, baru lah Nyonya Kate dan Leo menyusul kemudian.
Cuckoo...
Kali ini Leo yang menarik cuckoo yang tergantung di depan pagar hingga berkokok.
Klak! Sesaat setelahnya terdengar suara pintu rumah terbuka. Dari sana menyembul sosok pria dengan tinggi sedang dan rambut dikuncir bagian atas dengan posisi jatuh ke bawah.
“Nyonya Kate dan Tuan Tom, apakabar?” Pria itu perjalanan menuju ke pagar dan membukanya sekaligus mempersilahkan mereka masuk ke rumah.
“Ya, David. Kami berkunjung kemari karena ingin minta bantuan padamu,” kata Tuan Tom to the point.
Leo duduk bersisian dengan David, serta belum memperkenalkan dirinya.
Siapa pria ini? batin David melirik sepintas Leo, yang tampak mengeluarkan catatan juga sebuah alat perekam.
“Apa yang bisa ku bantu, Tuan Tom?”
“Ini masalah Isabelle. Dia meninggal bukan karena bunuh diri tapi rekayasa pembunuhan. Dan kami berharap kau mau memberikan kesaksian pada Detektif yang kami serahi kasus ini,” terang Tuan Tom.
“Pembunuhan?” Reaksi yang ditunjukkan oleh David sama dengan reaksi Hugo dan juga Charles yang terkejut saat mendengarnya. “Apakah itu benar?” Ia menatap kembali Leo.
“Itu benar. Dari barang bukti yang sudah kutemukan, Nona Isabelle dibunuh oleh seseorang,” jelas Leo.
__ADS_1
David nampak gemetar dan bulu halus ditengkuknya meremang mendengar semua itu. Kata pembunuhan membuatnya merinding juga berkeringat dingin.
“Aku turut berduka mendengarnya.” Tuan Tom dan Nyonya Kate hanya mengangguk meresponnya. Dalam hati rasa sedih atas meninggalnya Isabelle kembali menyayat luka mereka yang masih basah, terasa menikam kembali.
Leo kemudian memperkenalkan dirinya sebelum mengambil alih dan memulai investigasinya.
“Tenang, Sayang. Pelaku itu akan segera terungkap nanti.” Tuan Tom menenangkan istrinya yang terlihat kembali terguncang.
Rasanya wanita itu masih tidak terima saja dan belum bisa menerima kenyataan jika Isabelle sudah meninggal.
“Silahkan dimulai investigasinya, Tuan,” tutur David.
Leo pun segera memulai investigasinya, agar semuanya bisa segera selesai dengan cepat.
“Tuan, apakah Anda bertemu dengan Nona Isabelle satu hari sebelum kejadian?”
Leo menyimpulkan berarti Isabelle mengunjungi tiga temannya itu dalam satu hari secara berurutan dari pagi sampai sore hari, terbukti dengan baju yang dikenakan Isabelle sama pada saat mengunjungi Hugo juga Charles.
“Apakah hari itu dia terlihat cemas atau bertingkah sesuatu yang tidak lazim?”
David terdiam dengan mengerutkan kelopak matanya. Ia mencoba berpikir dan mengingat kejadian dua hari yang lalu itu.
“Ya, Isabelle nampak cemas meskipun aku sudah menenangkannya berulang kali.”
David menambahkan jika Isabelle cemas karena suatu hal, tepatnya karena seorang pria. Seorang yang ada janji bertemu dengan Isabelle di malam hari, namun Isabelle menolak untuk bertemu dengan alasan yang tak diketahui olehnya. Karena Isabelle mau bercerita meskipun dia sudah mendesaknya.
__ADS_1
“Siapakah nama pria itu?” tanya Leo penasaran.
“Richard.”
“Richard ? Bukan Octo?”
“Richard. Isabelle berulang kali menyebut nama itu,” timpal David, “Tapi berapa kali dia pernah juga menyebut nama Octo,” ungkap David setelah mengingatnya.
Leo terlihat terkejut. Kesaksian yang diberikan David sungguh berbeda dari kesaksian dua pria sebelumnya, yang membuatnya berpikir ulang. Siapa sebenarnya sosok itu?
“Apakah itu satu orang atau dua orang?”
“Maaf, aku kurang tahu, Tuan. Isabelle Memanggil nama pria itu dengan dua nama tadi secara bergantian. Tapi lebih sering memanggilnya dengan sebutan Richard.”
“Jadi begitu.” Leo memegang ujung dagunya sembari mengerutkan kelopak matanya, menyimpulkan jika itu adalah nama satu orang jika digabung.
“Apakah Isabelle adalah kekasihnya Richard?”
“Aku tidak tahu seperti apa hubungan mereka. Tapi sampai pernah bercerita jika pria itu kerap memberinya hadiah kecil yang sangat mengejutkan.”
Pikiran Leo pun kemudian terpaku pada kacang mutiara yang ia temukan di kamar Isabelle.
“Apakah pria itu juga memberi Isabelle mutiara?”
“Maaf, Isabelle tidak pernah bercerita padaku apa saja hadiah yang diterimanya dari pria tersebut.” Jawaban itu membuat cahaya yang sempat terbit di muka Leo, padam seketika.
__ADS_1
“Apakah Nona Isabelle menunjukkan suatu gelagat aneh atau mencurigakan di hari itu?”
“Ya, Isabelle bilang Richard akan datang menemuinya meskipun ia sudah menolaknya. Dan entah kenapa dia sangat ketakutan sekali.” Lagi-lagi keterangan yang sama dengan keterangan yang diberikan oleh dua pria sebelumnya.